BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Jumat, 03 Mei 2019 12:15
Zonasi Pendidikan Cegah Jual Beli Kursi dan Pungli
MENDORONG PEMERATAAN : Sistem zonasi bukan hanya untuk PPDB dan ujian nasional, tetapi juga untuk dasar redistribusi dan pembinaan guru sekaligus pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.

PROKAL.CO,

SISTEM zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) merupakan strategi jangka panjang untuk menata sistem pendidikan di Indonesia.

 

Saat ini, ada 2.580 zona pendidikan yang telah dipetakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

 

Kemendikbud menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun pelajaran 2019/2020.

 

Penerapan sistem zonasi dalam pelaksanaan PPDB merupakan upaya untuk mempercepat pemerataan layanan dan mutu pendidikan di Indonesia. “Adanya sistem zonasi ini diharapkan tidak hanya dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, tetapi juga dapat menjadi cetak biru oleh Kemendikbud dalam mengidentifikasi masalah-masalah pendidikan di seluruh daerah,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

 

Dia menegaskan bahwa dinas pendidikan dan sekolah negeri wajib mengedepankan prinsip akuntabilitas, objektivitas, transparansi, nondiskriminatif, dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan. Hal itu merupakan bentuk antisipasi adanya praktik jual beli kursi.

”Jangan sampai ada praktik jual beli kursi dan jangan ada pungutan liar,” tegasnya.

 

Meski demikian, Muhadjir tak memungkiri dalam pelaksanaan sistem zonasi itu memang ada beberapa yang melampaui batas-batas wilayah administrasi. “Namun, itu tidak masalah karena beda kecamatan asalkan satu zona, bisa saja,” lanjut Muhadjir.

 

Menurut dia, masing-masing pemerintah daerah tentunya memiliki platformdan telah merevisi kebijakan zonasi yang sudah dilakukan. Maka, diperlukan kerja sama antara dinas pendidikan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi untuk menetapkan zona.

 

”Secara umum, semua daerah sudah mengadopsi sistem zonasi ini. Hal yang sifatnya taktis kami serahkan sepenuhnya kepada kabupaten/kota. Jadi, kita hanya memberikan garis besarnya. Silakan implementasinya disesuaikan dengan kaidah di daerah itu. Sistemnya bisa daring, bisa juga tidak, tergantung kemampuan daerah,” jelasnya.

 

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad menerangkan, satuan jarak rumah kini diatur dalam permendikbud.

Menurut dia, hal terpenting dalam penerapan PPDB adalah membuat anak mendapatkan layanan pendidikan yang terdekat dari rumah/tempat tinggalnya.

 

’’Apabila dalam satu zona kelebihan kuota atau daya tampungnya tidak mencukupi, dinas pendidikan wajib mencarikan sekolah. Jangan dibiarkan anak dan orang tua kesulitan mendapatkan sekolah,” tegas Hamid.

 

Lebih jauh Hamid menyampaikan kembali bahwa pelaksanaan PPDB dapat menggunakan metode dalam jaringan (daring) atau online maupun manual. Namun, pemerintah pusat merekomendasikan agar pelaksanaan PPDB itu menggunakan metode online untuk mencegah campur tangan yang bermacam-macam dari berbagai pihak yang mengganggu proses dan integritas PPDB.

 

Selain itu, lanjut Hamid, sistem zonasi 2019 tidak hanya ditujukan untuk PPDB maupun ujian nasional. Namun, penerapan zonasi bisa juga digunakan untuk dasar redistribusi dan pembinaan guru sekaligus pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. “Sarpras (sarana-prasarana, Red) di dalam zona itu bisa saja yang digunakan bersama. Begitu pula pembinaan peserta didik,” tutur Hamid.

 

Terkait hal itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Supriano menambahkan, penerapan zonasi untuk redistribusi guru merupakan upaya Kemendikbud dalam mencegah penumpukan sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya guru dan tenaga pendidik, dalam suatu wilayah tertentu.

 

’’Kami akan melakukan pendistribusian guru yang kemungkinan rasionya 1 banding 17,” ungkap pria yang akrab dipanggil Ono itu.

Dia mengungkapkan, saat ini jumlah guru di Indonesia cukup banyak, tetapi ada masalah dalam hal distribusi.

 

Biasanya, populasi guru menumpuk di sekolah sekolah favorit. Karena itu, Kemendikbud segera melakukan pemetaan penumpukan guru. “Memang seharusnya tidak ada lagi istilah sekolah favorit. Maka, guru-guru perlu didistribusikan secara merata agar semua sekolah bisa menjadi favorit semua,” ungkapnya. (tih/c6/wir)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 16:09

Kapal Berisi Wartawan Istana Presiden Tebalik di Tengah Laut

LABUAN BAJO- Insiden kapal terbalik menimpa rekan-rekan wartawan Istana yang…

Sabtu, 28 Desember 2019 20:20

Hembusan Isu "Geng Solo", Ini Kata Komisioner Kompolnas dan Pakar Hukum Tata Negara..

JAKARTA- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menanggapi tudingan isu ‘Geng Solo’…

Selasa, 17 Desember 2019 23:49

Alumni Diharap Ikut Berperan Dongkrak Peringkat Kampus 

JAKARTA--Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Nuhfil Hanani menyampaikan bahwa alumni…

Senin, 16 Desember 2019 23:36

‘Merdeka Belajar’ Diklaim Awal Baru Sistem Pendidikan Indonesia

JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) , Nadiem Anwar Makarim  menyampaikan…

Rabu, 04 Desember 2019 12:35

Dugaan Suap, KPK Periksa Dirut PKT

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Minggu, 24 November 2019 00:28

LDN Diharap Lahirkan Pemain Bibit Unggul dari Desa

BEKASI--Liga Desa Nusantara (LDN) akhirnya melahirkan juara baru di tingkat…

Minggu, 17 November 2019 01:09

Lewat Mewarnai, Anak dan Orangtua Bisa Terbang ke Hongkong

  JAKARTA--Ajang kompetisi Faber-Castell Family Art Competitions merupakan wadah anak-anak…

Kamis, 14 November 2019 12:13

Siswa SD Indonesia Sabet 5 Medali Turnamen Karate di Belgia

JAKARTA--Tim Delegasi Indonesia pada Turnamen Karate Internasional 4th Edition of…

Kamis, 07 November 2019 12:40

Menristek Optimis Indonesia Lahirkan 2 Startup Unicorn Baru Tahun 2020

JAKARTA--Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang…

Sabtu, 02 November 2019 20:37

15 Negara Dipastikan Hadiri Konferensi Internasional PAUD

  JAKARTA--Direktorat JenderalPendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirje  PAUD…

Shio Tikus Logam, Cerdik dan Pantang Menyerah Capai Tujuan

Satlantas Polresta Balikpapan Berhasil Temukan Mobil Pick Up Penabrak Motor di Sepinggan

Antisipasi Virus Corona, Masyarakat Diimbau Hindari Bepergian ke Negara Terjangkit

Paser Dianggap Darurat Narkoba, Gepenta Kecam Gelar Aksi ke Jalan Suarakan untuk Pemerintah

DPRD Bersama Bapelitbang Paser Kunjungi MAP UGM

Jukir Liar dan Preman di Sepanjang BP sampai Klandasan Dirazia, 12 Orang Diangkut

DPD PKS Targetkan 4.000 Kader Baru di Balikpapan, Harun: Jangan Jadi Penonton di IKN

SIKAAT TERUS, NDAAN..! Polresta Ringkus Lima Anak Buah Bandar Narkoba di Balikpapan

Maling lewat Jendela, Raja Ditangkap Warga

Keenakan Sering Dipinjami, Motor Teman Sendiri Diembat
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers