BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Minggu, 17 Mei 2020 14:08
Emosi Meledak-Ledak, Tanda Kesehatan Mental yang Tidak Stabil?

PROKAL.CO, Halodoc, Jakarta – Meluapkan kekecewaan dengan amarah bukan menjadi sesuatu hal yang salah dilakukan. Sebaliknya, memendam emosi dan amarah akan menimbulkan terjadinya gangguan kesehatan pada tubuh kamu, lho. Nah, meski baik dilakukan tapi  emosi dan amarah tetap perlu dikendalikan, ya.

Meluapkan emosi dan amarah boleh saja, yang perlu diperhatikan adalah emosi tidak boleh dibiarkan hingga meledak-ledak. Emosi yang meledak-ledak sering dikaitkan dengan salah satu tanda kesehatan mental tidak stabil. Terlebih jika emosi tersebut muncul karena hal yang sepele dan tidak membutuhkan penyelesaian yang rumit.

Tak sebatas berkata-kata kasar, seseorang yang meledak-ledak emosinya juga cenderung akan berlaku kasar kepada orang lain, seperti misalnya memukul atau menendang. Inilah mengapa sering sekali terjadi tindak kekerasan dalam rumah tangga atau terhadap pasangan.

Lalu, benarkah emosi yang meledak-ledak adalah tanda mental tidak stabil?

Ya. Memang benar, seseorang yang marah atau emosi berlebih pasti sedang mengalami berbagai hal yang mengganggu kesehatan mentalnya. Kondisi ini lebih sering dikaitkan dengan banyaknya beban pikiran, yang menjurus pada terjadinya stres dan depresi.

Pada kasus terjadinya kekerasan akibat luapan emosi yang tak terkendali, terjadi ketidakseimbangan hormon serotonin pada otak pengidap. Inilah mengapa seseorang yang melakukan kekerasan selalu dikaitkan dengan depresi, karena memunculkan gejala yang sama.

Apa Saja yang Membuat Emosi Seseorang Tak Terkendali?

Mengapa emosi seseorang menjadi tak terkendali dan membuat mereka marah hingga meledak-ledak? Beberapa penyebabnya adalah sebagai berikut:

  1. Kurang Tidur

Tidur menjadi waktu tubuh dan otak beristirahat. Agar energi tubuh bisa kembali sepenuhnya, tubuh perlu beristirahat dan tidur selama kurang lebih delapan jam. Meski demikian, masih banyak orang yang menyepelekan waktu tidur dengan sering begadang. Akibatnya, tubuh pun akan kurang fit, lesu, dan kepala yang sering pusing. Rasa lelah tubuh ini akan membuat seseorang menjadi emosional.

  1. Kondisi Tubuh

Sama seperti kurang tidur, tubuh yang sedang tidak sehat pun bisa memicu seseorang menjadi lebih emosional. Hal ini disebabkan karena tubuh sedang tidak nyaman untuk beraktivitas, dan kamu pasti akan menjadi mudah marah dan tersinggung jika ada hal-hal yang semakin membuat kondisi kamu tidak nyaman.

  1. Stres

Tidak dapat dimungkiri jika stres adalah penyebab utama seseorang memiliki emosi yang tidak stabil dan cenderung berlebihan. Ada banyak hal yang memicu terjadinya stres, mulai dari masalah pribadi, pekerjaan, finansial, dan masih banyak lagi. Sebelum menjadi lebih parah, stres tentu perlu ditangani.

Bagaimana Cara Mengatasi Emosi yang Meledak-Ledak?

Meski disebut sebagai salah satu tanda mental tidak stabil, bukan berarti emosi yang meledak-ledak tidak bisa diatasi, ya. Nah, beberapa cara berikut ini mungkin bisa kamu coba supaya emosi kamu tidak berlebihan.

  1. Menarik Nafas Dalam Berulang Kali

Saat emosi kamu sudah tak bisa lagi ditahan, cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah menarik nafas sedalam mungkin berulang kali. Cara ini disinyalir dapat menurunkan tekanan darah sekaligus obat penenang alami. Menarik nafas dalam dan berulang-ulang akan membuat kamu lebih rileks.

  1. Jangan Dendam

Alih-alih marah dan mengutamakan emosi, lebih baik kamu membuang jauh-jauh dendam yang ada di dalam hati kamu. Bahkan, akan jauh lebih baik jika kamu langsung memaafkan dan berpikir bahwa tak semua orang akan bersikap seperti yang kamu mau. Memelihara dendam justru akan membuat kamu merasa tidak adil terus-menerus.

  1. Berpikir sebelum Berbicara

Saat sedang diliputi emosi dan kemarahan, kamu cenderung akan bicara semaunya tanpa memikirkan efek baik atau buruknya. Mulai saat ini, semarah apa pun kamu, sebaiknya pikirkanlah baik-baik ucapan kamu sebelum kamu mengutarakannya. Asal bicara justru akan membuat suasana semakin keruh dan “panas”.

 

Nah, sekarang kamu sudah tahu kalau emosi yang berlebihan adalah salah satu tanda mental tidak stabil. Kalau kamu merasa diri kamu mengalaminya, segera tanyakan solusinya pada dokter ahli melalui fitur live chat yang ada di aplikasi di Halodoc . Selain tanya dokter, Halodoc juga menyediakan fitur cek lab dan apotik antar.

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 14:32

Bupati Serahkan BLT ke Warga Miskin yang Terdampak

Bentuk kepedulian Pemkab Mahakam ulu (Mahulu) dalam meringankan beban masyarakat terdampak…

Jumat, 29 Mei 2020 14:30

Bupati Pimpin Rakor Evaluasi Gugus Tugas Covid-19

UJOH BILANG–Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh memimpin rapat koordinasi (rakor)…

Jumat, 29 Mei 2020 04:41

Berbuat Kejahatan Lagi, SK Asimilasi Lima Napi Dicabut

BALIKPAPAN - Hingga saat ini, tercatat sudah 120 orang warga…

Jumat, 29 Mei 2020 04:27

Waduuw.. Balikpapan Belum Bisa Terapkan New Normal, Ini Alasannya..

BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan soal skenario…

Selasa, 26 Mei 2020 03:59

673 Warga Binaan di Lapas Klas 2A Balikpapan Terima Remisi

BALIKPAPAN - Sebanyak 673 orang warga binaan yang berada di…

Minggu, 24 Mei 2020 03:49

Aktif Memutus Mata Rantai Covid-19, Pemkot Balikpapan Apresiasi Relawan Banda Indonesia

BALIKPAPAN- Kerja keras tim covid - 19 Relawan Banda Indonesia…

Kamis, 21 Mei 2020 20:39

Karyawan Jamkrindo Donasikan Miliaran Rupiah untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Balikpapan – Direksi dan karyawan/ti PT Jamkrindo serta anak usahanya,…

Rabu, 20 Mei 2020 20:35

Rahmad Mas'ud Apresiasi Kegiatan Banda Indonesia Kota Balikpapan Membantu Masyarakat

BALIKPAPAN- Keberadaan relawan Bantuan Darurat (Banda) Indonesia Kota Balikpapan mendapat…

Rabu, 20 Mei 2020 17:11

Kunjungi Batuah, Bupati Senang BLT Tersalurkan

SAMARINDA- Mimik wajah Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah terlihat senang…

Rabu, 20 Mei 2020 16:02

Warga Bantu Warga ala RT 58 Kelurahan Graha Indah

AKSI warga RT 58, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara,…

Buka Lagi Mulai 2 Juni, Pelayanan SIM Satlantas Polresta Balikpapan Bisa Pilih Hari dan Waktu

Persiapan Hadapi New Normal, Pertamina Beri Bantuan APD untuk Tenaga Medis

2 Juni, Pelayanan SIM di Polresta Balikpapan Mulai Buka Lagi

Jika Balikpapan Terapkan New Normal, Ini Sanksinya Jika Melanggar..

Bupati Serahkan BLT ke Warga Miskin yang Terdampak

Bupati Pimpin Rakor Evaluasi Gugus Tugas Covid-19

Berbuat Kejahatan Lagi, SK Asimilasi Lima Napi Dicabut

KAPOOK, LUU..! Begal Diringkus Tim Beruang Hitam, Pepet Mangsa Alasan Korban Tabrak Lari

Waduuw.. Balikpapan Belum Bisa Terapkan New Normal, Ini Alasannya..

PLN Satu Samarinda Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers