BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Kamis, 28 Februari 2019 20:14
Jadi Pengajar di Perbatasan, 900 Prajurit TNI AD Dikirim ke Nunukan dan Malinau
Prajurit TNI akan membantu memberikan pembelajaran di sekolah-sekolah yang berada di wilayah perbatasan. (foto : ilustrasi/ dok. Jawa Pos)

PROKAL.CO, JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia  Angkatan Darata (TNI AD) untuk mengantisipasi kurangnya jumlah pengajar di  daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T).  

Dirjen GTK Kemendikbud, Supriano menjelaskan, ruang lingkup kerjasama ini salah satunya penguatan kompetensi dalam proses pembelajaran di kelas kepada personel TNI AD pada satuan pendidikan di daerah 3T.

“Jika nanti di salah satu satuan pendidikan di kawasan 3T tidak ada guru, maka prajurit bisa masuk ikut mengajar dengan pengetahuan yang kita berikan. Kalau cukup guru, ya berarti tidak ada masalah. Jadi ini sebagai bentuk antisipasi. Jangan sampai ada sekolah di perbatasan  yang tidak ada gurunya,” terang Supriano di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2).

Pria yang akrab disapa Ono ini turut menerangkan bahwa program kerjasama ini merupakan tahap I. Berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, TNI AD dipastikan akan mengirim 900 orang prajurit untuk di kirim ke Nunukan dan Malinau. Dirincikan,  450 orang prajurit dari Batalyon 600 Raider Balikpapan akan bertugas di Nunukan, dan 450 orang prajurit dari Batalyon 303 Raider Garut akan bertugas di Malinau.  

Dipilihnya dua daerah tersebut, disebabkan karena adanya laporan bahwa kondisi sekolah di Nunukan dan Malinau kekurangan tenaga pengajar. “Kami baru-baru ini sempat ke Tawau, dan menerima laporan seperti itu. Akhirnya kami memutuskan untuk segera mengantisipasi agar proses belajar mengajar di sana tetap berjalan dengan baik,” jelas Ono.

Sebelum dikirim ke Nunukan dan Malinau, para prajurit akan diberikan pembekalan oleh Kemendikbud melalui LPMP akan dilaksanakan pada 10-15 Maret 2019. Pola pelatihannya selama 40 jam dalam seminggu. Pembekalannya terdiri dari pembinaan karakter, bela negara, baca tulis hitung (calistung), kecakapan hidup dan kepanduan.

“Masa pergantiannya 9 bulan sekali. Mereka nanti tetap bekerjasama dengan guru. Misalnya, ada sekolah butuh guru olahraga, tapi tidak ada. Maka bisa digantikan oleh prajurit. Kemudian, belajar tentang bela negara atau baris-berbaris, atau sifatnya calistung, mereka bisa bantu mengisi kekosongan guru di situ. Pokoknya, jangan sampai ada naka-anak yang memiliki potensi dan semangat tinggi bersekolah, tapi tidak ada yang mengajar,” ujar Ono.

Sementara itu, Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen Bakti Agus Fadjari menambahkan, pihaknya berterima kasih kepada Kemendikbud terhadap kepeduliannya terhadap kondisi di perbatasan dan bersedia memberikan pembekalan kepada para prajurit.

“Pembekalan ini sangat berarti bagi kami karena selama ini prajurit yang ada di perbatasan memang sering terlibat dalam proses pembelajaran  di sekolah-sekolah. Sehingga dengan ilmu yang diberikan ini  akan disampaikan prajurit kepada siswa sesuai standar Kemendikbud. Tahun ini adalah Tahap I. Tahun depan, kami akan mengirim prajurit dari daerah lain, jadi bergantian,” kata Bakti Agus. (*/sar/pro)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 28 Desember 2019 20:20

Hembusan Isu "Geng Solo", Ini Kata Komisioner Kompolnas dan Pakar Hukum Tata Negara..

JAKARTA- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menanggapi tudingan isu ‘Geng Solo’…

Selasa, 17 Desember 2019 23:49

Alumni Diharap Ikut Berperan Dongkrak Peringkat Kampus 

JAKARTA--Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Nuhfil Hanani menyampaikan bahwa alumni…

Senin, 16 Desember 2019 23:36

‘Merdeka Belajar’ Diklaim Awal Baru Sistem Pendidikan Indonesia

JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) , Nadiem Anwar Makarim  menyampaikan…

Rabu, 04 Desember 2019 12:35

Dugaan Suap, KPK Periksa Dirut PKT

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Minggu, 24 November 2019 00:28

LDN Diharap Lahirkan Pemain Bibit Unggul dari Desa

BEKASI--Liga Desa Nusantara (LDN) akhirnya melahirkan juara baru di tingkat…

Minggu, 17 November 2019 01:09

Lewat Mewarnai, Anak dan Orangtua Bisa Terbang ke Hongkong

  JAKARTA--Ajang kompetisi Faber-Castell Family Art Competitions merupakan wadah anak-anak…

Kamis, 14 November 2019 12:13

Siswa SD Indonesia Sabet 5 Medali Turnamen Karate di Belgia

JAKARTA--Tim Delegasi Indonesia pada Turnamen Karate Internasional 4th Edition of…

Kamis, 07 November 2019 12:40

Menristek Optimis Indonesia Lahirkan 2 Startup Unicorn Baru Tahun 2020

JAKARTA--Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang…

Sabtu, 02 November 2019 20:37

15 Negara Dipastikan Hadiri Konferensi Internasional PAUD

  JAKARTA--Direktorat JenderalPendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirje  PAUD…

Jumat, 01 November 2019 17:24

Riset dan Inovasi di Sektor Manufaktur Perlu Diperkuat

JAKARTA--Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala…

Pria Ini Diamankan saat Bawa Koper Hitam, Pas Digeledah Isinya Sabu 10 Kg asal Tawau

Warga Dukung Perda Punya Mobil Harus Miliki Garasi Segera Disahkan

Komisi II Sidak Lima Pasar di Balikpapan

"Saya Siap. Siap Mental, Siap Modal”

Arlina Dukung Kegiatan Lomba Balap Ketinting di Desa Tanah Periuk

HABISI..! Sepuluh Pengedar Gunung Bugis Diamankan Polresta Balikpapan

Antusias Tinggi, Peserta Kaltim Post Fun Rally 2020 Makin Tertantang

Pura-Pura Pinjam, Pemuda Ini Jambret Handphone Pelajar SMP

Ancam Warga Pakai Sajam, Satu Lagi Preman Pasar Pandan Sari Diciduk Polresta Balikpapan

Deputi Gubernur Bank Indonesia Resmikan Workshop Santri Ponpes Modern Al Muttaqien
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers