BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Rabu, 13 Maret 2019 22:15
Pengamat : AKSI Mau Digunakan untuk Apa ?

Soal Wacana Pemerintah Ganti UN dengan AKSI

(Foto : ilustrasi/ dok. Jawa Pos)

PROKAL.CO, JAKARTA--Pengamat Pendidikan, Indra Charismiadji mengkritisi adanya kabar bahwa pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI).

 

Menurutnya, wacana pemerintah tersebut tidak jelas. Sebab, jika UN hanya berganti nama menjadi AKSI namun tujuannya tetap sama untuk pemetaan, maka diprediksi tidak akan memberikan perubahan kualitas siswa secara signifikan. 

 

"AKSI itu mau digunakan untuk apa? Sebenarnya dengan adanya UN saja juga sudah tidak cocok.  Karena dengan adanya tes, siswa berupaya untuk menghafal soal dan bagaimana cara menjawabnya sehingga meskipun nilainya bagus, tetapi kemampuannya tidak sama,” kata Indra di Jakarta, Rabu (13/3). 

 

Dia mencontohkan, bobot nilai yang dihasilkan oleh suatu tes tentu tidak bisa dipakai sebagai alat untuk mengukur kemampuan siswa di setiap daerah. Atau artinya, tidak bisa disamaratakan. 

 

"Misalny, nilai 8 yang didapat oleh anak di daerah A, tentu tidak sama dengan nilai 8 anak di daerah B. Tingkat kecerdasannya pasti berbeda," tuturnya. 

 

Saat dikonfirmasi, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad menjelaskan, keberadaan AKSI  bukan untuk menggantikan Ujian Nasional (UN). "Ini baru sebatas wacana, akan tetapi realisasinya belum ke arah situ. Kemendikbud untuk sementara belum menggunakan AKSI untuk menggantikan UN," ujar Hamid. 

 

Dia menjelaskan AKSI dilakukan, untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa atau "High Order Thinking Skill" (HOTS). Juga untuk membantu meningkatkan ranking Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang saat ini masih berada di bawah.

 

"AKSI merupakan salinan dari PISA, untuk meningkatkan kemampuan HOTS siswa umur 15 tahun atau yang berada di kelas IX," tambah dia.

 

Dengan adanya AKSI tersebut diharapkan siswa terbiasa dengan soal-soal HOTS. Penerapan AKSI ini pun tidak dilakukan di seluruh sekolah di Tanah Air, tetapi hanya beberapa sekolah yang akan dijadikan sampel.

 

Kemendikbud saat ini melakukan penataan pendidikan melalui sistem zonasi, yang tidak hanya bertujuan untuk pendaftaran siswa baru tetapi juga pemerataan guru, sarana prasarana, dan pemenuhan delapan standar nasional pendidikan. "Jadi sebelum dilakukan PISA, maka kita mengukur sendiri kemampuan anak didik kita dengan AKSI. AKSI ini sudah dilakukan di beberapa SMP dengan predikat rendah, sedang dan bagus. Sehingga pemerataannya merata dan mengetahui kemampuan siswa," pungkas Hamid. (sar/pro)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 28 Desember 2019 20:20

Hembusan Isu "Geng Solo", Ini Kata Komisioner Kompolnas dan Pakar Hukum Tata Negara..

JAKARTA- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menanggapi tudingan isu ‘Geng Solo’…

Selasa, 17 Desember 2019 23:49

Alumni Diharap Ikut Berperan Dongkrak Peringkat Kampus 

JAKARTA--Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Nuhfil Hanani menyampaikan bahwa alumni…

Senin, 16 Desember 2019 23:36

‘Merdeka Belajar’ Diklaim Awal Baru Sistem Pendidikan Indonesia

JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) , Nadiem Anwar Makarim  menyampaikan…

Rabu, 04 Desember 2019 12:35

Dugaan Suap, KPK Periksa Dirut PKT

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Minggu, 24 November 2019 00:28

LDN Diharap Lahirkan Pemain Bibit Unggul dari Desa

BEKASI--Liga Desa Nusantara (LDN) akhirnya melahirkan juara baru di tingkat…

Minggu, 17 November 2019 01:09

Lewat Mewarnai, Anak dan Orangtua Bisa Terbang ke Hongkong

  JAKARTA--Ajang kompetisi Faber-Castell Family Art Competitions merupakan wadah anak-anak…

Kamis, 14 November 2019 12:13

Siswa SD Indonesia Sabet 5 Medali Turnamen Karate di Belgia

JAKARTA--Tim Delegasi Indonesia pada Turnamen Karate Internasional 4th Edition of…

Kamis, 07 November 2019 12:40

Menristek Optimis Indonesia Lahirkan 2 Startup Unicorn Baru Tahun 2020

JAKARTA--Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang…

Sabtu, 02 November 2019 20:37

15 Negara Dipastikan Hadiri Konferensi Internasional PAUD

  JAKARTA--Direktorat JenderalPendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirje  PAUD…

Jumat, 01 November 2019 17:24

Riset dan Inovasi di Sektor Manufaktur Perlu Diperkuat

JAKARTA--Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala…

Pria Ini Diamankan saat Bawa Koper Hitam, Pas Digeledah Isinya Sabu 10 Kg asal Tawau

Warga Dukung Perda Punya Mobil Harus Miliki Garasi Segera Disahkan

Komisi II Sidak Lima Pasar di Balikpapan

"Saya Siap. Siap Mental, Siap Modal”

Arlina Dukung Kegiatan Lomba Balap Ketinting di Desa Tanah Periuk

HABISI..! Sepuluh Pengedar Gunung Bugis Diamankan Polresta Balikpapan

Antusias Tinggi, Peserta Kaltim Post Fun Rally 2020 Makin Tertantang

Pura-Pura Pinjam, Pemuda Ini Jambret Handphone Pelajar SMP

Ancam Warga Pakai Sajam, Satu Lagi Preman Pasar Pandan Sari Diciduk Polresta Balikpapan

Deputi Gubernur Bank Indonesia Resmikan Workshop Santri Ponpes Modern Al Muttaqien
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers