Kak Seto Soroti Kasus Pencabulan Oknum Dosen di Balikpapan

- Selasa, 14 September 2021 | 22:30 WIB
-
-

BALIKPAPAN- Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi ikut menyorot kasus pencabulan yang melibatkan AL (44) dan P (14).

Profesi AL sebagai dosen membuat banyak pihak miris. Belum lagi, AL juga kerap menyuarakan perlindungan untuk perempuan dan anak lewat akun media sosial pribadinya.

“Kasus kekerasan seksual kepada anak selalu membuat kita semua marah. Tapi kita juga mesti membuat langkah pencegahan,” kata laki-laki yang akrab disapa Kak Seto ini.

Soal proses hukum, Seto mengaku sepenuhnya menyerahkan kepada pihak yang berwajib. Begitu juga dengan desakan untuk menghukum kebiri pelaku dan pemasangan chip.

“Kalau bisa ini kan sudah dilaksanakan hukuman kebiri maupun pemasangan chip kepada pelaku. Supaya ke depan tidak ada celah untuk melakukan kekerasan seksual kepada anak-anak,” beber dia.

Seto meminta semua pihak mulai memikrkan langkah pencegahan. Tujuannya, agar kasus serupa tak terulang pada masa depan. Salah satu opsi, adalah membentuk seksi perlindungan anak di tingkat RT maupun RW.

Pembentukan seksi khusus ini, kata Seto, bisa dilakukan lewat persetujuan kepala daerah. “Kalau di Balikpapan ingin dibentuk pastinya kita mendukung,” katanya.

Keberadaan seksi khusus ini, diteruskan dia, dapat meningkatkan kepedulian serta keterlibatan masyarakat sekitar. Baik dalam upaya pencegahan maupun pelaporan jika menemukan atau mencurigai ada kasus kekerasan pada anak yang ada di lingkungan RT-nya.

“Seksi khusus ini juga bisa aktif melakukan kampanya terkait pentingnya perlindungan terhadap anak di lingkungan RT. Begitu juga dengan sosialisasi UU perlindungan anak,” imbuh laki-laki 70 tahun ini.

Sejauh ini, sudah ada empat daerah yang memiliki seksi khusus perlindungan anak di tingkat RT. Mulai dari Tangerang Selatan, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Banyuwangi.

“Efknya dapat terasa. Di mana ada tren penurunan kasus kekerasan pada anak pada RT yang punya seksi khusus ini,” jelasnya.

Seto juga berharap peran aktif dari orang tua untuk menjaga anak. Sebab, banyak kasus juga bermula dari minimnya komunikasi anak dengan orang tua.

“Komunikasi yang baik juga mesti dibangun orang tua dengan anak-anaknya,” kata laki-laki kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini. (hul)

Editor: Wawan-Wawan Lastiawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

PLN dan PWI Kalteng Gelar Donor Darah

Kamis, 29 Februari 2024 | 10:23 WIB
X