BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Sabtu, 04 Januari 2020 06:44
BPJS Kesehatan Beri Dispensi bagi Warga yang Mau Ubah Kelas Pelayanan
Kepala BPJS Kesehatan Balikpapan Sugiyanto

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Iuran BPJS Kesehatan secara resmi naik 100 persen mulai 1 Januari 2020. Kenaikan tersebut berlaku untuk semua golongan atau kelas pelayanan.

Perubahan tersebut seperti tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang ditanda tangani oleh Jokowi pada 24 Oktober 2019.

Kenaikan tarif ini membuat masyarakat memilig pindah kelas. Di Balikpapan, perpindahan kelas sampai saat ini jumlahnya sudah mencapai 1.569 kepala keluarga. Padahal untuk jumlah peserta mandiri masih sangat sedikit yakni sekitar 200 ribu peserta.

Kepala BPJS Kesehatan Balikpapan Sugiyanto menuturkan, bahwa perpidahan tersebut paling banyak ke kelas III. "Sekitar 90 persen itu turun kelas ke kelas tiga. Ada juga yang pindah ke kelas satu dan dua, namun jumlahnya tidak terlalu banyak" ujarnya saat ditemui PROKAL.co (media online Kaltim Post Group) di kantor BPJS Kesehatan Balikpapan, Jumat (03/01).

Dari jumlah tersebut, terbanyak adalah kelas mandiri. Sedangkan perusahaan tidak dapat mengajukan turun kelas dikerenakan bergantung pada upah yang diperoleh. Sugiyanto juga menyampaikan kepada masyarakat yang ingin mengajukan turun kelas, tidak perlu menunggu sampai satu tahun dulu seperti peraturan sebelumnya.

BPJS Kesehatan memberi dispensasi mulai bulan Januari hingga April mendatang untuk bisa langsung berubah dan bisa langsung digunakan.

"Prosesnya tidak ribet, yang penting antre. Kita hanya menunggu intinya ketika di bulan ini kita ganti dan ajukan perubahan, otomatis di bulan berikutnya sudah berubah," jelasnya.

Ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan jika ingin melakukan pengajuan, yaitu membawa foto copy Kartu Keluarga (KK) dan buku tabungan. Untuk dispensasi dari bulan Januari sampai akhir April 2020 tadi, terkhusus di bulan Januari terdapat dispensasi lagi.

Yang mana dapat langsung berubah tanpa harus menunggu lagi. Ini berlaku pada peserta yang mendaftar sebelum Januari, tetapi kemarin terdapat banyak kendala dapat langsung berpindah.

"Yang penting sudah mengajukan perpindahan, paling lambat besok sudah dapat berubah. Jika lewat dari April, harus kembali ke regulasi lama yaitu menunggu satu tahun lagi ," kata Sugiyanto.

Rata-rata peserta yang mengajukan turun kelas pada bulan Desember 2019, dalam sehari sekitar 60-80 peserta. Tetapi memasuki bulan Januari sudah mengalami penurunan yang kemungkinan para peserta mengajukan di bulan Desember.

"Ya, dilihat dari jumlah kunjungan juga. Dari kemarin sampai saat ini mulai berkurang. Tadi sudah dicek sekitar 30-50 peserta saja," ungkapnya.

Sugiyanto juga menanggapi adanya wacana dari Pemerintah tentang tunggakkan iuran BPJS Kesehatan peserta. Kuota yang akan dibantu pemerintah, kemungkinan akan ditambah sesuai dengan anggaran yang ada.

"Jadi mungkin tidak semuanya, sudah ada beberapa wacana. Terutama yang menunggak itu yang akan ditanggung setelah melalui verifikasi dari dinas sosial," ujarnya.

Dalam hal itu, harus sesuai dengan kriteria terlebih dahulu, agar dapat dibedakan. Dalam catatan BPJS Kesehatan, untuk peserta kelas tiga mandiri, terdapat 59 ribu jiwa yang menunggak. Yang jika diuangkan, dapat meraup sekitar Rp 15M.

Jika menjumlahkan seluruh peserta di kota Balikpapan, dapat mencapai Rp 59M. "Ini menunggak mulai dari dua bulan, sampai maksimal dua tahun. Yang menunggak lima tahun pun, kita hitungnya menjadi dua tahun saja. Itu paling tinggi kelas tiga," ungkapnya.

Diketahui bahwa kenaikan jumlah iuran BPJS Kesehatan saat ini yaitu - Kelas III : naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 42.000 per jiwa perbulan - Kelas II : naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per jiwa perbulan - Kelas I : naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per jiwa perbulan. "Seharusnya kan, lunas dulu baru bisa melakukan turun kelas.

Tapi sekarang ada dispensasi yang penting silahkan ajukan dulu walaupun belum lunas. Kita mengikuti dari pusat saja nasional," pungkasnya. (rin/pro/one)


BACA JUGA

Kamis, 02 April 2020 20:22

Rendi Solihin Ajak Milenial Peduli Covid-19

RENDI Solihin tak mau ketinggalan. Politikus muda asal Kutai Kartanegara…

Rabu, 01 April 2020 16:16

Grab Perangi COVID-19 di Balikpapan lewat Gerakan #KitaVSCorona

BALIKPAPAN- Sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi kepada masyarakat Indonesia untuk…

Rabu, 01 April 2020 09:21

Ada 47 Perusahaan Hasil Pekerjaan Proyek di Paser Masih Terhutang Temuan

TANA PASER - Berdasarkan hasil penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser…

Rabu, 01 April 2020 00:31

Mulai 1 April, Bandara SAMS Sepinggan Terapkan Pembatasan Operasi

BALIKPAPAN- PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional…

Selasa, 31 Maret 2020 19:18

Relawan Corona dari Banda Indonesia Balikpapan Siang-Malam Semprot Rumah Warga

Bukan hanya relawan medis yang bersusah payah saat ini menangani…

Selasa, 31 Maret 2020 10:39

Kapolda Kaltim Turun Langsung Penyemprotan Disinfektan di Rumah Warga

BALIKPAPAN- Untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, Kapolda Kaltim…

Senin, 30 Maret 2020 21:50

Prakiraan dari BMKG, Balikpapan Waspada Cuaca Ekstrem

BALIKPAPAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan mengeluarkan…

Senin, 30 Maret 2020 12:39

Bupati Semprotkan Disinfektan dan Bagi Vitamin

UJOH BILANG – Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh tak kenal…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Bupati Tinjau Pos Wasdalkes Long Pahangai, Minta Warga Tetap Tenang

Jajaran Pemkab Mahulu aktif melakukan upaya pencegahan virus corona. Bupati …

Minggu, 29 Maret 2020 11:05

RMC Balikpapan Bantu 20 Ribu Paket Sembako Gakin

BALIKPAPAN- Penyebaran virus Korona yang makin menjadi-jadi, membuat masyarakat tetap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers