BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Kamis, 25 April 2019 10:09
Pemilu 7 Tahap

PROKAL.CO, Demokrasi memang mahal. Tapi lebih mahal lagi kalau 'Pemilu yang mahal itu tidak berkualitas'.

Demi kualitas itu India tidak mau grusa-grusu. Pemilunya dibuat tujuh tahap. Masa pencoblosannya sampai 37 hari. Sejak 11 April lalu sampai 19 Mei nanti.

Tahap pertamanya hanya di 20 negara bagian. Yang meliputi 91 distrik. Satu distrik satu kursi DPR pusat. Seperti di Malaysia atau di Inggris. 

Di 91 distrik ini pemilunya dilakukan di hari pertama, tanggal 11 April lalu. Di beberapa distrik jadwalnya diundur karena ditemukan gejala tidak jurdil. Misalnya ada yang bagi-bagi uang.

Tanggal-tanggal berikutnya untuk negara bagian yang lain lagi. 

Tahap terakhir, yang ke tujuh, dilangsungkan di 8 negara bagian, termasuk West Bengal. Yang ibukotanya Calcutta itu. Salah satu negara bagian yang sensitif: muslimnya 22 persen. Tertinggi di India. Yang rata-rata muslimnya 14 persen. Tahap tujuh itu berlangsung di hari terakhir: tanggal 19 Mei depan. Untuk 59 distrik di delapan negara bagian. Dari delapan itu hanya West Bengal yang besar. 

Mengapa harus tujuh tahap? Menjadi begitu lama?

Memang pemilu di India serba 'ter'. Terlama pelaksanaan pencoblosannya. Tercepat waktu penghitungannya. Tidak sampai satu hari. Tanggal 23 Mei depan. Juga terbesar jumlah pemilihnya: 850 juta orang.

Terlama itu dimaksudkan untuk bisa menghasilkan kualitas pemilu yang tinggi. Di India kalau sampai terjadi kecurangan akibatnya fatal. Di sana serba sensitif. Ideologi, agama, ras, kasta, gender, kaya miskin. Pemilu yang tidak jurdil bisa langsung mengarah ke isu sensitif itu. 

Pemilu yang berkualitas itu dirumuskan secara sederhana:  aman dan jurdil (jujur dan adil). Jurdil itu sebenarnya keamanan juga. Kalau tidak jurdil langsung tidak aman.

Untuk jurdil wasitnya harus netral. Demikian juga aparatnya.

Wasit utamanya adalah KPU India. Aparat yang dianggap bisa menjaga netralitas adalah tentara nasional. Militer. Di sana ada persepsi bahwa polisi lokal sering memihak. Justru jadi sumber kerawanan keamanan. 

Maka tentara nasional yang dipercaya untuk mengamankan pemilu. 

Tapi jumlah tentara tidak mencukupi. Kalau pemilunya serentak dalam satu hari. Wilayah India sangat luas. Banyak pula yang terpencil. Lebih satu juta TPS yang letaknya sulit dijangkau.

Tapi itu bukan alasan untuk bisa tidak aman dan tidsk jurdil. Maka dibuatlah jadwal yang tentara mampu mengawalnya. Dengan cara cukup waktu untuk mengirim personil ke TPS terjauh sekali pun. 

Penetapan jadwal itu disesuaikan juga dengan kemampuan logistik. Andalan angkutan mereka adalah kereta api. Terutama untuk mengirim tentara nasional ke seluruh pelosok negeri. Termasuk ke TPS terpencil. 

Intinya: TPS harus aman. Proses mencoblosnya harus aman. Proses penghitungan suara harus aman. Pengangkutan suara harus aman. Dan itu diserahkan pengawalannya kepada tentara nasional. 

Itulah sebabnya di sana proses pencoblosannya begitu lama. Tapi proses penghitungannya yang cepat. Satu hari. 

Sebaliknya di sini: pencoblosannya begitu cepat. Penghitungannya yang lama.  Entah mana yang lebih baik.(Dahlan Iskan)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 07:44

Kodam/VI Mukawarman Kerahkan Pasukan Atasi Karhutla di Kaltim, Kaltara dan Kalsel

BALIKPAPAN- Pangdam VI Mulawarman bersama Kapolda Kaltim dan jajaran TNI-Polri…

Rabu, 18 September 2019 22:43

Pertamina Resmikan Dapur Sehat Kampung KB Semarak Ceria 68

BALIKPAPAN- Pelaksanaan kegiatan peresmian dapur sehat Kelompok Semarak Ceria di…

Rabu, 18 September 2019 19:37

Makin Muluuuus..! Jalan Sepaku ke Arah Km 38 Balikpapan-Samarinda Terus Diperbaiki

SEPAKU – Waktu tempuh masyarakat Sepaku yang ingin bepergian ke…

Rabu, 18 September 2019 18:14

Ada Suara Sirine, Jangan Panik! Refinery Unit V Gelar Simulasi Keadaan Darurat

BALIKPAPAN– Pertamina Refinery Unit V Balikpapan melaksanakan table top management,…

Rabu, 18 September 2019 16:14
7 Kampung KB se-Kecamatan Samarinda Ulu Diresmikan

Wali Kota : Kampung KB, Bukan Sekadar Simbolis, Tapi Ini Kebutuhan

SAMARINDA- Untuk kesekian kalinya Walikota Samarinda, Syaharie Jaang meluncurkan Kampung…

Rabu, 18 September 2019 16:12

Wali Kota Harapkan Ponpes Tebuireng di Samarinda Cetak SDM Berkualitas

SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang berharap besar berdirinya Pondok Pesantren…

Selasa, 17 September 2019 06:01
Wali Kota Ikuti Proses Erau

Belimbur, Sultan Siram Jaang dengan Air Suci

TENGGARONG. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengikuti rangkaian prosesi Puncak…

Senin, 16 September 2019 19:33

Disdikbud Imbau Sekolah-Sekolah di Balikpapan Kurangi Aktivitas di Luar Kelas

BALIKPAPAN - Sudah satu minggu Kota Balikpapan dirundung kabut asap.…

Senin, 16 September 2019 15:07

Kontes Ayam Serama Majukan Ekonomi Kecil

SAMARINDA-Puluhan ayam serama mengikuti Kontes Wali Kota Cup yang  digelar…

Senin, 16 September 2019 00:45

Pemkot Dorong Berdayakan Komunitas TIK Lokal

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, mengapresiasi helatan Bekraf Developer Day…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*