BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN | ROAD TO 2024

RAGAM

Minggu, 18 Oktober 2020 04:47
Meningkatkan Food Security melalui Modernisasi Pangan untuk Pengembangan Sosial-Ekonomi Masyarakat Talisayan
Miftakhur Rohmah

 

Oleh: Unis Sagena, Miftakhur Rohmah, dan Anton Rahmadi

 

SEBAGAI pintu gerbang pembangunan bagian utara di Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Berau dikenal sebagai kabupaten yang  memiliki destinasi pariwisata berdaya tarik tinggi.

Talisayan sendiri merupakan sebuah kecamatan di Berau, yang beberapa tahun terakhir ini semakin dikenal sebagai  primadona untuk wisata laut.

Jaraknya hanya sekitar dua jam dari destinasi wisata favorit lainnya di Berau yaitu Labuan Cermin dan dekat dengan kawasan wisata Pantai Biduk-Biduk dan Kepulauan Derawan.

Unis Sagena

 

Dengan posisinya yang strategis itu dan sebagai wilayah pesisir yang berbatasan  langsung dengan laut, Kecamatan Talisayan memiliki potensi yang cukup besar sebagai pemasok oleh-oleh wisata laut. Hasil ikan yang melimpah merupakan bahan baku yang dapat dimanfaatkan oleh warga  pengolah pangan berbahan ikan.

Hal itu bisa meningkatkan mata pencaharian warga Kecamatan Talisayan yang mayoritas adalah nelayan, dengan mengembangkan produk-produk pangan hasil laut yang bernilai sosial-ekonomi tinggi, dengan cara menonjolkan kekhasan atau keunikan lokal yang bisa dijadikan buah tangan atau oleh-oleh bagi wisatawan.

Pengembangannya juga dapat dijadikan sebagai komoditas perdagangan di kabupten-kota lainnya, termasuk menjadi komoditas ekspor-impor berdaya saing tinggi.

Alasan inilah yang mendasari pemilihan Kecamatan Talisayan sebagai sasaran pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh LP2M, Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, melalui kegiatan diseminasi hasil teknologi penelitian tahun 2020.

Sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok masyarakat pengelola UMKM yang dimotori oleh ibu rumah tangga (IRT) dan remaja putri sebagai salah satu penggerak perekonomian keluarga dan masyarakat. 

 Dalam kunjungan awal ke lokasi tersebut, tim peneliti dan pengabdi melakukan pertemuan dan dialog awal dengan dua pengelola UMKM. Yakni, UMKM Teratai (pengolah aneka ikan kering asin) dan UMKM Mawar  (pengolah pangan bahan ikan).

Beberapa kreasi pangan yang  menjadi produk andalan mereka antara  lain kerupuk ikan, mpek-mpek ikan, tahu bakso, pentol ikan, dan abon ikan. 

Dialog juga dilakukan bersama warga Kampung Eka Sapta  sebagai penghasil jagung yang dalam satu tahun bisa tiga kali panen.

Sayangnya, dengan jumlah produksi yang sangat tinggi di kampung tersebut, sampai saat ini tidak ada masyarakat yang memproduksi olahan pangan berbahan baku jagung. 

Untuk mengatasi masalah dan tantangan UMKM tersebut, dibutuhkan modernisasi produk pangan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Modernisasi yang dimaksudkan di sini adalah penerapan metode dan alat-alat teknologi yang  lebih maju, up to date, memudahkan proses produksi, dan adaptif terhadap kebutuhan produsen maupun konsumen pangan.

Dengan kata lain, modernisasi adalah suatu pembaharuan melalui pola baru yang dianggap lebih mutakhir untuk menggantikan pola sebelumnya yang lebih tradisional, baik dari segi metode, peralatan maupun strategi yang dituangkan dalam beberapa kegiatan aplikatif.

Aplikasinya antara lain, pertama, mengembangkan produksi UMKM  melalui pelatihan keterampilan diversifikasi produk sebagai alternatif ekonomi bagi masyarakat. Kedua, pendampingan dan pelatihan terkait standar sanitasi dan kebersihan pengolahan produk yang baik dan benar, mulai dari bahan awal sampai bahan akhir yang siap dijual.

Ketiga, pendampingan teknik mengolah produk ikan dan jagung danturunannya sehingga menjadi produk lokal kampung yang baik dan bisa dipasarkan hingga keluar daerah. Keempat, pelatihan teknik pengemasan dan pelabelan yang baik, benar dan menarik.

Pengemasan dan pelabelan itu sangat penting untuk meningkatkan omset penjualan dan agar dikenal sebagai identitas produk kampung Talisayan untuk bisa lebih dikenal oleh masyarakat lain secara luas sehingga dapat meningkatkan devisa daerah sebagai sentra wisata di Kabupaten Berau.

Modernisasi produk pangan tersebut juga sesuai dengan visi-misi Unmul dalam mengembangkan temapokok penelitian dan pengabdian masyarakat yaitu integrated sustainable tropical rainforest ecosystem-based development.

Terdapat lima bidang kajian yang menjadi wilayah kreatif inovatif yang meliputi lima bidang unggulan, salah satunya adalah ketahanan pangan. Khusus untuk unggulan di bidang pangan, wilayah kreatif inovatif meliputi pemanfaatan potensi pangan lokal tropikal basah berbasis diversifikasi pangan.

Secara teoritis, diversifikasi pangan adalah usaha yang sangat penting karena penganekaragaman jenis pangandibutuhkan untuk menghindari ketergantungan pada salah  jenis pangan tertentu saja.

Kebergantungan pada salah satu jenis pangan saja bisa menimbulkan kerawanan dan ketidakamanan apabila terjadi gangguan atau ancaman terhadap ketersediaan pangan, baik yang disebabkan oleh alam (seperti bencana)  maupun manusia  (seperti konflik atau krisis ekonomi). 

Salah satu solusi menghadapi skenario tersebut adalah melalui diversifikasi pangan sebagai strategi untuk mencapai  ketahanan atau keamanan pangan (food security).

Secara sederhana, konsep food security itu dapat didefinisikan sebagai situasi ketersediaan  bahan pangan yang memenuhi kebutuhan individu ataupun kelompok masyarakat di suatu wilayah, pun negara.

Situasi ketersediaan yang dimaksud tersebut adalah ketika semua orang, di setiap saat, memiliki akses terhadap pangan secara memadai, baik  secara fisik, sosial dan ekonomi.  (far/pro) 


BACA JUGA

Rabu, 07 Desember 2022 14:42

BNPT Minta Kewaspadaan Ditingkatkan Paska Bom Bunuh Diri di Bandung

JAKARTA-Serangan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa…

Rabu, 07 Desember 2022 14:32

Satu Polisi Meninggal Karena Bom Bunuh Diri Bandung

BANDUNG-Polri menyampaikan perkembangan terbaru terkait bom bunuh diri Polsek Astana…

Rabu, 07 Desember 2022 09:45

Yamaha Motor Hadirkan Gagasan Visi Safety “Jin-Ki Kanno dan Jin-Ki Anzen” untuk Meningkatkan Keselamatan Berkendara

Yamaha Motor Co., Ltd menghadirkan gagasan baru dalam hal visi…

Selasa, 06 Desember 2022 21:25

Guru Didorong Lebih Kreatif dan Inovatif agar Relevan dengan Kebutuhan Siswa

SEMARANG−Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta kepada seluruh guru di…

Selasa, 06 Desember 2022 09:38

Ratusan Biker Rayakan Puncak Maxi Yamaha Day 2022 di Gunung Ijen

Banyuwangi – Setelah sukses terselenggara di 9 kota besar di…

Selasa, 06 Desember 2022 02:25

Peringatan HUT ke-72 Polairud di Kaltim, Tampilkan Simulasi Pengamanan Jalur Logistik IKN

  BALIKPAPAN-Kapolda Kaltim Irjen Imam Sugianto memimpin langsung upacara peringatan…

Senin, 05 Desember 2022 15:56

Di- Support Yamaha, Pebalap-Pebalap Kaltim Tampil Hebat pada Porprov VII di Berau

BERAU – Pebalap-pebalap Kaltim unjuk gigi membela daerahnya masing-masing di…

Senin, 05 Desember 2022 15:54

Astra Motor Kaltim 1 Berikan Promo Bobol Akhir Tahun bareng Honda

Balikpapan – Selalu memberikan promo disetiap kegiatanya adalah salah satu…

Senin, 05 Desember 2022 14:56

Proyek Gedung Galeri UMKM Kaltim Diduga Bikin Rumah Warga Retak

BALIKPAPAN-Sejumlah rumah milik warga Jalan Marsma R Iswahyudi, RT 09,…

Sabtu, 03 Desember 2022 21:51

Dukung Pembangunan dan Persiapan Pelayanan Logistik, Direksi PT Pos Indonesia Kunjungi IKN Nusantara

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi melihat langsung…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers