BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

BREAKING NEWS

Sabtu, 11 Mei 2019 21:30
BPJS Beri Klarifikasi Soal Pemutusan Hubungan Kerja Sama dengan RSKD, Ini Isinya..
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan klarifikasinya terkait kabar pemutusan kerja sama antara RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) dengan BPJS Kesehatan. Klarifikasi ini disapmpaikan dalam sebuah surat berkop BPJS Kesehatan.

Dalam surat tersebut, BPJS membantah, jika pihaknya tidak lagi bekerja sama dengan RSKD. “Tidak benar RSUD Kanujoso Djatiwibowo putus kontrak dengan BPJS Kesehatan,” tulis BPJS.

Namun begitu, BPJS membenarkan, jika masa berlaku sertifikat akreditasi RSKD telah berakhir dan belum diperpanjang. Dijelaskannya, sertifikat akreditasi merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi rumah sakit untuk bisa bekerja sama dengan BPJS.

Karena hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan PMK 71 Tahun 2013 Pasal 7.

Dalam peraturan tersebut menjelaskan tujuh syarat rumah sakit agar bisa bekerja sama dengan BPJS. Yakni, memiliki surat izin operasional, surat penetapan kelas rumah sakit, surat izin praktik (SIP) tenaga medis yang berpraktik dan nomor pokok wajib pajak (NPWP) badan.

Selain itu, melakukan perjanjian kerja sama dengan jejaring apabila diperlukan, memiliki sertifikat akreditasi serta surat pernyataan kesediaan mematuhi ketentuan yang terikat dengan program JKN.

“Sesuai regulasi yang berlaku, akreditasi rumah sakit menjadi salah satu syarat wajib untuk memastikan peserta JKN-KIS memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Akreditasi rumah sakit ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi rumah sakit untuk dapat melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan,” sambung surat tersebut.

Meski RSKD belum memperpanjang akreditasinya, BPJS akan terus berupaya agar peserta BPJS masih bisa dilayani di RSKD. Yaitu dengan membuat addendum perjanjian kerja sama tentang perubahan ruang lingkup pelayanan peserta JKN-KIS kepada RSKD.

Maksudnya, peserta BPJS masih bisa dilayani di RSKD, namun dengan pelayanan rumah sakit terbatas alias tidak semua pelayanan dan fasilitas di RSKD bisa digunakan oleh peserta BPJS.

Lebih rinci, jenis penyakit yang masih bisa dilayani di RSKD oleh pengguna BPJS, yaitu, hemodialisa, kemoterapi dan radioterapi. Addendum ini mulai berlaku sejak hari ini, Sabtu (11/5).

“Mengacu pada arahan Kementerian Kesehatan kepada BPJS Kesehatan yang merekomendasikan rumah sakit yang sudah mendaftar dan telah mendapatkan jadwal pelaksaan survey, diperkenankan untuk tetap memberikan pelayanan kegawatdaruratan dan pelayanan yang terjadwal rutin atau tidak dapat ditunda atau tidak mungkin dialihkan ke rumah sakit lain. Karena akan menyulitkan akses dan membahayakan keselamatan pasien,” papar surat tersebut.

Selain itu, BPJS juga mengcover pasien yang harus menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) RSKD. Namun ada ketentuan yang berlaku dalam hal ini. Simak baik-baik penjelasan surat tersebut mengenai perawatan di UGD RSKD.

“Apabila peserta JKN-KIS pasien ke UGD RSKD tetap dapat dijaminkan pembiayaannya oleh BPJS Kesehatan.”

“Pada saat pasien kondisi kegawat daruratannya (emergency) sudah tertangani maka pasien dapat dirujuk ke rumah sakit lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.”

“Apabila diperlukan tindakan dalam kondisi kegawat daruratannya dan rawat inap, maka dapat dilayani di RSKD sampai dengan perawatan selesai dan ditagihkan ke BPJS Kesehatan.”

Diterangkannya, perubahan ruang lingkup atau pemabatasan perawatan medis untuk peserta BPJS di RSKD ini mulai berlaku sejak hari ini, 11 Mei 2019. Dan akan berakhir jika RSKD telah melaksanakan survei akreditasi. “Sesuai surat atau jadwal dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), survei dilakukan pada tanggal 20 Mei 2019,” terangnya.

Dalam surat tersebut, keterangan ini bersumber dari Humas BPJS Kesehatan. (sur)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 19:32

Bisnis Peternakan Sapi di PPU Bakal Menggeliat, Satu Investor Mau Merapat

SEPAKU – Produksi daging sapi di Penajam Paser Utara tampaknya…

Selasa, 17 September 2019 15:01

Oknum Polisi Polda yang Cabuli Lima Anak, Dilakukan di Rumah saat Istri Pergi

BALIKPAPAN- Oknum polisi Polda yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap…

Selasa, 17 September 2019 13:12

Polda Kaltim Bongkar Sabu dari Tawau Malaysia, Nilainya Hampir Rp 9 Miliar!

BALIKPAPAN- Ditresnarkoba Polda Kaltim tak main-main dan surut dalam memberantas…

Senin, 16 September 2019 18:14

Dit Samapta Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Minuman CT Sebanyak 2 Ton

BALIKPAPAN- Peredaran minuman jenis Cap Tikus (CT) seolah tak ada…

Sabtu, 14 September 2019 17:59

Berau Masih Berkabut, Jadwal Penerbangan dari Bandara SAMS Sepinggan Terganggu

BALIKPAPAN - Sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman…

Sabtu, 14 September 2019 17:54

Kelamaan Delayed karena Kabut Asap, Penumpang Tujuan Berau Minta Refund Tiket

BALIKPAPAN- Sejumlah penumpang maskapai pesawat yang mengalami penundaan keberangkatan dengan…

Rabu, 11 September 2019 20:22

INDONESIA BERDUKA.. Presiden Ketiga RI BJ Habibie Meninggal Dunia

JAKARTA- Innalillahi wainnaillahi rojiun. Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie…

Rabu, 11 September 2019 14:53

Usai Ajak Ngobrol dan Minta Rokok, Pria Gangguan Jiwa Timpas Kepala Tetangganya

BALIKPAPAN - Peristiwa berdarah terjadi di Jalan Sumber Mulia Gang…

Selasa, 10 September 2019 15:53

Pasca Kabut Asap, BPBD Balikpapan Terima Puluhan Kotak Masker

BALIKPAPAN - Pasca terjadinya kabut asap di Kota Balikpapan pada…

Selasa, 10 September 2019 15:50

BMKG Temukan Penyebab Kabut Asap di Balikpapan, Ternyata dari Sini Asal Asapnya...

BALIKPAPAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*