BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Senin, 16 Desember 2019 23:36
‘Merdeka Belajar’ Diklaim Awal Baru Sistem Pendidikan Indonesia
(foto : ilustrasi)

PROKAL.CO, JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) , Nadiem Anwar Makarim  menyampaikan empat inisiatif program 'Merdeka Belajar'. Program tersebut meliputi perubahan pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

“Empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembelajaran ke depan yang fokus pada arahan presiden dan wakil presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia," jelas Nadiem di Jakarta.

Untuk UN, Nadiem menegaskan bahwa tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya. “Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter,” terang Nadiem.

Gagasan Nadiem tersebut, tentu menuai banyak kontra dari masyarakat. Namun tidak sedikit juga para penggiat pendidikan yang setuju dengan ide tersebut. Salah satunya,  Sabar Aritonang, penggagas Cendekia Harapan Method (CH Method). Menurutnya, memerdekakan semua warga sekolah dalam belajar dan mengajar sesuai dengan semangat di sekolahnya. 

Dijelaskan,  masalah terbesar untuk perubahan pendidikan bukan hanya terletak pada guru. Jika merujuk tulisan Ki Hadjar Dewantara dan Driyarkara, kata Sabar, isu pendidikan bergantung pada sekolah, masyarakat dan keluarga. “Mengubah metode pembelajaran bukan saja merubah cara pandang murid dan guru, melainkan juga cara pandang keluarga dan masyarakat tentang pendidikan itu sendiri,” tegas Sabar.

Oleh sebab itu, Sabar menuturkan bahwa puhaknya mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga melampirkan dokumen alur pelaksanaan, dasar pemikiran serta formulir dan rubrik asesmen yang dilaksanakan di tempatnya. “Harapan kami, dokumen-dokumen tersebut dapat digunakan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia”, ujar Sabar.

Sabar menambahkan,  yang ikut mendukung gagasan Mendikbud tersebut adalah termasuk warga masyarakat lainnya. Karena, lanjut dia, untuk menyadarkan oknum-oknum pendidikan khususnya di Indonesia akan pentingnya peningkatan kualitas SDM Indonesia yang tidak hanya dapat diukur melalui nilai dari sebuah UJIAN, tetapi dapat dilihat dari karakter dan kemampuan literasi, serta kemampuan numerasi. “Sehingga diharapkan dengan memiliki SDM yang berkualitas, pendidik serta instansi pendidikan dapat terdorong untuk meningkatkan mutu pembelajaran,” pungkasnya. (cha/pro)

loading...

BACA JUGA

Senin, 01 Juni 2020 23:15

Makna Pancasila di Tengah Pandemi

HARI ini merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Yaitu diperingatinya…

Sabtu, 02 Mei 2020 18:32

Rhenald Kasali : Guru Jangan Cemas Karena "Gaptek"

JAKARTA--Pandemi infeksi virus Covid-19 yang terjadi saat ini secara tidak…

Sabtu, 02 Mei 2020 17:52

Pandemik Covid-19, Guru Diminta Adaptif dengan Teknologi

JAKARTA--Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di masa pandemi…

Kamis, 30 April 2020 15:45

Angin Segar Lembaga Pendidikan

BALIKPAPAN–Komisi X DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian…

Rabu, 11 Maret 2020 14:14

Pemerintah Dongkrak Kualitas Guru Lewat Organisasi Penggerak 

    JAKARTA--Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali…

Senin, 02 Maret 2020 18:51

Dua WNI Positif Terjangkit Virus Corona, Ini Pernyataan Tegas dari Presiden Jokowi..

JAKARTA- Pemerintah telah mengambil langkah dan mempersiapkan pencegahan serta penanganan…

Minggu, 16 Februari 2020 20:09

FSB 2020, Gali Potensi Siswa di Bidang Sains

JAKARTA--Festival Sains dan Budaya (FSB) 2020 bakal siap digelar. Ajang…

Selasa, 21 Januari 2020 16:09

Kapal Berisi Wartawan Istana Presiden Tebalik di Tengah Laut

LABUAN BAJO- Insiden kapal terbalik menimpa rekan-rekan wartawan Istana yang…

Sabtu, 28 Desember 2019 20:20

Hembusan Isu "Geng Solo", Ini Kata Komisioner Kompolnas dan Pakar Hukum Tata Negara..

JAKARTA- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menanggapi tudingan isu ‘Geng Solo’…

Selasa, 17 Desember 2019 23:49

Alumni Diharap Ikut Berperan Dongkrak Peringkat Kampus 

JAKARTA--Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Nuhfil Hanani menyampaikan bahwa alumni…

Listriki 7 Desa di Nunukan, Perbatasan Indonesia—Malaysia Makin Terang

Di Tengah Pandemi Covid-19, REKIND Tetap Antarkan Sejumlah Proyek Strategis Nasional Capai Target Kerja

RDMP JO Balikpapan Serahkan Bantuan 1.000 Rapid Test ke RSPB

Ditinggal Tidur, Motor Dicuri Tetangga Sendiri

Pembatasan Covid-19, SKK Migas dan KKKS Percepat Pelaksanaan Proyek Hulu Migas

CSR Ketahanan Pangan PLTU Teluk Balikpapan

PKS Dukung Figur Amanah, Deklarasikan Kandidat Pertengahan Juni 2020

SIAP-SIAP.. Perwali New Normal Mau Diberlakukan di Balikpapan

Ditimpas 22 Kali, Ini Alasan Pelaku Habisi Nyawa Pemulung di Km 6,5..

Mayat di Km 6,5 Ternyata Dibunuh Dua ABH, Pelaku Diamankan Kurang dari 24 Jam
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers