BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN
Selasa, 20 Maret 2018 19:46
Kopertis Antisipasi Ijazah Palsu

Peningkatan Layanan, Sosialisasikan Penomoran Izajah se-Kalimantan

MASA DEPAN MAHASISWA: Perwakilan PTS se-Kaltim-Kaltara ini antusias menyimak pemaparan dari pemateri. Dihimbau agar setiap mahasiswa didaftarkan di Dikti sebelum wisuda.(Kopertis untuk Kaltim Post)

KOORDINASI Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XI Kalimantan terus melakukan penertiban administrasi. Terutama Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (Sivil). Bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Kaltim Kaltara. Sosialisasi yang diikuti oleh ratusan perwakilan PTS se-Benua Etam ini dihelat di Hotel Mesra Samarinda, Senin (14/3) sampai Selasa (15/3).

Koordinator Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Prof Dr Ir H Idiannor Mahyudin MSi mengimbau sosialisasi PIN dan Sivil ini bisa lebih tertib lagi. Terutama bidang layanan masyarakat untuk database dengan baik. Yakni sebagai data riwayat sesorangan atau mahasiswa yang masuk dan berproses di PTS tempatnya kuliah.

"Kita khawatir, terutama pemerintah dan juga masyarakat. Tiba-tiba saja tidak tahu kapan kuliah, waktu masuk di PTS? Kemudian ada ijazah perguruan tinggi swasta. Jadi ini harus diantisipasi sejak dini,” jelas Idianoor.

PIN dan SIivil itu setiap mahasiswa sejak awal masuk akan tercatat serta terpantau oleh PTS. Melalui operator kemudian dilaporkan ke Dikti. Sehingga tidak ada istilah penumpang 'gelap' atau ijazah bodong.

Mengantisipasinya akan dilakukan penomoran teratur. Diwacanakan jika perlu akan diberikan sanksi ke PTS yang tidak melaporkan penomoran tersebut ke Dikti. Jadi Kopertis mengajak semua PTS harus selalau melaporkan mahasiswanya dan jangan sampai terlewatkan. Karena akibatnya akan berdampak bagi masa depan mahasiwa tersebut. Terlebih PTS sebelum melakukan wisuda wajib melakukan pelaporan. Jika tiidak terdaftar di Dikti maka Kopertis tidak mengijinkan PTS menyelenggarakan wisuda.

 "Kalau mereka tetapmelakukan wisuda dan belum terdaftar di Dikti berarti itu tidak asli alias palsu," paparnya. Sekarang tuntutan masyarakat kian tinggi. Tentunya PTS dan Kopertis juga akan dituntut terus meningkatkan ketertiban, transparansi, akuntabel. Terutama mencetak lulusan berkualitas. Tentunya pemerintah harus membantu untuk kelancaranya, agar bisa dijalankan secara optimal.

 “Sosialisasi ini sudah dilakukan secara marathon. Untuk PTS Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Utara. Selanjutnya akhir bulan Maret akan diselenggarakan untuk PTS se Kalimantan Tengah,” urai pria murah senyum ini.(hry)

loading...

BACA JUGA


Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers