BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Minggu, 26 Juli 2020 18:53
PGRI Putuskan Tidak Bergabung POP
Foto: ilustrasi guru (jawapos.com)

PROKAL.CO,

JAKARTA--Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memutuskan bahwa tidak bergabung dengan Program Organisasi Penggerak (POP) yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi mengungkapkan, keputusan ini diambil berdasarkan hasil Rapat Koordinasi bersama Pengurus PGRI Provinsi Seluruh Indonesia, Perangkat Kelengkapan Organisasi, Badan Penyelenggara Pendidikan dan Satuan Pendidikan PGRI yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 23 Juli 2020 lalu.

"Program ini disambut baik oleh PGRI dan kami sangat bersungguh-sungguh mengajukan proposal untuk mengikuti serangkaian seleksi yang sangat ketat. Kami dengan sungguh-sungguh menyampaikan berbagai dokumen dan track record kami dalam memajukan pendidikan utamanya melalui program peningkatan kompetensi guru dan tenaga pendidikan.

Namun, dalam perjalanan waktu, dengan mempertimbangkan beberapa hal, menyerap aspirasi dari anggota dan pengurus dari daerah, kami memutuskan untuk tidak bergabung," tegas Unifah dalam keterangan persnya kepada Prokal, Minggu (26/7).

Unifah membeberkan beberapa pertimbangan  yang disimpulkan dalam hasil rapat tersebut. Di antaranya, dengan kondisi Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan berbagai sektor kehidupan termasuk dunia pendidikan, serta sejalan dengan arahan Bapak Presiden RI bahwa semua pihak harus memiliki sense of crisis, maka PGRI memandang bahwa dana yang telah dialokasikan untuk POP akan sangat bermanfaat apabila digunakan untuk membantu siswa, guru/honorer, penyediaan infrasturktur di daerah khususnya di daerah 3 T demi menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) di era pandemi ini.

"PGRI memandang perlunya kehati-hatian dalam penggunaan anggaran POP yang harus dipertanggungjawabkan secara baik dan benar berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah. Mengingat waktu pelaksanaan yang sangat singkat, kami berpendapat bahwa program tersebut tidak dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien, serta menghindari berbagai akibat yang tidak diinginkan di kemudian hari," tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 09 Februari 2021 10:01

KSPN dan KSBSI Soal Kasus BPJAMSOSTEK, Begini Tanggapan Sarbumusi..

JAKARTA –   Penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI terhadap…

Kamis, 17 Desember 2020 22:49

Industri Sawit Mampu Bertahan Ditengah Pandemi COVID-19, Eddy : "Tahun 2021 Tantangan Semakin Besar"

BALIKPAPAN - Ditengah kondisi sulit menghadapi pandemi COVID-19, pengelolaan industri…

Selasa, 03 November 2020 09:23

Anggota Moge Pukuli TNI, Ahmad Sahroni; Arogan dan Sok Hebat di Jalan Harus Ditindak Tegas

JAKARTA: Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai…

Jumat, 11 September 2020 14:33

Mengembalikan Khitah ICJS

RENCANA pembahasan RUU Kejaksaan sebagai revisi atas Undang-Undang Nomor 16…

Minggu, 26 Juli 2020 18:53

PGRI Putuskan Tidak Bergabung POP

JAKARTA--Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memutuskan bahwa tidak bergabung dengan…

Senin, 01 Juni 2020 23:15

Makna Pancasila di Tengah Pandemi

HARI ini merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Yaitu diperingatinya…

Sabtu, 02 Mei 2020 18:32

Rhenald Kasali : Guru Jangan Cemas Karena "Gaptek"

JAKARTA--Pandemi infeksi virus Covid-19 yang terjadi saat ini secara tidak…

Sabtu, 02 Mei 2020 17:52

Pandemik Covid-19, Guru Diminta Adaptif dengan Teknologi

JAKARTA--Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di masa pandemi…

Kamis, 30 April 2020 15:45

Angin Segar Lembaga Pendidikan

BALIKPAPAN–Komisi X DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers