BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Jumat, 15 Februari 2019 11:54
Dorong Pemerataan Pendidikan, PIP Bantu Pemda Wujudkan Wajar 12 Tahun
Pemerintah berencana akan memperkuat Program Indonesia Pintar (PIP) dan mencakup hingga Wajib belajar (Wajar) 12 tahun. (foto : ilustrasi /dok.jawa pos)

PROKAL.CO, DEPOK—Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 mengamanatkan pembangunan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bertujuan meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah. Implementasi PIP dengan penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan langkah nyata jangka panjang yang dapat meningkatkan angka putus sekolah dan angka keberlanjutan pendidikan anak-anak Indonesia.

Target Angka Partisipasi Murni (APM) tingkat SD/MI sebesar 91,3% pada 2014 diharapkan meningkat pada 2019 menjadi 94,8%. Tingkat SMP/MTs 79,4% pada 2014 79,4% menjadi 82% pada 2019. Sedang SMA/MA/SMK, 55,3% pada 2014 menjadi 67,5% pada 2019.

Dalam pelaksanaannya,  PIP telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar (PIP) pada Pasal 2 menerangkan bahwa PIP bertujuan untuk membantu biaya personal pendidikan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin yang terdaftar sebagai peserta didik pada satuan pendidikan formal atau nonformal.

Menteri Pendidikan dnan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan, PIP dinilai sebagai suatu program layanan pemerintah yang sangat menyentuh kepentingan masyarakat selain prograk Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Ini bisa dibuktikan dengan dampaknya yang sangat signifikan. Sangat mempengaruhi dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan," terang Muhadjir dalam Taklimat Media Penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RPNK) tahun 2019 di Pusdiklat Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini.

Sebab itu, lanjut Muhadjir, ke depannya pemerintah berencana akan memperkuat PIP dengan Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun. "Sesuai dengan amanah Presiden, PIP akan diperluas kepada anak-anak yang juga mengikuti pendidikan di lembaga kursus Paud Dikmas. Dengan begitu, harapannya bisa memerbesar jumlah peserta didik dan memperkuat target pemerintah," jelas Muhadjir.

Namun begitu, Muhadjir menegaskan akan tetap terus menata ulang dan mengevaluasi penyaluran atau distribusi KIP. Sehingga pemerintah dapat menjamin penyaluran KIP tepat sasaran, tidak ada siswa yang drop out dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan keberhasilan PIP, pemerintah daerah turut mengapresiasi. “PIP telah membuktikan bahwa  suatu program yang mampu membantu masyarakat yang nasib ekonominya tidak bagus. Dengan adanya PIP dan penyerahan KIP, maka anak-anak mereka tetap bisa melanjutkan sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah. 

Zubaidah membeberkan, distribusi KIP di Kota Malang, Jawa Timur hingga saat ini sudah mencapai 80 persen. Diakui, ada beberapa masyarakat yang belum menerima bantuan pendidikan ini disebabkan siswa calon penerima KIP sudah lulus dan banyak yang pindah  dan melanjutkan sekolah ke luar kota.

“Kendala lainnya, adapula yang nomor kartu tidak sesuai dengan nama siswa. Tapi semua itu bukanlah kendala yang berat, dan sudah diselesaikan dengan berkoordinasi dengan kepala sekolah masing-masing,” terang Zubaidah.

Senada dengan Zubaidah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Saiful Rahman juga menerangkan bahwa pelaksanaan PIP di daerahnya tak ada kendala yang berarti. Menurutnya, penyaluran KIP juga telah dilakukan sesuai dengan Dapodik. “Yang berhak menerima secara otomatis semuanya sudah menerima. Tidak ada masalah,” ujar Saiful.

Tak hanya itu, lanjut Saiful, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah berencana akan memberikan bantuan pendidikan dengan membebaskan SPP untuk seluruh siswa SMA/SMK Negeri dan Swasta se-Jawa Timur. Dikatakan, rencana tersebut tak lain merupakan salah satu bentuk dukungan Pemprov Jawa Timur terhadap program KIP oleh pemerintah pusat.

“Harapannya, kebijakan ini nantinya dapat membantu masyarakat dalam memperoleh haknya Wjib Berlajar (Wajar) 9 Tahun hingga Wajar 12 tahun,” imbuhnya.

Daerah lainnya yang juga melakukan hal serupa adalah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Muhammad Irfansyah menuturkan, Pemda setempat menaruh perhatian terhadap peserta didik pendidikan kesetaraan yang berjalan bersamaan dengan PIP. “Penerima dana PIP dari pendidikan kesetaraan saat ini masih terus lakukan,” terangnya.

Irfansyah mengatakan, Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur sampai saat ini masih terus melakukan sosialisasi tentang penggunaan dan cara pencairan dana manfaat PIP ke sekolah-sekolah. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak seperti kepala sekolah dan tokoh masyarakat. Keterlibatan tokoh masyarakat menurutnya sebagai salah satu cara jitu agar para orang tua lebih memahami penggunaan dana PIP.

”Kita terus melakukan edukasi kepada penerima PIP bahwa penggunaan dana bantuan tersebut untuk keperluan pendukung pendidikan anak dan bukan untuk keperluan orang tua,” tutur Irfansyah.

“Kami memberi perhatian tinggi terkait amanat dalam Permendikbud tersebut. Oleh karena itu, pihak dinas sering melakukan survei secara random terhadap para siswa penerima dana PIP dalam hal pemanfaatannya agar tepat penggunaannya,” lanjutnya. (*/sar/pro)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 28 Desember 2019 20:20

Hembusan Isu "Geng Solo", Ini Kata Komisioner Kompolnas dan Pakar Hukum Tata Negara..

JAKARTA- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menanggapi tudingan isu ‘Geng Solo’…

Selasa, 17 Desember 2019 23:49

Alumni Diharap Ikut Berperan Dongkrak Peringkat Kampus 

JAKARTA--Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Nuhfil Hanani menyampaikan bahwa alumni…

Senin, 16 Desember 2019 23:36

‘Merdeka Belajar’ Diklaim Awal Baru Sistem Pendidikan Indonesia

JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) , Nadiem Anwar Makarim  menyampaikan…

Rabu, 04 Desember 2019 12:35

Dugaan Suap, KPK Periksa Dirut PKT

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Minggu, 24 November 2019 00:28

LDN Diharap Lahirkan Pemain Bibit Unggul dari Desa

BEKASI--Liga Desa Nusantara (LDN) akhirnya melahirkan juara baru di tingkat…

Minggu, 17 November 2019 01:09

Lewat Mewarnai, Anak dan Orangtua Bisa Terbang ke Hongkong

  JAKARTA--Ajang kompetisi Faber-Castell Family Art Competitions merupakan wadah anak-anak…

Kamis, 14 November 2019 12:13

Siswa SD Indonesia Sabet 5 Medali Turnamen Karate di Belgia

JAKARTA--Tim Delegasi Indonesia pada Turnamen Karate Internasional 4th Edition of…

Kamis, 07 November 2019 12:40

Menristek Optimis Indonesia Lahirkan 2 Startup Unicorn Baru Tahun 2020

JAKARTA--Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang…

Sabtu, 02 November 2019 20:37

15 Negara Dipastikan Hadiri Konferensi Internasional PAUD

  JAKARTA--Direktorat JenderalPendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirje  PAUD…

Jumat, 01 November 2019 17:24

Riset dan Inovasi di Sektor Manufaktur Perlu Diperkuat

JAKARTA--Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala…

Pria Ini Diamankan saat Bawa Koper Hitam, Pas Digeledah Isinya Sabu 10 Kg asal Tawau

Warga Dukung Perda Punya Mobil Harus Miliki Garasi Segera Disahkan

Komisi II Sidak Lima Pasar di Balikpapan

"Saya Siap. Siap Mental, Siap Modal”

Arlina Dukung Kegiatan Lomba Balap Ketinting di Desa Tanah Periuk

HABISI..! Sepuluh Pengedar Gunung Bugis Diamankan Polresta Balikpapan

Antusias Tinggi, Peserta Kaltim Post Fun Rally 2020 Makin Tertantang

Pura-Pura Pinjam, Pemuda Ini Jambret Handphone Pelajar SMP

Ancam Warga Pakai Sajam, Satu Lagi Preman Pasar Pandan Sari Diciduk Polresta Balikpapan

Deputi Gubernur Bank Indonesia Resmikan Workshop Santri Ponpes Modern Al Muttaqien
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers