BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL
Minggu, 27 September 2015 13:37
Para Pembantai Berdalih Beruang Madu Terperangkap Jerat Babi

PROKAL.CO,

TENGGARONG - Para tersangka pembantai beruang madu, yang kemudian mengunggah fotonya ke Facebook, membantah telah melakukan pembantaian. Mereka berdalih beruang tersebut mati karena terperangkap jerat babi yang dipasang warga.
“Masih membantah," kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin.
Para tersangka masing-masing Ronal Cristoper (24), Martinus Belawi (22) dan Markus Lawai (21), dibekuk di kediaman masing-masing di lokasi pertambangan PT Indonesia Pratama di Kecamatan Tabang, sekitar 205 Km dari Kota Tenggarong.
“Berdasarkan informasi masyarakat. Kemudian dilakukan penyelidikan atas foto-foto yang disebar melalui media sosial itu. Itu informasi awal yang masuk. Para tersangkanya berhasil diungkap,” terang Kapolda kepada Balikpapan Pos.
Ketiganya tercatat sebagai karyawan di PT Indonesia Pratama, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan di Kutai Kartanegara. Tidak seperti yang dicantumkan dalam akun facebook-nya, sebagai PNSD di Disdukcapil Kukar. Sementara lokasi pembantaian itu diperkirakan jauh dari Ibu Kota Kecamatan, di desa Sidomulyo.
Kapolda menyebut, keberadaan tersangka diendus dari serpihan informasi yang diterima dari masyarakat. Pencarian para tersangka juga dilakukan dengan melibatkan instansi terkait dan elemen masyarakat lainnya.
"Rasanya janggal juga beruang tersebut bukan mereka yang membunuh, karena terlihat ketiga tersangka sedang membelah bagian perut beruang madu," katanya.
Sementara itu, Polres Kukar masih melakukan pengembangan dan mengusut tuntas kasus pembantaian beruang madu yang merupakan maskot Kota Balikpapan itu. Kasatreskrim Polres Kukar, AKP Yuliansyah membeberkan ketiga tersangka masih ditahan di Polres Kukar. Hanya saja, barang bukti belum ada yang diamankan. “Pengakuan para tersangka, pisau yang digunakan ditinggalkan di pinggir sungai di TKP pembantaian,” jelasnya.
"Saya berjanji akan mengungkap semua apa motif ketiga tersangka," timpal Kapolres Kukar, AKBP Handoko ketika ditemui di ruang kerjanya.
Sebelumnya, masyarakat Kalimantan Timur ramai memperbincangkan pembantaian beruang madu yang diduga dilakukan Ronal Cristoper Ronal, begitu dia menulis namanya di laman akun Facebook. Dalam foto yang diunggah ke media sosial itu, Ronal bersama temannya sedang asyik menguliti seekor beruang madu.
Namun, belakangan foto tersebut telah dihapus menyusul satu per satu netizen dan aktivis lingkungan yang mengecam. Ada yang menyebutnya kejam, hingga ada yang meminta dilaporkan ke Mabes Polri. Tapi tidak sedikit membandingkan dengan kasus lain seperti kebakaran hutan dan pelanggaran hukum lainnya.
Melihat beberapa foto lainnya, Ronal sepertinya gemar memburu satwa langka seperti kucing hutan, ular, kancil atau pelanduk, sampai kera ekor panjang. Kemungkinan satwa-satwa tersebut dikonsumsi, nilai salah satu akun. (bp/pro)


BACA JUGA


Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers