BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN

ADVERTORIAL

Rabu, 04 Agustus 2021 12:59
PLN UIKL KALIMANTAN
PLTS Terapung Cirata Ditargetkan Beroperasi Komersial pada November 2022

Raih Pendanaan 3 Bank Internasional, Konstruksi PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Dimulai

Jakarta- Komitmen PT PLN (Persero) untuk meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi perbankan internasional. Salah satunya, melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang telah mencapai kesepakatan financial close pada 2 Agustus 2021.

Sindikasi tiga bank internasional yaitu Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), Societe Generale dan Standard Chartered Bank siap mendanai pembangunan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara ini dengan nilai sekitar USD 140 juta. Ditargetkan, PLTS berkapasitas 145 MWAc tersebut akan beroperasi komersial (Commercial Operation Date/COD) pada November 2022.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini menyampaikan, pencapaian tahap financial close ini merupakan hasil dukungan penuh PLN sebagai pembeli listrik PLTS Cirata dan PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali), selaku induk dari PT PJB Investasi (PJBI) dan Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PT PMSE).

Zulkifli pun optimistis pembangkit ramah lingkungan ini bisa beroperasi komersial sesuai jadwal pada akhir 2022. Kehadiran dari PLTS Terapung Cirata akan menjadi revolusi pengembangan EBT di dalam negeri, mengingat pembangkit listrik ini dapat mengimbangi 214.000 ton emisi karbon dioksida.

Pembangunan proyek strategis nasional yang juga masuk dalam pilar "GREEN" transformasi PLN ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencapaian target bauran energi baru terbarukan nasional sebesar 23 persen pada 2025. "Keberhasilan pengembangan proyek ini, ke depannya diharapkan akan mendorong proyek-proyek terobosan di bidang EBT dengan harga yang kompetitif,” ungkap Zulkifli.

Diketahui, harga tenaga listrik dari PLTS ini cukup kompetitif, yakni sebesar USD 5,8 Cent / kilowatt hour (kWh).

Adapun, PLTS Terapung Cirata akan dijalankan oleh PMSE (Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi) yang merupakan Project Company hasil bentukan dari konsorsium cucu usaha PLN, yaitu PJBI dengan porsi saham 51 persen dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab, Masdar dengan porsi saham 49 persen.

Selain dari sisi pengembangan EBT, PLTS Terapung yang ditargetkan bisa menghasilkan energi 245 juta kWh per tahunnya ini memegang peranan penting dalam elektrifikasi dan sisi pengembangan Sumber Daya Manusia. Pembangkit yang menempati area seluas kurang lebih 200 hektare di Waduk Cirata ini akan memasok listrik untuk 50.000 rumah serta menyerap tenaga kerja hingga 800 orang.

Direktur Utama PT PJB Gong Matua Hasibuan, menyampaikan rasa bangganya atas kerja keras dari PJBI dan Masdar yang berkolaborasi dengan sangat baik. Sehingga proses pendanaan atas proyek ini didapatkan dalam waktu yang tepat.

Dia juga menyampaikan rasa terima kasih untuk para _stakeholder_ yang telah mendukung proyek ini, khususnya kepada kementerian terkait, pemerintah daerah setempat dan seluruh pihak yang telah terlibat.

"Kami optimistis sinergi yang sangat baik bersama para _stakeholder_ dapat terus ditingkatkan, sehingga proyek ini mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pengembangan bisnis EBT di Indonesia,” ujar Gong Matua Hasibuan.

Dia berharap, kehadiran proyek ini dapat menjadi pionir dan mampu menyulut pengembangan PLTS Terapung yang dapat dikembangkan di waduk lain di wilayah Indonesia. 

Sejak penandatanganan kontrak jual beli listrik ( Power Purchase Agreement /PPA) pada 12 Januari 2020 lalu, Proyek PLTS Apung terbesar di Asia Tenggara ini terus memperoleh dukungan dari berbagai stakeholder. 

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury mengatakan, sebagai proyek strategis nasional, PLTS Terapung Cirata diharapkan dapat menjadi percontohan untuk pengembangan pembangkit EBT di daerah lain. Agar Indonesia dapat mencapai target bauran EBT 23 persen di 2025, serta mendukung upaya pengurangan emisi secara signifikan.

Selain kerja sama internasional, PLTS Terapung Cirata ini merupakan kerja sama pendirian perusahaan patungan antara BUMN Indonesia, PLN, dengan perusahaan milik negara Uni Emirat Arab, Masdar.

"Proyek ini semoga dapat menjadi pondasi dalam memperkuat kerja sama di antara kedua negara. Selain diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan kerja maupun mengangkat ekonomi regional. PLTS Terapung Cirata diharapkan dapat menjadi pembelajaran, transfer teknologi dalam pengembangan EBT, dari salah satu _global leader_ pembangkit EBT dari Uni Emirat Arab," ungkap Pahala.

Selain proyek ini, masih cukup banyak proyek strategis yang dikembangkan oleh PLN dalam hal pengembangan EBT, termasuk upaya untuk melakukan perubahan pembangkit berbahan bakar fosil ke EBT. Tidak lupa, Pahala berharap setelah proses ini, implementasi ke depan lancar, sehingga _stakeholder_ bisa melihat PLTS Terapung Cirata sebagai proyek strategis nasional yang dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya.

Turut hadir dalam acara Deklarasi _Financial Close_, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Imam Soejoedi, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, serta Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab H.E., Husin Bagis. (mra/pro5/adv) 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 16 September 2021 20:26

Total Aset Negara yang Berhasil Diamankan PLN UIP Kalbagtim Senilai Rp 27,1 Miliar

Balikpapan – Sinergisitas serta kolaborasi antara PT PLN (Persero) dengan…

Kamis, 16 September 2021 20:16

BI Balikpapan Kembali Gelar Gerakan Wanita Matilda 2021

BALIKPAPAN-KPw BI Balikpapan kembali menggelar program Gerakan Wanita Matilda (GWM)…

Kamis, 16 September 2021 19:30

Kantor Imigrasi Balikpapan Lakukan Pemeriksaan Jaringan Listrik dan Fasilitas Penanggulangan Kebakaran

BALIKPAPAN – Sebagai bentuk pencegahan terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik,…

Kamis, 16 September 2021 19:27

Dua Ratus Warga Binaan Rutan Balikpapan Dapat Vaksinasi

BALIKPAPAN- Dalam rangka mendukung percepatan program pemerintah dan Instruksi Presiden…

Kamis, 16 September 2021 16:38

137 Siswa Terima Beasiswa Astra Cerdas, Disdikbud: PT BIM-PPS Paling Peduli Pendidikan

TANA PASER - Bergulirnya tahun ajaran baru menjadi momen bagi…

Kamis, 16 September 2021 09:46

Penyertaan Modal untuk Perumda Manuntung Masih Rp 12 M

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan memberikan dana penyertaan modal untuk perusahaan…

Kamis, 16 September 2021 09:44

Defisit Tertutupi SILPA, Program Prioritas Bakal Jalan

BALIKPAPAN – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Balikpapan melakukan rapat bersama…

Kamis, 16 September 2021 09:36

Anggaran Disporapar Rp 3 M, Pembenahan Pantai Manggar

BALIKPAPAN – Komisi II DPRD Balikpapan sepakat mengusulkan anggaran Rp…

Kamis, 16 September 2021 09:34

Realisasi Pajak Daerah 70 Persen, Optimistis Capai Target

BALIKPAPAN – Berdasarkan rapat dengar pendapat dengan BPPDRD, Komisi II…

Kamis, 16 September 2021 09:33

Komisi II Sepakati Semua Anggaran OPD

BALIKPAPAN – Organisasi perangkat daerah (OPD) yang merupakan mitra Komisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers