BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Rabu, 13 Mei 2020 10:11
Meraih Lailatul Qodar dengan Itikaf di Rumah, Mungkinkah?
-

PROKAL.CO, ITIKAF Itikaf dan Salat Id merupakan dua ibadah yang disyariatkan dan sangat ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW. Terkait dengan itikaf, sejak menetap di Madinah sampai wafat, Nabi Muhammad SAW selalu melakukannya terutama di sepuluh hari terakhir ramadan. Lalu diikuti para istri beliau. 

Adapun terkait dengan Salat Id, Nabi Muhammad SAW menyuruh kaum muslimin, bahkan para wanita yang sedang “berhalangan” sekalipun untuk keluar menuju tempat Salat Id.

Semua ini menunjukkan bahwa Itikaf dan Salat Id merupakan dua ibadah penting. Hanya saja tata cara pelaksanaannya di masa wabah seperti sekarang, harus disesuaikan sebagaimana penjelasan sebagai berikut:

Untuk Itikaf, para ulama sepakat bahwa rukun itikaf ada dua yakni niat taqarrub kepada Allah SWT dan berdiam di masjid. Hal ini sebagaimana firman Allah, Janganlah kalian mencampuri mereka (istri) dalam kondisi kalian sedang melakukan itikaf di masjid. (QS Al-Baqarah: 187)

Menurut ulama kedua rukun tersebut berlaku bagi siapapun yang hendak beritikaf baik bagi laki-laki maupun bagi wanita. Sehingga tidak sah beri'tikaf di tempat selain masjid. Dalam hadist mengatakan dalam artinya, 

Hakikat dari Itikaf adalah berdiam di masjid dengan niat taqarrub ilallah Ta’ala. Seandainya tidak berdiam di masjid atau tidak ada niat melaksanakan ketaatan, maka tidak sah disebut itikaf. (Fiqhus Sunnah, 1/477)

Namun demikian, terdapat pandangan lain dari kalangan Hanafi bahwa bagi wanita tempat itikaf yang lebih utama adalah masjid rumahnya; bukan masjid jami. Alasan mereka karena tempat salat wanita adalah rumahnya (Al-Mausu’ah 37/213)

Pendapat berbeda juga disampaikan sebagian kalangan Maliki dan Syafii bahwa itikaf baik bagi laki-laki mapun wanita bisa dilakukan di mana saja, tidak harus di masjid. (lihat Syarh Az Zurqani ‘Alal Muwaththa’, 2/306). Hanya saja pendapat ini lemah mengingat Nabi Muhammad SAW dan para istri beliau selalu beritikaf di masjid.

Akan tetapi, dalam kondisi tingkat penyebaran wabah covid-19 masih tinggi seperti sekarang, maka melakukan itikaf di masjid-masjid yang berada di wilayah zona merah sangat tidak dianjurkan.

Pasalnya, agama melarang tindakan yang bisa membahayakan keselamatan diri dan orang lain. “Dan janganlah kamu menjatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan” (QS Al-Baqarah:

195) dalam hadist “Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain” (HR Imam Ahmad).

Sebagai gantinya, dapat memilih pendapat kedua, meskipun lemah yang membolehkan beritikaf di rumah. Karena inilah yang lebih memungkinkan untuk dilakukan dan lebih mendatangkan maslahat. Dalam hadist yang artinya, “Tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dihadapkan pada dua pilihan melainkan dia akan memilih paling ringan di antara keduanya, selama itu tidak berdosa, jika itu berdosa maka beliau adalah manusia paling jauh darinya. (HR. Bukhari)

Meskipun dilakukan di rumah, agar tetap mendapat pahala Itikaf, terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan: Pertama, Memasang niat dan tekad untuk beri'tikaf seperti yang biasa dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.“Niat seorang mukmin lebih baik dari pada amalnya.” (HR. Ath Thabarani). Dalam hadist juga mengatakan “Siapa yang berhasrat melakukan kebaikan lalu dia belum mengerjakannya maka dicatat baginya satu kebaikan” (HR Muslim).

Kedua, membuat atau menetapkan satu lokasi khusus di dalam rumah sebagai tempat untuk melakukan ibadah sampai akhir Ramadan.

Ketiga, mengisi waktu di tempat tersebut terutama di sepuluh hari terakhir ramadan dengan memperbanyak salat, tilawah, zikir, doa, dan munajat.

Dalam menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadhan, hendaknya mengajak keluarga untuk ikut serta dalam melakukan ibadah. Dalam hadist mengatakan ”Bila telah memasuki sepuluh (terakhir dari bulan Ramadhan), biasanya Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, lebih bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya.” (HR. Muslim)

Sementara salat id, pada prinsipnya salat Id disunnahkan untuk dilakukan di tanah lapang atau di masjid bersama dengan sebagian besar kaum muslimin sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan salafus saleh.

Namun dalam kondisi khusus, apalagi pada saat sedang terjadi wabah, pelaksanaannya bisa dilakukan di rumah. Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan: “Salat Id itu sah dilakukan oleh pria, wanita, musafir, mereka yang muqim, baik secara berjamaah maupun sendiri, baik di masjid, di rumah, atau di lapangan. (Fiqhus Sunnah, )1/321.

Adapun tata cara pelaksanaannya sebagai berikut yakni, salat Id bisa dilakukan secara sendirian ataupun berjamaah. Dilakukan sebanyak dua rakaat.  Disunnahkan melakukan takbir zawaid. Yaitu tujuh kali takbir di rakaat pertama, sesudah takbiratul ihram, dan lima kali takbir di rakaat kedua sesudah takbir bangkit dari sujud. Jika hal itu tidak dilakukan salat Id tetap sah. (Fiqhus Sunnah, 1/320). 

Tata cara berikutnya, tidak perlu disertai khutbah sesudah salat. Syeikh Abdul Aziz Alu asy-Syeikh berkata: Adapun terkait salat Id, bila kondisi (wabah) masih berlangsung serta salat tidak mungkin dilakukan di tanah lapang dan masjid, maka ia bisa dilakukan di rumah tanpa khutbah sesudahnya. (*/dwn/pro/adv)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Kamis, 28 Mei 2020 10:19

SAWA dan HPM Salurkan Bantuan Sarana dan Prasarana Kesehatan

BUSANG- PT Subur Abadi Wana Agung (SAWA) bersama PT Hamparan…

Jumat, 22 Mei 2020 13:09

PT EBL Salurkan Bantuan APD, Bantu Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tangani Covid-19

SANGATTA— PT Etam Bersama Lestari (EBL) menyerahkan bantuan pencegahan Virus…

Jumat, 22 Mei 2020 08:22

Bupati Bagikan BLT DD Desa Sangatta Utara, Warga Diminta Tetap di Rumah

SANGATTA – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bulan Mei…

Jumat, 22 Mei 2020 07:41

Bupati Ikuti Rakor Virtual Bersama Satgas Pencegahan-KPK Wilayah IV

SANGATTA– Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi…

Kamis, 21 Mei 2020 20:33

Pertamina Siap Penuhi Kebutuhan BBM dan LPG di Kalimantan Jelang Idulfitri

BALIKPAPAN – Menjelang Idul Fitri 1441 H, Pertamina Marketing Operation…

Kamis, 21 Mei 2020 20:33

Jelang Idulfitri, Pertamina Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat untuk BBM dan LPG di Kalimantan

BALIKPAPAN – Menjelang Idul Fitri 1441 H, Pertamina Marketing Operation…

Kamis, 21 Mei 2020 18:48

Lelang Amal All New N MAX 2020 Capai Rp 30 Juta

BALIKPAPAN- Selama satu bulan sejak April hingga Mei 2020, berbagai…

Kamis, 21 Mei 2020 13:58

Sambut Idulfitri, Direksi, Dewan Komisaris, dan Karyawan Pupuk Kaltim Salurkan Donasi Rp 2,2 Miliar

BONTANG - Jelang Idulfitri 1441 H, Pupuk Kaltim menyiapkan ribuan…

Kamis, 21 Mei 2020 09:24

Gandeng ACT, Pertamina Peduli Penuhi Kebutuhan Pangan Pejuang Nafkah Balikpapan

Balikpapan -- Sejak penerapan lockdown lokal pasca pandemi covid-19 di…

Kamis, 21 Mei 2020 08:20

Masa Kepemimpinan akan Berakhir, Sekda Pastikan Anggaran Sudah Diplot Kerjakan Proyek Multiyears

Masa kepemimpinan pasangan Ismunandar-Kasmidi Bulang akan berakhir 2021 mendatang. Sehingga,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers