BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN

ADVERTORIAL

Rabu, 29 September 2021 23:05
DPRD Panggil PT Muara Toyu Subur Lestari

Dugaan Pembuangan Limbah Cair Kelapa Sawit ke Anak Sungai Telake

KONFIRMASI: DPRD Paser memanggil PT Muara Toyu Subur Lestari terkait adanya laporan tentang limbah cair ke sungai, Rabu (29/9).

TANA PASER - Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan melaporkan dan meminta rapat dengar pendapat digelar oleh DPRD Paser, terkait adanya dugaan pencemaran limbah ke anak sungai yang mengalir ke Sungai Besar Telake di Kecamatan Long Kali oleh PT Muara Toyu Subur Lestari (MTSL). Yaitu pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Desa Muara Toyu Kecamatan Long Kali.

Saat rapat bersama di ruang Bapekat DPRD, anggota DPRD Paser Ahmad Rafii mengisahkan ada peristiwa Tontu setahun sekali untuk warga Long Kali. Di mana ikan-ikan teler dan muncul di permukaan pinggir. Namun tidak mati. Itu biasanya terjadi setahun sekali. Di satu sisi jadi berkah. Tapi di tahun ini bisa sampai empat sekali setahun. 

"Ini mulai terjadi sejak adanya perusahaan pabrik kelapa sawit di sana. Ini yang dipertanyakan, apakah karena kejadian alam atau limbah," kata Rafii, Rabu (29/9).

Belum lagi aduan masyarakat yang terkena banyak penyakit ketika mengkonsumsi air Sungai Telake.

Anggota DPRD komisi III lainnya Budi Santoso menyayangkan sikap pihak perusahaan yang masih membantah terjadinya pencemaran limbah. Pasalnya tidak mungkin asap jika tidak ada api. Prinsipnya bagaimana perusahaan peka terhadap pengelolaan limbah sosial masyarakat. 

Pemerintah menurutnya harus turun tangan, jika masih bandel DPRD akan ajukan sanksi untuk pemberhentian operasional pabrik. Budi juga meminta perusahaan menyediakan drone untuk memantau aktivitas limbah dan laporan ke pemerintah.

Sampai pengelolaan limbah. Kecil daya tampung IPAL, ini akan jadi luapan sekitar lingkungan pabrik. Jika menyatu dua limbah, maka akan mengalir ke anak sungai. Apa yang disampaikan perusahaan, tidak mencerminkan data dari aliansi. Masa perusahaan sebesar itu tidak bisa beli drone untuk memberikan informasi ke pemerintah dan masyarakat.

"Masa perusahaan besar tidak bisa membeli drone," kata Budi.

Wakil ketua komisi III Basri Mansyur meminta dinas terkait mengkaji kembali pengawasan selama ini. 

"Mohon rapatkan kembali dan sampaikan ke DPRD laporannya. Kami tidak ingin ada lagi laporan pencemaran seperti ini," tegas Basri.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser harus rutin melapor. Jika ada perusahaan bandel, DPRD tidak segan menindaklanjuti izinnya agar direkomendasikan stop. Bisa melalui pergerakan politis sampai ke tingkat provinsi. Apalagi ada 16 perusahaan kelapa sawit di Paser. DLH harus memiliki kamera pengawas pemantau seperti CCTV. Hal ini sudah diminta sejak komisi III sidak ke sana. 

"Karena anak cucu kita yang akan menikmati aliran sungai ini ke depannya," ujar pimpinan rapat itu. 

Manajer Teknik PT MTSL Dian Juli Adianto membantah adanya dugaan tersebut. Menurutnya tidak ada pembuangan limbah di luar kolam Instansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik perusahaan.

"Tidak benar adanya dugaan pembuangan limbah itu," kata Dian.

Bahkan lanjut dia, selama ini limbah langsung di olah di IPAL dari enam kolam yang disediakan untuk menjadi pupuk. Dari pembahasan aliran air hujan yang bisa merembet tercampur dengan air limbah dan mengalir ke anak sungai, Dian menyebut hal itu berbeda jalur. Sudah ada saluran khusus dari air hujan untuk di alirkan ke parit dan ke anak sungai. Bahkan parit tersebut juga dipantau oleh perusahaan.

Sementara Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekkab Paser Ina Rosana mengatakan yang harus dilihat ialah IPAL. Bukan limpahan dari air hujan. IPAL menurutnya jadi potensi terbesar mengakibatkan dampak lingkungan. Dia meminta DLH membuka lagi dokumen pengelolaan lingkungan PT MTSL. Di sana semua tercantum kewajiban penanganan lingkungan semua perusahaan. Termasuk kapasitasnya. 

"Ekonomi, lingkungan dan sosial harus diperhatikan dalam konsep pembangunan dan operasional perusahaan," ujar Ina. Ada 16 pabrik kelapa sawit di Paser. Dalam pengawasan DLH harus terus kontinyu. (adv/jib)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Oktober 2021 21:41

Kantor Imigrasi Balikpapan Gelar Layanan Paspor Simpatik

BALIKPAPAN – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan pada Sabtu…

Sabtu, 23 Oktober 2021 18:43

DPRD Paser Bimtek di Kota Surabaya

TANA PASER  - Selama 4 hari, tepatnya 20 - 23…

Sabtu, 23 Oktober 2021 18:40

Hendra Wahyudi Lepas 7 Atlet Paser di Peparnas XVI Papua

TANA PASER - Kabupaten Paser mengirim 7 atlet paralympic yang…

Jumat, 22 Oktober 2021 15:49

Latih Kesiapsiagaan, Pertamina Beri Pelatihan Simulasi Bencana Banjir di Teritip

Balikpapan- Bersama iCare Balikpapan berkolaborasi dengan BPBD Kota Balikpapan dan…

Jumat, 22 Oktober 2021 15:38

Pertamina Gelar Edukasi Cuci Tangan dan Sikat Gigi untuk Anak Panti Asuhan

Balikpapan – Para pekerja yang tergabung dalam Agent of Change…

Jumat, 22 Oktober 2021 10:27

DPRD Akan Panggil OPD Terkait Penanganan Banjir

TANA PASER -  DPRD Paser menindaklanjuti aspirasi mahasiswa di Kabupaten…

Kamis, 21 Oktober 2021 18:49

1.000 Bingkisan Diserahkan untuk Pasien Wisma Atlet

JAKARTA – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI menyelenggarakan bakti…

Kamis, 21 Oktober 2021 08:55

Beri Manfaat untuk Ahli Waris, BPJS Ketenagakerjaan Beri Pelatihan

BALIKPAPAN - BPJS Ketenagakerjaan menggelar pelatihan kewirausahaan kepada ahli waris…

Rabu, 20 Oktober 2021 16:47

PLN UIW Kaltimra Lauching Kampus Yantek dan Gelar Peralatan

SAMARINDA- PT PLN (Persero) UP3 Samarinda menggelar dua rangkaian kegiatan…

Rabu, 20 Oktober 2021 16:45

Targetkan Sahkan 13 Perda Sampai Akhir Tahun

TANA PASER - Sampai Oktober 2021 ini, DPRD Paser telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers