BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN

RAGAM

Selasa, 30 November 2021 11:01
Pacu Penerimaan Devisa, Kemendag Dukung Ekspor Cangkan Sawit ke Jepang
BUAH KELAPA SAWIT: Pekerja menyusun tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat. Cangkang sawit yang sebelumnya sebagai limbah, kini diolah dan bisa diekspor ke Jepang sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi pea i sawit. (Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Jakarta- Pemerintah terus mengembangkan produk dan komoditas berpotensi ekspor sebagai bagian dari upaya  meningkatkan penerimaan devisa negara. Salah satu yang dilakukan adalah membuka pasar ekspor komoditas cangkang sawit ke Jepang.

Di penghujung tahun 2021, Kementerian Perdagangan berhasil melakukan ekspor ke negara Matahari Terbit ini dengan nilai USD 12 juta.

“Untuk menjaga surplus neraca perdagangan, pemerintah terus berupaya mengembangkan produk dan komoditas berpotensi ekspor dengan permintaan dan nilai jual yang tinggi di pasar global. Salah satu komoditas tersebut adalah cangkang kelapa sawit,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi, di tempat terpisah.

Ekspor cangkang sawit ini merupakan hasil one-on-one business matching antara pelaku usaha cangkang sawit Indonesia dan pelaku usaha industri biomassa Jepang yang terlaksana di Pekanbaru, Riau pada Rabu–Kamis (24–25/11) lalu. Pertemuan bisnis difasilitasi Kementerian Perdagangan bersama Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta dan Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit (APCASI).

Jepang saat ini merupakan pasar terbesar bagi cangkang sawit dan diperkirakan akan terus menjadi pasar utama untuk komoditas tersebut. Hal ini disebabkan oleh kebijakan energi Jepang yang menetapkan 24 persen pemenuhan energi di Jepang pada 2030 harus berasal dari energi baru dan terbarukan (renewable energy).

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan menyampaikan, Kemendag akan terus mendorong peningkatan ekspor cangkang sawit ke Jepang lewat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag bersama Japan External Trade Organization berupaya mempertahankan dan meningkatkan ekspor cangkang sawit ke Jepang. Salah satu bentuk kerja sama tersebut melalui kegiatan one-on-one business matching kali ini,” ungkap Marolop.

Marolop menambahkan, Kemendag mengundang para calon pembeli untuk meninjau langsung gudang dan pabrik pengolahan agar semakin yakin dengan kualitas cangkang sawit Indonesia.

“Selain melalui pertemuan bisnis, kami juga mengajak pelaku usaha Jepang untuk mengunjungi stockpile dan pabrik penghasil cangkang sawit di daerah Siak dan Dumai. Kami harap calon mitra bisnis dari Jepang meyakini besarnya potensi cangkang kelapa sawit Indonesia dan berminat untuk menjalin kerja sama bisnis jangka panjang dengan pelaku usaha lokal,” kata Marolop.

Business matching dengan pelaku usaha Jepang sebelumnya pada April 2021 yang lalu telah berhasil menelurkan pengiriman cangkang sawit oleh PT Internasional Green Energy sebanyak 10 ribu ton dan PT Prima Khatulistiwa Sinergi sebanyak 11 ribu ton pada awal November 2021 untuk memenuhi kontrak pengiriman per bulan secara kontinu ke pasar Jepang. Rencananya pada awal Desember 2021, akan dikirim cangkang sawit sebanyak 20 ribu ton oleh PT Jatim Propertindo untuk memenuhi kontrak yang serupa dengan perusahaan di Jepang.

Produksi cangkang sawit dunia sebagian besar berada di Indonesia. Ekspor produk cangkang sawit Indonesia pada Januari–September 2021 telah mencapai USD 286 juta, atau meningkat 27,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020. Negara tujuan ekspor utama produk cangkang sawit Indonesia adalah Jepang dengan pangsa sebesar 84,5 persen dari total ekspor cangkang sawit Indonesia, diikuti Thailand, Singapura, Korea Selatan, dan India. Pasokan cangkang sawit di Indonesia berasal dari Jambi, Riau, Sumatra Barat, Kalimatan Tengah, dan Sumatra Utara.

Kompetitor utama Indonesia untuk produk cangkang sawit adalah Malaysia dan Thailand. Namun demikian, eksportir cangkang sawit Indonesia menghadapi kompetisi yang relatif ketat dengan eksportir Malaysia. Harga cangkang sawit di Malaysia relatif lebih murah dan stabil, sedangkan harga di Indonesia fluktuatif dan cenderung naik akibat bea keluar dan pungutan ekspor, serta kurangnya infrastruktur pendukung.

Sekilas Perdagangan Indonesia–Jepang

Pada Januari–September 2021, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Jepang mencapai USD 22,53 miliar. Nilai ini meningkat 29,08 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai USD 17,46 miliar. Sementara itu, ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang Januari–September 2021 mencapai USD 12,12 miliar dan impor Indonesia dari Jepang sebesar USD 10,41 miliar. Sehingga, Indonesia surplus terhadap Jepang sebesar USD 1,70 miliar.

Pada 2020, ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang sebesar USD 12,88 miliar dan impor nonmigas Indonesia dari Jepang sebesar USD 10,62 miliar. Sehingga, Indonesia surplus terhadap Jepang sebesar USD 2,25 miliar. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Jepang pada 2020 antara lain batu bara, skrap logam mulia, gas petroleum, nikel, dan kabel terinsulasi. Komoditas impor utama Indonesia ke Jepang pada 2020 antara lain aksesori kendaraan bermotor, baja lembaran dalam bentuk gulungan, turbin uap, dan kendaraan bermotor completely knocked down. (far/pro) 



BACA JUGA

Kamis, 20 Januari 2022 17:51

Tingkatkan Ekspor, Mendag Perkuat Kerja Sama Perdagangan Internasional

Jakarta – Pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor sebagai bagian dari…

Kamis, 20 Januari 2022 14:35

Status PPKM Naik, PTM 100 Persen di Balikpapan Jalan Terus

BALIKPAPAN-Meski status PPKM di Balikpapan naik ke level 2, Kepala…

Kamis, 20 Januari 2022 14:32

Kemenag Kota Balikpapan Belum Pikirkan Pencabutan Izin

BALIKPAPAN-Dugaan pencabulan yang dilakukan oknum tenaga pendidik di sebuah pondok…

Kamis, 20 Januari 2022 13:18

WOOW..! Ada Selebgram Taufik_bpn Bantu Warga Balikpapan Miliki Rumah

BALIKPAPAN  - Warga kota minyak tentunya sangat kenal dengan sosok…

Kamis, 20 Januari 2022 10:59

NGERIIKK..! Launching Yamaha Fazzio Hybrid-Connected, 1.000 Unit Langsung Ludes Hanya 5 Jam

Euforia masyarakat Indonesia dengan kehadiran produk terbaru *Classy Yamaha* masih…

Kamis, 20 Januari 2022 08:10

Telkomsel Bentuk PT Telkomsel Ekosistem Digital, Anak Perusahaan untuk Perkuat Ekonomi Digital Indonesia

JAKARTA – Telkomsel memastikan keberlanjutan peta jalan transformasi sebagai perusahaan…

Rabu, 19 Januari 2022 20:22

Kluster Keluarga Bikin PPKM Balikpapan Naik Level

BALIKPAPAN-Setelah berada di level 1 selama sebulan lebih, status pemberlakuan…

Rabu, 19 Januari 2022 19:18

Redam Kenaikan Minyak Goreng, Pemerintah Terapkan Kebijakan Satu Harga

Jakarta- Mengatasi gejolak harga minyak goreng yang melonjak tinggi dalam…

Rabu, 19 Januari 2022 09:49

Kagumi Desain Ala Moge, Penggemar Motor Sport Ini Pilih All New R15 Connected

Kaltim, Kehadiran All New R15 Connected mendapatkan respon positif dari…

Rabu, 19 Januari 2022 09:44

Kejutan Awal Tahun 2022, Yamaha Perdana Hadirkan Motor 125 cc dengan Blue Core Hybrid dan Y-connect

Memasuki awal tahun baru 2022, Yamaha membagikan semangat dan warna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers