BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN

RAGAM

Rabu, 12 Februari 2020 13:14
KEREEN INI..! Lahan Pasca Tambang Disulap Jadi Komplek Mini Ranch

Solusi Persoalan Lahan, Perekonomian Masyarakat Bakal Tumbuh

SINERGI. Keterlibatan pihak swasta dalam pengembangan peternakan sapi di Kukar terbilang sukses.

Berdekatan dengan pusat lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru, kawasan Jonggon di Kecamatan Loa Kulu disiapkan jadi lokasi penyedia daging sapi.

Luasnya lahan pasca tambang, justru menjadi peluang pemerintah beserta swasta untuk membangun mini ranch di areal pasca tambang.

*****

Lokasi Jonggon yang semula di kenal sebagai daerah terpelosok dan terpencil, kini berputar 180 derajat. Potensi pengembangan daerah ini terus terjadi. Berturut-turut, fasilitas dan proyek negara dibangun.

Mulai dari komplek Sekolah Polisi Negara (SPN) hingga penetapan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Kecamatan Sepaku di Penajam Paser Utara (PPU) dan Kecamatan Samboja di Kutai Kartanegara.

Salah satu potensi kearifan lokal yang bisa mengembangkan kawasan Jonggon yaitu profesi warga setempat sebagai peternak sapi. Secara turun menurun, sebagian warga melakukan ternak sapi dengan berbagai metode. Ada yang dengan sapi kandang, ada juga yang digembalakan. 

Hingga akhir tahun 2019, jumlah sapi dari lima kelompok tani di Jonggon mencapai mencapai 1.500 ekor. Di awal tahun 2000-an, warga setempat masih kucing-kucingan mengembalakan sapi di kawasan tambang.

Berbagai manfaat dirasakan oleh para pemilik sapi yang memelihara sapi dengan cara di lepas liarkan. Di antaranya, lemak pada daging sapi akan semakin berkurang sehingga harga jual sapi akan meningkat. 

Pemanfaatan lahan pasca tambang pun menjadi solusi di tengah keberadaan lahan peternakan yang belum dimiliki oleh pemerintah dan masyarakat.

Program integrasi peternakan sapi di kawasan lahan eks tambang, akhirnya mampu menumbuhkan populasi sapi di Kaltim.

Akademisi bidang peternakan Universitas Mulawarman (Unmul) pun Taufan Purwokusuamaning mengakui, saat ini kendala pengembangan peternakan sapi di Kaltim, memang masih terkendala keberadaan lahan yang siap digunakan. Berbeda dengan provinsi seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang memiliki kawasan lahan khusus untuk peternakan. 

Sehingga salah satu solusinya adalah dengan menggunakan lahan eks tambang untuk kawasan peternakan serta penggemukan sapi. "Makanya dengan memanfaatkan lahan eks tambang ini bisa menjadi solusi.

Di satu sisi, pemerintah dan masyarakat tidak memiliki lahan khusus peternakan. Tapi bisa membuat regulasi atau menggandeng pihak swasta dengan pemanfaatan lahan eks tambang tersebut,” ujarnya.

Khusus di kawasan Jonggon kata dia, termasuk daerah yang potensial mengembangkan peternakan sapi di kawasan lahan pasca tambang. Apalagi, masyarakat setempat memang memiliki aktivitas sebagai peternak.

Kebutuhan daging menjelang penetapan IKN pun menurutnya bisa menjadi solusi, lantaran Jonggon beririsan langsung dengan lokasi IKN baru. Sementara kawasan lahan pasca tambang milik PKP2B milik PT Multi Harapan Utama (MHU) masih sangat luas. Sebagian areal sudah diserahkan untuk lokasi SPN. 

“Di perusahaan lain ada yang coba membuat, tapi tidak sesukses di Jonggon. Sebab yang mengelola sapinya langsung masyarakat. Kalau di lokasi eks tambang lain, pihak perusahaan yang mengelola,” lanjutanya.

Sementara itu, Bupati Kukar Edi Damansyah pun sepakat untuk melihat peluang mengembangkan potensi peternakan di kawasan tersebut.

Termasuk mendorong pihak perusahaan membangun komplek mini ranch atau miniatur lahan pengembalaan peternakan sebagai wadah pengembangan peternakan sapi potong rakyat. 

Tak hanya memfasilitasi para kelompok tani atas persoalan kesediaan lahan, penggunaan lahan pasca diyakininya akan mengintergasikan kegiatan perekonomian lainnya. Seperti usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan lainnya. 

“Terwujudnya mini ranch di Jonggon juga menjadi bagian komitmen bersama antara pihak swasta dan pemerintah bergotong-royong meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan turut meningkatkan kontribusi penyediaan daging di Kukar dan Kaltim,” ujar Edi Damansyah.

Sementara itu, pihak PT MHU sudah menyatakan kesiapannya membangun mini ranch di kawasan Jonggon tersebut. Mini Ranch tersebut disiapkan di atas lahan pasca tambang seluas 200 hektar.

Tak hanya sebagai lahan peternakan, lahan tersebut nantinya juga terdapat juga lokasi sarana edukasi peternakan hingga laboratorium lapangan. Termasuk juga posyandu sapi.

“Kami berharap dengan program ini, bisa semakin berkontribusi untuk peningkatan produksi daging sapi di Kaltim. Karena di sini sapi dikembangkan secara baik dengan melibatkan langsung unsur masyarakat,” Presiden Direktur PT MHU Adhi Dharma Mustopo.

Apalagi, saat iniDinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim terus berusaha memenuhi kebutuhan sapi di di Bumi Etam.

Setelah menjalankan program upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab), tahun ini mereka mengembangkan program pembangunan 1.000 mini-ranch (kandang penggembalaan mini).

Kepala Disnakkeswan Dadang Sudarya mengatakan, program mini-ranch untuk ternak sapi merupakan upaya pemeliharaan secara ekstensif bagi peternak sapi. Pemeliharaan sistem mini-ranch ini, lanjut Dadang, tentu akan semakin efisien dan ekonomis. 

Sebab sapi-sapi ternak bisa dilepas bebas di kawasan eks lahan tambang dan perkebunan.

Selain itu, imbas pengembangan program mini-ranch akan lebih efektif sebab sedikit memerlukan tenaga kerja. Kegiatan ini, diprediksi mampu mempercepat pertumbuhan dan pertambahan ternak.

Sebab pakan disiapkan dalam kawasan penggembalaan atau mini-ranch tersebut.

“Hingga saat ini kebutuhan daging sapi di Kaltim masih banyak dipasok dari luar Kaltim. Hanya sekitar 28 persen yang berasal dari Kaltim sendiri. Makanya program ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan daging saja, tetapi juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” ujar Dadang. (qi/pro) 


BACA JUGA

Jumat, 22 Oktober 2021 18:49

Mendag Sebut Transaksi Pasar Produk Halal Capai USD 2 Triliun

Jakarta- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mendorong pelaku usaha Tanah Air…

Jumat, 22 Oktober 2021 09:49

Raih 11 Penghargaan, Yamaha Pertahankan Dominasinya di Ajang Penghargaan Bergengsi

JAKARTA,- Ajang penghargaan prestisius untuk kendaraan roda dua bertajuk Motor…

Jumat, 22 Oktober 2021 01:56

27.495 Vial Vaksin Pfizer Mendarat di Balikpapan

BALIKPAPAN-Pemerintah terus berupaya memperluas cakupan vaksinasi di Tanah Air, tak…

Kamis, 21 Oktober 2021 17:24

Sekolah Siap, PTMT SMA Sederajat Tunggu Izin Gubernur

BALIKPAPAN-Siswa SMA sederajat dan SLD di Kaltim nampaknya  mesti bersabar…

Kamis, 21 Oktober 2021 08:30

Belajar di Yamaha Riding Academy Offroad, Makin Mahir Riding WR 155 R

Sejak diluncurkan di akhir Desember 2019 lalu, kehadiran WR 155…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:09

Saling Bantu saat Pandemi, UMKM Balikpapan Bagikan Bekal Bagi Sopir Ojek Online

Balikpapan - Pesatnya perkembangan teknologi saat ini menjadi solusi bagi…

Selasa, 19 Oktober 2021 20:46

TEGAS..! Kapolri Instruksikan Jangan Ragu Pecat dan Pidanakan Anggota yang Melanggar

Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan secara tegas…

Selasa, 19 Oktober 2021 10:14

Perawatan dan Penggantian Rantai Sepeda Motor, Konsumen Wajib Pahami

Rantai merupakan salah satu komponen penting pada jenis motor bebek…

Senin, 18 Oktober 2021 17:28

Isak Tangis Nenek Hayati, Terima Bantuan Pasca Banjir untuk Warga Desa Sebakung, Long Kali

Balikpapan- Rumah zakat bersama bersama 10 orang relawan turun menyalurkan…

Senin, 18 Oktober 2021 17:07

Remaja Balikpapan Juara Lomba Video Tingkat Asia, Senator Aji Mawar Sampaikan Apresiasi

KALTIM - Muhammad Afriel Rizky Fadillah, remaja berusia 15 tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers