BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

KRIMINAL

Rabu, 22 Januari 2020 20:47
Tuntut Keadilan, Kuasa Hukum Notaris Sebut Alat Bukti JPU Tidak Sempurna

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Notaris Balikpapan yang merasa dikriminalisasi Bareskrim Polri beberapa waktu lalu, Arifin Samuel Chandra, menjalani persidangan, Rabu (22/1). Mengenakan kemeja putih, pria ramah berkacamata ini mengikuti sidang dengan agenda pledoi. 

Kuasa hukum Arifin, Wuri Sumampouw, membacakannya di hadapan majelis hakim. Dalam pledoi tersebut, Wuri menyebut bahwa alat bukti setebal 50 lembar dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah tidak lengkap atau tidak sempurna. 

“Kami menuntut agar terdakwa dibebaskan karena tidak terbukti. Fakta persidangan sudah kami sampaikan. Kalau tidak dibebaskan, setidak-tidaknya itu dilepaskan, artinya ada perbuatannya tapi bukan tindak pidana,” kata Wuri, saat diwawancarai awak media di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan.

Menurutnya, acuan JPU hanya akta jual beli (AJB) yang dipegang oleh terlapor Jovinus Kusumadi hanya berdasarkan perjanjian akta nomor 64 tentang jual beli. Ia mengatakan, masih ada perjanjian lain yang di dalamnya menyebutkan Jovinus hanya melakukan pinjam pakai.

“Klien saya dalam jabatannya sebagai notaris ndak ada niat melakukan sebagaimana yang didakwakan dalam Pasal 372 KUHP. Seharusnya perkara ini berhenti pada tingkat penyidikan di Mabes Polri saja," ujar Wuri. 

Ia juga menuturkan, data-data pembanding itu tidak ada pada penyidik. Rekan penyidik atau jaksa harusnya menggali lebih dalam. "Tetapi yang ini malah tidak (digali)," sebutnya. 

Wuri yakin jika berdasarkan fakta persidangan, kliennya tidak terpenuhi unsur penggelapan. “Lebih baik membebaskan 1.000 orang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah,” ujarnya.

Sementara itu, JPU Rahmat usai sidang mengatakan akan mempelajari dan melengkapi berkas kasus ini. Ini dilakukan agar segera membuat tuntutan di sidang selanjutnya.

“Nanti ya. Kami pelajari dulu pledoinya. Kami lengkapi lagi bukti-buktinya agar siap pas tuntutan, nanti” katanya, singkat, lalu meninggalkan awak media.

Sebelumnya, terdakwa kasus penggelapan sertifikat tanah, Arifin Samuel Candra, mencari keadilan.Notaris yang berkantor di Kompleks Ruko Balikpapan Baru atau tepatnya di seberang Pasar Segar ini dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Ia merasa dikriminalisasi. Ia tidak pernah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan atau SPDP. Yang disayangkan lagi, sejumlah bukti yang disodorkannya ke penyidik juga diabaikan.

Arifin menyampaikan hal ini kepada awak media, Minggu (19/1). Ia menjelaskan, awal perkara dirinya jadi terdakwa adalah dari sengketa perdata. Antara pengusaha berinisial J dengan rekan bisnis pengusaha berinisial AHR pada 2017 lalu.

“AHR menitipkan tiga sertifikat HGB kepada saya pada Desember 2016 dan Januari 2017 lalu,” kata Arifin.

Penitipan dilakukan untuk pembuatan akta jual beli (AJB) sekaligus balik nama tanah dari AHR ke J. Dibuatkan juga kembali akta perikatan jual beli dan kuasa menjual ke AHR, guna keperluan modal usaha perusahaan yang didirikan bersama AHR dan J.

“Namun tidak jadi di balik nama. Ada perselisihan AHR dan J. Sertifikat AJB yang saya keluarkan juga sudah dibatalkan pengadilan,” jelasnya.

Perselisihan ini terjadi pada 2018 saat AHR melakukan gugatan terhadap pembuatan tiga sertifikat AJB yang dimenangkan AHR. Dari tiga AJB yang dibatalkan, dua di antaranya sudah inkrah. Karena itu selaku notaris, Arifin tidak menyerahkan sertifikat itu kepada J, namun dikembalikan ke AHR.

“Putusan dikeluarkan PN (Pengadilan Negeri) Balikpapan pada 2018. Dikuatkan putusan Pengadilan Tinggi Samarinda pada 2019 yang tidak dapat menerima permohonan banding dari J,” jelasnya.

Namun J keberatan begitu tahu sertifikat dikembalikan ke AHR. Pengusaha Balikpapan itu akhirnya melaporkan Arifin ke Mabes Polri pada 13 Maret 2018 atas laporan penggelapan sertifikat. Puncaknya pada 11 April 2019, penyidik Bareskrim Mabes Polri mendatangi kantor Arifin, menggeledah dan membawa Arifin ke Jakarta.

“Saya lalu ditahan selama 21 hari. Dan hingga sekarang saya tak pernah menerima SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan),” jelasnya.

Arifin mengaku dirinya menjadi korban kriminalisasi. Selain SPDP, dia baru mengetahui dirinya ditetapkan tersangka setelah setahun berjalannya laporan. Sejumlah bukti yang dia sodorkan ke penyidik juga diabaikan. “Saya dipaksa pada kasus penggelapan Pasal 372 KUHP. Saya mendapat banyak tekanan saat BAP (berita acara pemeriksaan),” ujarnya.

Arifin menyebut, dirinya yang saat ini menjadi tahanan rumah sudah bersurat ke Presiden Joko Widodo untuk mencari keadilan. Ini didasarkan pada surat edaran dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia nomor B-230/E/Ejp/01/2013 dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 1956.

“Saya ingin keadilan bagi saya. Saat ini saya masih menunggu balasannya,” ungkapnya. Diketahui, Arifin saat ini berstatus terdakwa dan masih harus menjalani sidang pembelaannya di PN Balikpapan. Pada 14 Januari lalu, Arifin dituntut JPU empat tahun penjara. (rin/pro) 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Februari 2020 14:04

Korban Penikaman Mengaku Diterlantarkan di Ruang IGD, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit..

BALIKPAPAN - Sungguh malang nasib Ramsiah Marang (32), korban penikaman…

Jumat, 14 Februari 2020 20:38

Pengusaha Roy Nirwan Dirugikan Oknum Pimpinan Bank, Tabungannya Rp 37,8 Miliar Disalahgunakan

BALIKPAPAN - Pengusaha Balikpapan Roy Nirwan dirugikan akibat ulah oknum…

Jumat, 14 Februari 2020 19:55

EDAAN NIH ORANG.. Mabuk CT, Tusuk Seorang Perempuan yang Lagi Tidur

BALIKPAPAN - Entah ada apa dengan pria ini. Ia tega…

Jumat, 14 Februari 2020 19:06

Dua Pelaku Pencongkel Rumah Kosong Diamankan Polsekta Balikpapan Selatan

BALIKPAPAN - Dua pelaku pencurian dengan pemberatan diamankan Unit Reskrim…

Rabu, 12 Februari 2020 19:37

Sembilan Pengedar Narkoba Diamankan, Satu Pelaku Ibu Rumah Tangga

BALIKPAPAN - Dalam kurun waktu satu minggu, Sat Reskoba Polresta…

Rabu, 12 Februari 2020 16:03

Pengen Beli Motor Baru, Ibu Muda Curi Emas dan Uang di Kios Juragan Bawang

BALIKPAPAN - Dalam waktu kurang dari 24 jam, unit Opsnal…

Selasa, 11 Februari 2020 15:33

Polresta Balikpapan Musnahkan Sabu dari "Kuda" Bandar Besar

BALIKPAPAN - Polresta Balikpapan melakukan pemusnahan barang bukti sabu seberat…

Jumat, 07 Februari 2020 15:15

Sakit Hati soal Pekerjaan, Pria Ini Tusuk Rekan Kerjanya Sendiri

BALIKPAPAN- Sabir Daeng Nyonri (30) nyaris meregang nyawa. Ia ditikam…

Rabu, 05 Februari 2020 21:54

Curi Motor Parkir di Kosan, Nomor Plat Diganti Tetap Terlacak sama Polisi.. MANTAAP!

BALIKPAPAN - Anggota Polsekta Balikpapan Utara berhasil mengungkap kasus pencurian…

Senin, 03 Februari 2020 22:09

Ngaku-Ngaku Anggota Polisi, Paksa Cewek Abege "Wik-Wik" di Hotel

BALIKPAPAN - Tim Jatanras Polresta Balikpapan mengamankan seorang polisi gadungan…

FSB 2020, Gali Potensi Siswa di Bidang Sains

Haru Sambut Kedatangan Lima Mahasiswa Kaltim yang Kuliah di China, Dikarantina di Natuna

Event Static Show Lanud Dhomber Menambah Wawasan Masyarakat pada Militer Udara

Korban Penikaman Mengaku Diterlantarkan di Ruang IGD, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit..

Pengusaha Roy Nirwan Dirugikan Oknum Pimpinan Bank, Tabungannya Rp 37,8 Miliar Disalahgunakan

EDAAN NIH ORANG.. Mabuk CT, Tusuk Seorang Perempuan yang Lagi Tidur

Dua Pelaku Pencongkel Rumah Kosong Diamankan Polsekta Balikpapan Selatan

Generasi Milenial Punya Peran Strategis, PWI dan KPU Kukar Sosialisasi Pemilu ke Pelajar

KEREEN..! MAN I Balikpapan Juarai Kompetisi Young Innovation Project Pertamina

Pertamina Gandeng IWAPI DPC Balikpapan Jadi Mitra Binaan UMKM Pertamina
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers