BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Rabu, 05 Mei 2021 18:22
Viral Foto Rencana Lokasi Penyekatan di Media Sosial, Dirlantas : Itu Data Dua Minggu Lalu
Foto rencana pos penyekatan yang viral di media sosial. (Istimewa)

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN – Pengawasan larangan mudik lebaran yang berlaku pada tanggal 6-17 Mei 2021, dilakukan bersamaan dengan Operasi Ketupat dari pihak kepolisian. Total sebanyak 131 pos pengawasan disiapkan sebagai antisipasi lolosnya pemudik dari jalur manapun.

Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Singgamata, mengungkapkan, dari 131 tersebut terdiri dari empat pos penyekatan batas Provinsi, 74 pos pengamanan, 32 pos pelayanan, dan 21 pos terpadu. Dari banyaknya pos tersebut, nantinya personil terbanyak akan ditempatkan di bagian penyeberangan, seperti di batas Provinsi dan pelabuhan.

“Kami di Polda Kaltim, total keseluruhan personil ada 1.260 personil. Kalau untuk penempatan personil, kami bervariasi tergantung keramaiannya. Tapi yang pasti gabungan,” ujarnya, saat dihubungi oleh PROKAL.co, Rab (5/5).

Lanjut dia, penempatan personil gabungan nantinya akan difokuskan di empat titik pos penyekatan batas Provinsi, sebagai antisipasi pemudik dari luar kota. Sedangkan untuk di pos pengamanan antar Kabupaten/Kota juga akan dijaga oleh personil gabungan, namun lebih lengkap dengan adanya pemeriksaan rapid antigen.

“Kami juga sudah koordinasi dengan Kadinkes Provinsi terkait penyediaan rapid test. Jadi kabupaten/kota kalau kekurangan rapid antigen, sudah ada ready stock,” kata dia.

Sementara itu, terkait lokasi-lokasi pos yang sempat beredar di media sosial, Kombes Pol Singgamata menuturkan, data tersebut belum pasti. Karena itu merupakan data dari dua minggu lalu.

“Nanti diupdate lagi dari semua Polres yang ada di Kaltim. Mungkin ada pertimbangan digeser atau tambahan lainnya, itu terserah dari Kapolresnya,” tutupnya.

Sebelumnya, sebuah foto rencana lokasi penyekatan di Kaltim beredar di media sosial. Saat media ini menelusuri, data yang beredar itu sudah berubah dengan data yang disampaikan oleh Dirlantas Polda Kaltim saat ini, yakni dari total 64 pos pengawasan menjadi 131 pos pengawasan. (rin/pro)


BACA JUGA

Selasa, 22 Juni 2021 05:53

Bangun Pipa Induk IKN, Pusat Guyur Rp 27 Miliar

PENAJAM-Demi menunjang kebutuhan air bersih di kawasan ibu kota negara…

Senin, 21 Juni 2021 08:41

Sukses, Halal Bihalal dan Family Gathering YRFI Kaltimtara

Kukar- Pandemi Covid-19 benar-benar menghantam semua sektor kehidupan tanpa terkecuali.…

Minggu, 20 Juni 2021 17:12

IKA UNPAD Kaltim Apresiasi Keberadaan Info Bencana Kota Balikpapan

BALIKPAPAN– Untuk meningkatkan rasa kebersamaan, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran…

Sabtu, 19 Juni 2021 14:00

Pertamina Hulu Mahakam Kembangkan Inovasi Teknologi HEX Straddle Packer

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator di…

Sabtu, 19 Juni 2021 10:51

Kill Covid Bantu Percepatan Vaksinasi di Balikpapan, Dapat Jatah 10 Ribu Dosis

BALIKPAPAN-Program percepatan vaksinasi Covid-19 di Kota Beriman terus berlanjut. Pagi…

Rabu, 16 Juni 2021 20:08

Dampak e-Commerce untuk Ekonomi Indonesia

Oleh: Nirana Elvaza Azzahyra Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah dari Balikpapan …

Rabu, 16 Juni 2021 12:42

Ini Lima Keuntungan Menggunakan Motor 125 CC

Jakarta – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (PT YIMM) sebagai…

Selasa, 15 Juni 2021 20:56

Jajal Yamaha WR 155R On Road, Motor Trail Tangguh dan Irit

BALIKPAPAN - Yamaha cukup menguasai berbagai lini kendaraan sepeda motor,…

Senin, 14 Juni 2021 09:25

Pertahankan Karakter XSR 155, Dukung Hobi Touring ke Alam

Hasil karya custom motor XSR 155 dari Yard Built Indonesia…

Jumat, 11 Juni 2021 21:00

Pasca Operasi, Galang Hendra Bertekad Tampil Baik dan Meraih Poin di WorldSSP Misano

Seri lanjutan balap World Supersport (WorldSSP) akan diselenggarakan di Sirkuit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers