BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Senin, 29 April 2019 10:22
Simpang Obor

PROKAL.CO, Tuan rumah bilang: "Kami ini masih seperti dulu, masih tergolong negara berkembang. Belum bisa dibilang negara maju".

Tamunya bilang: "Tiongkok ini sekarang sudah menjadi negara besar".

Tuan rumah: "Kami ini negara berkembang yang besar".

Tiongkok memang di persimpangan jalan. Antara negara maju dan negara berkembang.

Amerika menganggap Tiongkok sudah bukan negara berkembang. Karena itu fasilitas sebagai negara berkembangnya harus dicabut. Misalnya perlakuan khusus di dalam WTO -- organisasi perdagangan dunia. Harus ditiadakan. Kata Amerika.

Dulu cita-cita tertinggi orang Tiongkok memang hanya memiliki tiga barang mewah ini: satu sepeda, satu jam tangan dan satu mesin jahit tangan. Tidak ada keinginan beli baju bagus. Baju mereka sama: abu-abu tua atau abu-abu muda. Bagi wanita model rambut pun hanya satu: kepang dua.

Sepuluh tahun kemudian cita-cita itu berubah. Tiga barang mewah yang diinginkan naik menjadi: mesin cuci, kulkas dan televisi.Begitulah. Tiap 10 tahun perubahannya drastis. Kini tiga barang yang diinginkan adalah: HP terbaru, mobil dan mode.

Statusnya sebagai negara berkembang selama ini telah dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi. Memberantas kemiskinan.

Presiden Xi Jinping sendiri minggu lalu kembali menegaskan: akhir tahun depan kemiskinan absolut sudah harus hilang sama sekali. Dari seluruh bumi Tiongkok.

Memang agak ajaib. Dalam status negara berkembang Tiongkok mampu menyediakan dana 1 triliun USD. Untuk dipinjamkan ke negara-negara lain. Di bawah program OBOR. Dan yang meminjam itu tidak hanya negara berkembang. Melainkan juga negara maju. Seperti Italia. Yang tergolong salah satu negara anggota G-7. Yakni tujuh negara industri terbesar di dunia.

Lihatlah Muktamar OBOR (One Belt One Road) yang hari ini dilangsungkan di Beijing. Lebih 150 negara hadir. Bahkan 37 di antaranya dipimpin langsung kepala pemerintahan mereka.

Tiongkok telah menjadi magnet dunia yang begitu besar. Di bidang pembangunan ekonomi.

Di lain pihak Tiongkok berkeras, "Kami ini masih negara berkembang". Tidak mau keringanan tarif perdagangannya dicabut.

Amerika juga mempersoalkan besarnya subsidi negara kepada BUMN. Yang membuat kompetisi tidak fair. Tiongkok terus berkelit. "Subsidi itu bukan dalam rangka persaingan harga. Subsidi itu untuk membuka lapangan kerja."

Maksudnya: dengan penduduk 1,3 miliar industri Tiongkok harus jalan. Kalau tidak akan langsung berpengaruh pada munculnya kembali kemiskinan.

Di tengah fokus dunia ke Beijing, Amerika terus menggebrak. Mulai minggu depan Tiongkok tidak boleh lagi membeli minyak mentah dari Iran. Tepatnya mulai 1 Mei depan. 

Maksudnya untuk menghukum Iran lebih dalam. Tapi juga memukul Tiongkok. Selama ini memang masih ada lima negara yang diizinkan beli minyak dari Iran: Tiongkok, India, Turki, Taiwan dan Bangladesh. Mulai 1 Mei nanti semua dilarang.

Kok tulisan ini jadi berat ya? Kok tidak seseru kalau membahas ekstrimitas ya? (Dahlan Iskan)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 Agustus 2019 22:10

Komunitas Bikers Upacara Kemerdekaan RI ke-74 bersama Lanud Dhomber Balikpapan

BALIKPAPAN- Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74, tidak hanya digelar oleh…

Sabtu, 17 Agustus 2019 17:58

SERU.. Penumpang Pesawat Diajak Lomba 17-an di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan

BALIKPAPAN- Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 74 juga terasa…

Sabtu, 17 Agustus 2019 15:37

HUT ke-6 Info Bencana Balikpapan.. Digelar Sederhana, Kedepankan Kemanusiaan dan Getaran Jiwa

BALIKPAPAN- Perayaan ulang tahun tak melulu dirayakan berlebihan. Cukup sederhana.…

Sabtu, 17 Agustus 2019 14:56

Salsa Shabila, Pembawa Baki Bendera Merah Putih Lepas Tangis Bahagia di Pundak Saudara

BALIKPAPAN– Salsa Shabila Ahsan (16) tak kuasa menahan rasa harunya.…

Jumat, 16 Agustus 2019 16:05

Keseruan Ibu-Ibu Main Futsal Kenakan Sarung di Mako Lanud Dhomber Balikpapan

BALIKPAPAN- Ada yang seru di lapangan depan Mako Lanud Balikpapan,…

Kamis, 15 Agustus 2019 20:43

Pekerja di Kaltim yang Tercover BPJS Ketenagakerjaan Capai 56,7 Persen

BALIKPAPAN- BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan menggelar press gathering…

Kamis, 15 Agustus 2019 14:36

Honda Scoopy Special Edition Merah-Putih Hadir di Balikpapan, Ini Penampakannya..

BALIKPAPAN- Main Dealer Astra Motor Balikpapan menghadirkan warna baru Honda…

Rabu, 14 Agustus 2019 21:19

Usung Party Experience, QL Cosmetic Gelar Kontes Kecantikan

BALIKPAPAN - Mengusung "Makeup Party Experience", QL Cosmetic menyelenggarakan kontes…

Rabu, 14 Agustus 2019 21:07

Promo Menu Nusantara dan Harga Kamar Spesial untuk Tamu Bernama Agus

BALIKPAPAN- Hotel Horison Sagita Balikpapan menyediakan berbagai macam penawaran menarik…

Rabu, 14 Agustus 2019 15:07

Peringatan Hari Pramuka Ke-58, Anggota Pramuka Harus Kuasai Iptek

BALIKPAPAN- Peringatan Hari Pramuka ke 58 Pemerintah Kota Balikpapan melaksanakan…

Usung Party Experience, QL Cosmetic Gelar Kontes Kecantikan

Promo Menu Nusantara dan Harga Kamar Spesial untuk Tamu Bernama Agus

Peringatan Hari Pramuka Ke-58, Anggota Pramuka Harus Kuasai Iptek

Pengepul Kulit Hewan Kurban Mulai Bermunculan di Kampung Timur

Berkahnya Makan bersama Rakyat

SPS Desak Menkeu Bebaskan Pajak Kertas

Hentikan Bullying, Sekolah Perlu Terapkan Pendidikan Berkarakter

Instansi Wajib Ikut Mobil Hias, Peserta Jalan Kaki Ditiadakan

Usai Kadis PU, Polres Kembali akan Panggil Kepala UPT Stadion

PT Muaratoyu Subur Lestari Terima Piagam Penghargaan dari Bupati Paser
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*