BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Kamis, 02 Mei 2019 12:16
Porang Komersial

PROKAL.CO, Dulu saya yang anjur-anjurkan. Sekarang giliran saya yang harus belajar. Ternyata porang sudah jadi tanaman komersial. Bukan lagi sekedar tanaman sela.

Saya diminta membuktikan sendiri. Ke pegunungan. Ke pedesaan di antara Ponorogo-Trenggalek-Pacitan. Sekarang lagi musim panen Porang.

"Saya mengaku kalah," kata saya pada pak Marnianto, petani Porang di Desa Ngrayun, pedalaman Ponorogo. Kemarin. Ketika saya ke sana. 

Pak Marnianto bisa hasilkan porang 30 ton/ha. Pengetahuan saya selama ini jauh dari itu. Paling hanya 10 ton per hektar.

Pak Marni sebenarnya pendatang baru di dunia porang. Aslinya Pak Marni seorang guru SD di desa itu. Ia kena 'virus' porang dari Pak Suparno. Sesama guru di situ. Suparno-lah yang sering ke Nganjuk. Bertemu aktivis porang Nganjuk: Riyanto dan Hartoyo. Yang dulu sering diskusi porang dengan saya.

Kawasan kaki Gunung Kendeng (Nganjuk, Bojonegoro, Saradan, Caruban) itu memang jadi pusat porang Indonesia.

Awalnya hanya memanfaatkan lahan kosong Perhutani. Di sela-sela pohon jati itu bisa ditanami porang. Ribuan petani sekitar hutan bisa hidup dari porang. 

Lalu saya dibuat lupa pada porang. Diberi kesibukan luar biasa yang sia-sia. Selama empat tahun terakhir.

DI's Way melakukan penanaman porang di lahan Perhutan di Blora. Waktu masih 
menjadi sesuatu. 27 April 2013 silam. Foto Atas: DI's Way panen porang 
di Desa Ngrayun, Ponorogo.

Tiba-tiba dunia porang sudah lebih sibuk dari saya. Berkembang ke mana-mana. Sampai ke Ponorogo. Bahkan sudah menjadi tanaman komersial. Yang saya maksud komersial adalah: tanahnya sewa. Khusus untuk porang. Punya karyawan khusus. Untuk menanam dan memelihara. Investornya pun sudah bisa dapat untung.

Investor pertamanya ya pak guru Marni itu. Kini sudah bisa sewa tanah 5 ha. Punya 12 karyawan. Baru saja panen 40 ton. Harga perkilogramnya Rp 7.000. Dapat uang Rp 280 juta. "Seluruh biayanya hanya sekitar Rp 90 juta. Termasuk sewa tanahnya," ujar Pak Marni. Hitung sendiri untungnya.

DI's Way dengan Pak Lurah dan petani porang di Desa Ngrayun, Ponorogo.

Tahun ini jutaannya itu masih akan bertambah banyak. Lima hektar tanah sewaannya akan menghasilkan semua.

Bagaimana pak guru itu bisa memproduksi porang lebih produktif dari Nganjuk?"Saya beri pupuk," kata pensiunan guru berumur 64 tahun itu. 

Pupuknya kotoran hewan. Ditaruh di lubang menjelang penanaman. Setelah tumbuh, mulai diberi pupuk urea, Sp36 dan sedikit ZA. Saat tumbuh tunas baru dipupuk lagi Ponska. Beberapa kali.

Umbi porang baru bisa dipanen di tahun kedua. Agar umbinya mencapai 4 kg. Paling tidak. Atau, seperti yang saya lihat kemarin, banyak yang satu umbi beratnya 7 kg.

Pak Marni punya rumus: porangnya minimal harus 2 kg/umbi. Yang 1 kg untuk mengembalikan biaya tanah dan biaya produksi. Yang 1 kg lagi untuk laba investornya.

"Kalau per umbi bisa di atas 2 kg itu anggap saja bonus," tambahnya.

Begitu banyak bonus pak guru itu. Bisa 5 kg per umbi. "Alhamdulillahhhh," ucapnya.

Belakangan ini kian banyak petani yang ikut jejak Pak Marni. Jangan kaget. Sudah lebih 20.000 hektar tanaman porang di Kecamatan Ngrayun.

Dengan pola tanam yang baru. Bukan tanaman liar lagi.

Di Ngrayun saya juga bertemu Koko Suprapno. Orang Pacitan timur. Yang lagi belajar tanam porang. Tanahnya di Pacitan kini ditanami cengkeh. Koko akan menanam porang di sela-sela cengkehnya itu.

Lain lagi dengan Pak Warno. Dulu ia tidak tertarik porang. Tiap hektar hanya menghasilkan 10 ton. Kini ia ikut jejak Pak Marni.

Hanya saja Pak Warno sulit dapat benih. Yang disebut katak. Yakni buah porang yang muncul di daun. Satu daun bisa ditumbuhi 40 katak. Tapi tetap saja tidak cukup memenuhi minat baru tanam porang. "Harga katak sudah 80 ribu per kg," ujar Pak Suwarno yang akan all out jadi petani baru porang. Setelah pensiun dari Perhutani.

Inilah yang disebut katak. Buah porang yang muncul di daun.

Pak Warno tidak khawatir akan pasar. Pasar ekspor seperti tidak terbatas. Pasar dalam negeri sangat besar.

Pabrik porang terus dibangun. Terakhir di Caruban. Kapasitas tampungnya 60 ton/jam. Mulai beroperasi Juni nanti. 

Porang petani dikirim ke pabrik. Diiris-iris. Dikeringkan. Dibuat tepung. Dipisahkan kadar glukomanannya. Dari asam oskalatnya.

Campuran terbaik daging bakso adalah tepung porang. Bisa mengembang dengan tekstur yang eksotik. 

Banyaknya petani baru juga tidak membuat Pak Marni gentar. 

Pak Marni tambah pinter lagi. Saya dibawa ke lokasi lain. "Ini pak. Di sela-sela porang saya tanami kacang tanah. Bisa dapat 1,5 ton/hektar," katanya. Di lokasi lain sela-selanya ditanami singkong.

DI's Way dan para petani porang di Desa Ngrayun, Ponorogo.

Bagi Pak Marni hidup dimulai sejak pensiun.

Salah. 

Sebenarnya sudah lama ia ingin hidup. Tapi selalu gagal.

Awalnya mencoba tanam jarak. Tergiur oleh program pemerintah untuk atasi krisis harga BBM dulu. Setelah panen tidak ada yang beli. Dijual tidak laku.

Lalu tanam pohon jabon. Ia tunggu selama enam tahun. Hasilnya tidak seperti yang digembar-gemborkan. Lalu tanam sengon laut. Tunggu lagi enam tahun. Hasilnya hanya Rp 10 juta. Kehilangan waktu lagi enam tahun.

Sukses baru datang setelah gagal 15 tahun.(Dahlan Iskan)

loading...

BACA JUGA

Senin, 14 Oktober 2019 07:37

Teladan di Tengah Masyarakat, Keberadaan Prajurit Satgas TMMD 106 Wiltas Bangkitkan Hidup Bersih

MALINAU- Keteladanan kedisiplinan Prajurit TNI di tengah masyarakat perbatasan dilakukan…

Senin, 14 Oktober 2019 07:26

Karantina Pertanian Balikpapan Gelar Operasi Patuh Karantina di Dua Pintu Masuk Kaltim

BALIKPAPAN- Kementerian Pertanian, melalui Karantina Pertanian Balikpapan melaksanakan operasi patuh…

Minggu, 13 Oktober 2019 23:04

Festival Mahakam Kembali Usung 100 Wonderful Event Indonesia

SAMARINDA. Menjadi kebanggaan terlebih dalam menyongsong Kaltim sebagai Ibukota Negara,…

Minggu, 13 Oktober 2019 21:06

Pasiter Kodim 0902/TRD dan BNK Berau Beri Penyuluhan Bahaya Narkoba pada Pelajar

SMA Negeri 4 Berau dipilih sebagai tempat dilaksanakan penyuluhan Bahaya…

Minggu, 13 Oktober 2019 15:30

Tim Kesehatan Satgas TMMD Lakukan Cek Kesehatan untuk Warga

HALONG- Tim kesehatan yang tergabung dalam satgas TMMD ke- 106…

Minggu, 13 Oktober 2019 13:40

Walikota Janjikan Anggaran yang Lebih Besar

KARANG ASAM. Malam Pengaunegarahan Destinasi Wisata kepada sektor pariwisawa di…

Minggu, 13 Oktober 2019 00:27

Honda Jagonya Kumpulkan Bikers Se-Kalimantan

BALIKPAPAN- Astra Honda Motor melalui Astra Motor Balikpapan sukses bikin…

Minggu, 13 Oktober 2019 00:24

Bakal Sering Kedatangan Menteri, Pengamanan di Balikpapan Diperketat

BALIKPAPAN- Kasus penyerangan yang dialami Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten…

Sabtu, 12 Oktober 2019 08:27

Berkat Dukungan dan Partisipasi Seluruh Masyarakat, TMMD ke-106 Sukses Terlaksana

TAPIN- Pembangunan jalan desa yang dilakukan dari program TNI Manunggal…

Sabtu, 12 Oktober 2019 08:20

Tim Satgas TMMD ke-106 Bangun Kebersamaan dengan Warga

HALONG- Salah satu ciri TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*