BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN | ROAD TO 2024

ADVERTORIAL

Jumat, 30 Oktober 2020 16:48
Ekonomi Keuangan Syariah, Raksasa Tidur dari Indonesia
KEUANGAN SYARIAH : Pjs Gubernur Kaltara, Teguh Setyabudi saat mengikuti Opening Ceremony ISEF 7th, Rabu (28/10).

TANJUNG SELOR - Presiden RI, Joko Widodo meyakinkan bahwa ekonomi dan keuangan syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Ini lantaran, hal tersebut tidak hanya diminati oleh negara dengan mayoritas penduduk muslim tetapi juga oleh negara-negara lain seperti Jepang, Thailand, Inggris dan Amerika Serikat. Ini disampaikan Pjs Gubernur Kaltara, Teguh Setyabudi mengutip pernyataan Presiden pada Opening Ceremony ISEF 7th “Mutual Empowerment in Accelerating Sharia Economic Growth”, Rabu (28/10).

Lebih jauh, Presiden juga menyebutkan, Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harus menangkap peluang ini, dengan mendorong akselerasi percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia maju dan upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global.

"Presiden juga menyampaikan bahwasanya pemerintah juga telah memiliki komite nasional ekonomi dan keuangan syariah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah dengan strategi besar melakukan penguatan halal value chains, penguatan keuangan islam, penguatan usaha mikro, kecel dan menengah, penguatan ekonomi digital," urainya.

Penyelenggaraan ISEC ini, dapat menjadi momentum untuk membuat peta jalan yang jelas dan detil menentukan langkah-langkah konkret yang segera harus dilakukan dalam pengembangan ekonomi dan industri keuangan Syariah.

"Presiden memastikan, industri keuangan syariah adalah raksasa yang sedang tidur, saat ini pemerintah memiliki konsen besar untuk membangkitkan raksasa ini, salah satunya dengan membangun satu bank syariah terbesar di Indonesia. Sederhananya, semua aset bank syariah milik negara akan dilebur menjadi satu untuk melahirkan bank syariah raksasa," jelasnya. Total 3 aset bank syariah BUMN yaitu BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah sampai semester pertama 2020 adalah Rp 214 triliun, sebuah angka yang besar.

Di lain sisi, pemerintah juga terus mengembangkan bank wakaf mikro di berbagai tempat, bekerjasama dengan pondok - pondok pesantren maupun organisasi - organisasi keagamaan. "Presiden berharap kedepan industri keuangan syariah dapat menjadi  instrumen keuangan alternatif untuk memajukan ekonomi rakyat," ungkapnya.

Pengembangan ekonomi syariah yang berbasis sektor year, padat karya dan industri halal juga sangat potensial untuk memperluas penyerapan tenaga kerja dan membuka peluang usaha baru. "Negara kita, termasuk Kaltara tentunya punya banyak produk halal unggulan, produk makanan, kosmetik juga fashion. Bahkan, Presiden meyakin bahwa untuk fashion, kita punya cita-cita menjadi pusat fashion muslim terbesar di dunia," tuturnya.

"Sayangnya, potensi yang besar dalam industri halal ini juga belum dimanfaatkan dengan baik, belum kita manfaatkan dengan baik. Untuk itu, Presiden meminta agar upaya pengembangan yang integratif dan komprehensif perlu terus dilakukan, ekosistem industrinya perlu dibenahi, regulasinya harus dan efisien, sdm-nya juga harus dipersiapkan dengan baik," jelasnya.

Arahan terakhir Presiden, kata Teguh adalah, Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk Islam terbesar di dunia, diharapkan dapat  menjadi centre of excellent ekonomi syariah di tingkat global.(humas/pro)


BACA JUGA

Senin, 30 Januari 2023 19:40
Bantu Aruna Dukung Fokus Kemenkes

Yayasan Maritim Adakan Agenda Sosial di Hari Gizi Nasional

Jakarta-  Kementerian Kesehatan RI mengusung tema “Protein Hewani Cegah Stunting”…

Sabtu, 28 Januari 2023 20:00

Berbagi Kebahagiaan dengan Anak-anak Penyintas Gempa Cianjur, Pegawai PLN Mengajar di Sekolah Darurat

  CIANJUR – PT PLN (Persero) melaksanakan program PLN Mengajar…

Selasa, 24 Januari 2023 20:08

Kopi Aranio Binaan PLN Peduli Jadi Buah Tangan Favorit Turis di Bandara Syamsudin Noor

  KOPI Aranio binaan PLN Peduli ramai diminati turis untuk…

Selasa, 24 Januari 2023 18:44

Tingkatkan Jumlah Kepesertaan, BPJAMSOSTEK Cabang Balikpapan Turun Langsung ke Pedagang Pasar Klandasan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Balikpapan mengakuisisi…

Jumat, 20 Januari 2023 18:40

BPJAMSOSTEK Cabang Balikpapan Terus Kampanyekan Program Kerja Keras Bebas Cemas

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Cabang Balikpapan…

Jumat, 20 Januari 2023 10:48

Berbincang dengan Tiyan, Punggawa PLN Penjaga Terang Selama Natal dan Tahun Baru 2023

  Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 menjadi momen…

Kamis, 19 Januari 2023 20:10

Tingkatkan Ketajaman dan Kenyamanan Dalam Proyeksi Proyektor, Simak Rekomendasi Terbaiknya!

Jakarta – Selain berfungsi sebagai penunjang kegiatan bisnis maupun pendidikan…

Kamis, 19 Januari 2023 20:07

Relawan Santri Dukung Ganjar Serahkan Bantuan untuk Majelis Taklim di Samarinda

Samarinda - Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Wilayah Kalimantan Timur…

Kamis, 19 Januari 2023 18:37

PLN Tingkatkan Keandalan Listrik di Kalbar Jelang Imlek dan Cap Go Meh 2023

  PT PLN (Persero) pastikan pasokan listrik di Kalimantan Barat…

Kamis, 19 Januari 2023 00:04

Dukung Pemulihan Pascagempa Cianjur, PLN Alirkan Penyambungan Listrik Sementara di Huntara

  CIANJUR – PT PLN (Persero) terus bersiaga menjaga kelistrikan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers