BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Kamis, 25 April 2019 10:10
Kembali ke OBOR

PROKAL.CO,

Justru kian meriah. Acara yang dibuka besok lusa itu. Pun kian banyak kepala pemerintahan yang hadir. Termasuk Presiden Putin dari Rusia. Padahal Amerika terus melancarkan kampanye negatifnya. Ke mana-mana. 

Itulah gambaran Muktamar ke-2 OBOR di Beijing. Yang dimulai tanggal 26 April lusa. Lebih 36 kepala pemerintahan hadir. Jauh lebih banyak dari yang pertama dulu. Dua tahun yang lalu.

Sempat setahun penuh OBOR (One Belt One Road) jadi sorotan dunia. Dianggap sebagai jebakan untuk negara miskin. OBOR kelihatan memberi pinjaman besar-besaran. Untuk proyek-proyek infrastruktur. Akibatnya negara peminjam tidak bisa bayar. Lantas asetnya disita Tiongkok.

Amerika terus mengkampanyekan 'jebakan utang' itu. Tapi awal istilah jebakan utang mulanya sebenarnya dari India. Dari tulisan seorang ahli di salah satu universitas di Delhi. Lalu dianggap logis.

"Waspadalah dengan jebakan utang!" Itulah tema sentral yang dilancarkan Amerika untuk negara-negara sahabatnya. Minggu lalu pun kampanye seperti itu masih dilancarkan. Kali ini untuk negara-negara Amerika Latin. Yang juga mulai tertarik pada OBOR.

Banyak negara termakan oleh kampanye itu. Mulai membatalkan proyek OBOR. Setidaknya menundanya. Atau meninjau ulang. Tapi akhirnya mereka balik kucing. Setelah berpikir ulang mereka mengambil kesimpulan: kembali ke OBOR.

Malaysia contohnya. Dengan proyek kereta cepat antar pantai. Atau Pakistan. Atau Kamboja. Atau Vietnam.

Bahkan Italia. Menjadi negara pertama dari kelompok G7 yang menerima OBOR. Diperkuat oleh Swiss. Dan Austria. Dan Monaco. Dan belakangan Athena menyusul. Seperti agak buru-buru. Minta dimasukkan dalam forum negara Eropa 16+1 menjadi 17+1. Dua minggu lalu. Agar sempat diikutkan muktamar ke-2 OBOR.

Begitu banyak kepala pemerintahan yang hadir di muktamar ini. Seperti mengabaikan begitu saja seruan Amerika. Yang tidak hadir hanya dua: India dan Amerika.

Saya melihat OBOR memang mempunyai banyak kelebihan. Prosedur mendapatkannya tidak berbelit. Cepat. Nilainya besar. 

Kelemahannya: bunganya lebih tinggi. Dibandingi pinjaman jangka panjang dari Jepang. Atau Amerika.

Kelemahan pinjaman dari Jepang/Amerika adalah prosedurnya sulit. Persyaratannya njelimet. Mengurusnya lama. Bisa tiga tahun. Saat persetujuan turun nilai proyek sudah berubah. Kondisi lapangan juga sudah beda. Nilainya tidak sebesar OBOR. 

Kelebihannya: begitu disetujui beres. Ruwet di depan tapi beres di pelaksanaannya. Jalannya proyek sangat lancar. Dengan mutu yang baik.

Amerika memang mengakui anggaran yang disiapkan tidak sebesar OBOR. Hanya 60 miliar dolar setahun. Sedang OBOR sampai 3 triliun dolar. Bedanya begitu jauh. 

Kalau saja saya boleh hadir di muktamar OBOR lusa saya akan usul: perbaikilah tata kelola OBOR. Terutama: tolaklah kalau ada permintaan dana siluman di dalamnya.

Jepang dan Amerika sangat ketat di bidang itu. Bahkan Amerika menyiapkan dana khusus untuk LSM yang akan ikut mengontrol setiap proyeknya.(Dahlan Iskan)

 
loading...

BACA JUGA

Rabu, 26 Februari 2020 18:51

Kasdam VI/Mulawarman Bangga, Tak Ada Pelanggaran Dilakukan Anggota Yonarmed 18/Komposit

TANJUNG REDEB- Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman Brigjen TNI Tri…

Rabu, 26 Februari 2020 08:00

Sosialisasi Kebijakan Bankeu dan ADK, Bupati: Tentukan Pembangunan Paling Prioritas

Tidak boleh berhenti hanya pada keinginan untuk melaksanakan pembangunan saja.…

Rabu, 26 Februari 2020 08:00

Gerak Cepat Atasi Masalah Listrik, Pemkab Adakan Pertemuan dengan PLN

UJOH BILANG–Dalam rangka peningkatan jaringan kelistrikan di Kabupaten Mahakam Ulu…

Rabu, 26 Februari 2020 06:32

Begini Kisah Sedih Enam Anak Kecil di Balikpapan, Ditinggal Ibu-Bapaknya yang Meninggal Hampir Bersamaan

BALIKPAPAN – Tak terhitung berapa jumlah orang yang telah datang…

Selasa, 25 Februari 2020 11:45

Bupati Imbau agar Warga Sukseskan Sensus Penduduk 2020

UJOH BILANG–Seluruh warga Mahakam Hulu (Mahulu) untuk ikut dan berperan…

Selasa, 25 Februari 2020 11:44

Buka Musrenbang Kecamatan Long Hubung, Bupati : Jadikan RTRW sebagai Petunjuk

Pembangunan daerah harus dikawal sedini mungkin. Rencana tata ruang wilayah…

Senin, 24 Februari 2020 05:49

Pangdam VI Mulawarman dan Kapolda Kaltim Lepas Bara Satu Bahasa dari Balikpapan

BALIKPAPAN- Bara Satu Bahasa yang dilepas dari kota Tarakan pada…

Senin, 24 Februari 2020 05:41

Pengurus DPD LDII Kutim 2019-2024 Dilantik, Bupati Berharap Terus Jaga Sinergitas

SANGATTA - Kepengurusan DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kutai…

Minggu, 23 Februari 2020 23:28

Rangkaian Bulan K3 Tahun 2020 di Lingkungan Pertamina MOR VI Selesai

BALIKPAPAN– Peringatan bulan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di kalangan…

Minggu, 23 Februari 2020 18:58

Ribuan Runner Penuhi Fun Run 8K, Kaltim Post Siap Dukung Kaltim Jadi Destinasi Event Marathon

BALIKPAPAN - Ratusan peserta siap meramaikan Fun Run 8K Kaltim…

Kasdam VI/Mulawarman Bangga, Tak Ada Pelanggaran Dilakukan Anggota Yonarmed 18/Komposit

Sosialisasi Kebijakan Bankeu dan ADK, Bupati: Tentukan Pembangunan Paling Prioritas

Gerak Cepat Atasi Masalah Listrik, Pemkab Adakan Pertemuan dengan PLN

Tempat Sampah Sudah Tak Layak, Komisi III RDP dengan DLH dan Warga

Komisi III RDP dengan Warga Balikpapan Utara, Bahas Banjir di Kawasan Graha

Begini Kisah Sedih Enam Anak Kecil di Balikpapan, Ditinggal Ibu-Bapaknya yang Meninggal Hampir Bersamaan

Dua Anggota Banggar, Muhammad Saleh dan Hamransyah Tinjau Kantor Damkar Lama

Tim CIECC Lakukan Survei ke KIPI dan PLTA Kayan

Bupati Imbau agar Warga Sukseskan Sensus Penduduk 2020

Buka Musrenbang Kecamatan Long Hubung, Bupati : Jadikan RTRW sebagai Petunjuk
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers