BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Senin, 06 April 2020 19:51
DPRD Paser Panggil Lembaga Kredit Perbankan dan Non-Perbankan

Pastikan Progres Relaksasi Kredit dari OJK Diterapkan di Paser

SUARA RAKYAT: DPRD Paser memanggil pimpinan lembaga keuangan baik itu bank dan non-perbankan di Kabupaten Paser, terkait relaksasi kredit kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, Senin (6/4).

PROKAL.CO, TANA PASER  - Gabungan komisi DPRD Paser menggelar rapat dengan lembaga keuangan perbankan dan non-perbankan. Di mana membahas pembayaran cicilan kredit masyarakat yang terdampak ekonominya akibat Virus Corona atau Covid-19.

Dan memastikan program relaksasi kredit bagi masyarakat yang terkenda dampak Virus Corona atau Covid-19 ini memang dijalankan oleh lembaga keuangan di daerah, baik itu perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun non BUMN. Hadir juga masyarakat umum, dan pemerintah daerah melalui OPD terkait.

Wakil ketua DPRD Paser Fadly Imawan menuturkan rapat ini berdasarkan usulan dari aliansi masyarakat peduli Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Paser. Selama ini DPRD Paser telah berperan dalam penanganan Covid-19, seperti melakukan pergeseran sejumlah anggaran untuk kebutuhan penanganan dan pencegahan Covid-19.

" Hari ini kita akan bahas dampaknya langsung ke perekonomian. Dunia usaha sangat terpukul dengan kondisi ini. Karena himbauan dari pemerintah tinggal dan bekerja dari rumah saja. Itu tidak berlaku kepada para pelaku usaha dan pekerja non formal. Kita harus mencarikan solusinya. Apalagi presiden telah menginstruksikan bahwa ada penundaan pembayaran cicilan kredit untuk masyarakat atau berupa relaksasi. Bagaimana implementasi stimulus tersebut ke daerah," ujar Wawan, sapaan akrab Fadly Imawan, Senin (6/3).

Aliansi Masyarakat Peduli Covid-19 Paser, yang diwakili berbagai unsur, dari ibu rumah tangga, mahasiswa dan lainnya. Melalui juru bicaranya, M. Rizal mengatakan pihaknya meminta subsidi listrik dan air dari pemerintah daerah.

Serta membantu menerapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 11 tahun 2020. Agar relaksasi yang diberikan dalam periode 1 tahun di antaranya dalam bentuk penyesuaian pembayaran cicilan pokok/bunga; perpanjangan waktu; atau hal lain yang ditetapkan oleh bank/leasing di daerah.

" Kami juga meminta pemerintah memperketat akses masuk dan keluar Paser. Bantuan sembako untuk masyarakat tidak mampu, dan tempat karantina khusus bagi warga yang berasal dari zona merah. Apalagi Paser merupakan daerah konsumen, bukan produsen. Pasti tiap harinya ada yang masuk barang maupun orang," kata Rizal.

Sementara anggota DPRD Paser Hamransyah, meminta perbankan dan lembaga keuangan kredit swasta seperti leasing, bisa mempersiapkan skenario terburuk, jika seandainya banyak badai pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi terhadap karyawan swasta. Ini akan berimbas pada sektor kredit masyarakat ke bank ataupun leasing.

" Bagaimana skema pembiayaannya. Apalagi saat ini di sejumlah sektor mulai goyang. Harga batu bara juga mulai turun," tutur Politikus Partai Gerindra itu. 

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah UKM (Disperindagkop) Paser Chandra Irwanadi mengatakan, meski sektor pertambangan yang menjadi sektor utama.

Namun peran UKM dan mikro di Paser juga sangat tinggi. Data UKM selalu fluktuatif. Ada 4.000 lebih. Dengan kondisi sekarang, sejumlah sektor mulai mempengaruhi pergerakan ekonomi. 

" Contohnya ketika harga eceran tertinggi atau HET gula pasir biasanya Rp 12.500, sekarang paling murah Rp 19.000 di pasaran. Ini berpengaruh ke sektor mikro dan Ukm yang menjual dan membutuhkan gula pasir. Khususnya pelaku usaha makanan, pasti berdampak pada produksi," terangnya.

Indikator perekonomian di Kaltim menurutnya sudah mendekati deflasi. Seperti transportasi, akomodasi, perhotelan dan lainnya sudah mulai merasakan dampaknya. Banyak omzet pengusaha yang turun drastis. Dan yang menjadi masalah, ada tunggakan kredit yang ada harus dibayar. 

Dalam pemaparannya dihadapan DPRD, Pemimpin Bankaltimtara Cabang Tana Paser, Yudhi Susatyo mengatakan sesuai arahan OJK, Direksi telah menerbitkan surat edaran tentang penerapan ketentuan dampak Covid-19 khususnya kepada para debitur. Dengan beberapa ketentuan, ada 12 sektor ekonomi yang masuk kriteria.

" Saat ini kami tengah dalam tahap sosialisasi ke 3.900 lebih debitur kami terkait program relaksasi kredit ini," ujar Yudhi.

Pemimpin BRI Cabang Tanah Grogot Jimmy Fajriansyah menerangkan pihaknya telah antisipasi sejak 19 Maret lalu. Secara responsif BRI telah melakukan berbagai langkah. Mulai dari penurunan suku bunga, penundaan angsuran pokok dan bahkan penambahan modal untuk pelaku usaha yang kondisi saat ini justru sebaliknya butuh modal.

" Restrukturisasi kredit ini sejak awal bulan lalu kita lakukan. Ada 98 debitur yang sudah kita berikan dengan total dana Rp 14,3 miliar di pending nilainya. Di data saya ada sekitar 300 debitur lagi yang mengajukan restrukturisasi kredit ini," kata Jimmy.

Sementara dari Branch Manager Bank Mandiri Tanah Grogot, Rusmin Nuryadin mengatakan pihaknya juga akan mengikuti arahan OJK. Di Mandiri, ada sekitar 1.000 debitur di Kabupaten Paser, dan 50 persennya sudah dihubungi untuk inventarisir apakah layak mendapat restrukturisasi.

Begitu juga dengan leasing, para perwakilan yang hadir berkomitmen akan mengikuti surat dari OJK tersebut. Seperti pengurangan nilai angsuran sekitar 50 persen, bagi debitur yang terkena dampak Covid-19.

Bahkan dari BUMN Pegadaian, tingkat menabung emas dari masyarakat justru meningkat di tengah kondisi darurat ini, karena harga jualnya yang cukup tinggi mencapai Rp 960.000 per gram untuk emas batangan. (adv/jib)


BACA JUGA

Kamis, 28 Mei 2020 16:28

PLN Satu Samarinda Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir

SAMARINDA - Musibah banjir yang melanda Kota Tepian hingga saat…

Kamis, 28 Mei 2020 10:19

SAWA dan HPM Salurkan Bantuan Sarana dan Prasarana Kesehatan

BUSANG- PT Subur Abadi Wana Agung (SAWA) bersama PT Hamparan…

Jumat, 22 Mei 2020 13:09

PT EBL Salurkan Bantuan APD, Bantu Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tangani Covid-19

SANGATTA— PT Etam Bersama Lestari (EBL) menyerahkan bantuan pencegahan Virus…

Jumat, 22 Mei 2020 08:22

Bupati Bagikan BLT DD Desa Sangatta Utara, Warga Diminta Tetap di Rumah

SANGATTA – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bulan Mei…

Jumat, 22 Mei 2020 07:41

Bupati Ikuti Rakor Virtual Bersama Satgas Pencegahan-KPK Wilayah IV

SANGATTA– Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi…

Kamis, 21 Mei 2020 20:33

Pertamina Siap Penuhi Kebutuhan BBM dan LPG di Kalimantan Jelang Idulfitri

BALIKPAPAN – Menjelang Idul Fitri 1441 H, Pertamina Marketing Operation…

Kamis, 21 Mei 2020 20:33

Jelang Idulfitri, Pertamina Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat untuk BBM dan LPG di Kalimantan

BALIKPAPAN – Menjelang Idul Fitri 1441 H, Pertamina Marketing Operation…

Kamis, 21 Mei 2020 18:48

Lelang Amal All New N MAX 2020 Capai Rp 30 Juta

BALIKPAPAN- Selama satu bulan sejak April hingga Mei 2020, berbagai…

Kamis, 21 Mei 2020 13:58

Sambut Idulfitri, Direksi, Dewan Komisaris, dan Karyawan Pupuk Kaltim Salurkan Donasi Rp 2,2 Miliar

BONTANG - Jelang Idulfitri 1441 H, Pupuk Kaltim menyiapkan ribuan…

Kamis, 21 Mei 2020 09:24

Gandeng ACT, Pertamina Peduli Penuhi Kebutuhan Pangan Pejuang Nafkah Balikpapan

Balikpapan -- Sejak penerapan lockdown lokal pasca pandemi covid-19 di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers