BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Sabtu, 27 Mei 2017 15:08
Ramadan Pertama Suku Togutil
KEHIDUPAN BARU: Hidup dalam kondisi primitif, inilah suku Togutil yang belum mengenal dunia luar. Kini mereka telah menjadi mualaf dan belajar mengenal Islam. 

PROKAL.CO, SUKU Togutil merupakan suku pedalaman yang tinggal di hutan Halmahera dan belum memiliki agama. Mereka banyak tinggal di Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Atau dalam bahasa Halmahera pongana mo nyawa, suku yang hidup di hutan dengan cara hidup berpindah-pindah di dalam hutan Wasile, di  Timur Ternate.

Suku yang memiliki rumpun seperti Suku Tobelo ini  hidup dalam kondisi primitif,  suka hidup berkelompok dan tidak mengenal huruf. Mereka tidak mengenal kebersihan bahkan untuk buang air yang benar saja belum bisa.

Aneh namun inilah kenyataan, suku Togutil belum berpendidikan dan mengenal dunia luar, diantara remaja mereka banyak yang baru bisa pegang pena waktu dilatih menulis oleh dai tangguh BMH. 

Rumah mereka seperti gubuk kecil dengan atap daun wako dan tanpa dinding. Makanan mereka tergantung dari alam dan jika makanan ditempat telah habis, mereka akan berpindah tempat. 

Menurut Ustaz Nurhadi, seorang dai tangguh BMH di Halmahera, pada 23 Mei lalu, dilakukan prosesi syahadat (menjadi mualaf) suku Tugotil sebanyak 25 orang yang berjalan baik dan khidmat.

“Sekarang dalam proses pembinaan. Mereka diajari berpakaian, memasak, bersuci, menulis dan membaca. Dan yang lebih penting lagi pembelajaran ibadah seperti salat,”  kata Ustaz Nurhadi. 

Pihaknya, katanya, sedang melakukan pembinaan untuk keislaman dan kehidupan bermasyarakat, dari belum beragama menjadi beragama dan dari kehidupan primitive menjadi berbudaya dan berakhlak.

“Harapannya jika kembali ke hutan, mereka sudah bisa bercocok tanam atau punya satu keterampilan tertentu agar bisa menopang kehidupan sehari-harinya,” harapnya.

Hingga saat ini warga Suku Tugotil yang keluar dari hutan dan telah mualaf berjumlah 42 orang.  Insyaallah jumlah ini akan terus bertambah, karena dai BMH bersama para mualaf suku Tugotil berencana kembali untuk mengajak sanak keluarganya memeluk Islam.

“Kita masih butuh pakaian biasa/salat, biaya logistik dapur dan pembuatan rumah papan sederhana,” tambah Nurhadi.

Di Halmahera sendiri, lanjutnya, masih banyak suku pedalaman yang belum memiliki agama. Hidup mereka nomaden, satu dua tahun berpindah tempat.

Hidupnya tergantung hasil hutan alam sekitar, dan sebagian kecil sudah berpakaian sementara lainya belum banyak yang berpakaian.

Atas pertolongan Allah SWT, dai tangguh BMH sapai ke hutan dimana suku Togutil tinggal. Menurut Ustaz Nur Hadi, perjalanan menuju hutan itu membutuhkan waktu sekitar satu minggu berjalan kaki. “Kadang kita melewati sungai  yang penuh dengan puluhan buaya di dalamnya,” ungkap Nurhadi. 

Nurhadi menambahkan, saat ini suku Togutil membutuhkan bantuan yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. “Mari istimewakan Ramadan kita kali ini dengan membantu suku Togutil agar bisa merasakan indahnya persaudaraan di dalam Islam. Apa yang bisa kita berikan adalah pahala yang akan terus mengalir untuk kita,” pesannya. (Pro/mra)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 14:08

PLN Perkuat Sinergi dengan Stakeholders

BALIKPAPAN-Manajemen PLN Unit induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,…

Kamis, 16 Januari 2020 21:41

Bayar Klaim PT Pelayaran Lestari Abadi Sakti Rp 13,3 Miliar

BALIKPAPAN- Memenuhi kewajiban kepada nasabah, PT Asuransi Tri Pakarta lakukan…

Sabtu, 11 Januari 2020 21:00

PLN Sigap Penanganan Listrik saat Banjir Melanda Samarinda

SAMARINDA- Hujan lebat yang terjadi Sabtu (11/1) mulai pukul 02.00…

Jumat, 10 Januari 2020 16:26

Fokus Kembangkan Destinasi Wisata Potensial

///ada infografis///terpisah     TANJUNG SELOR – Di samping pengembangan…

Jumat, 10 Januari 2020 16:16

Pemberian SOA Berlanjut, APBD 2020 Alokasikan Rp 22,66 Miliar

///ada infografis//terpisah//   Tekfot : Humas Provinsi Kaltara KEMBALI DILANJUTKAN…

Jumat, 10 Januari 2020 16:15

DPKP Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok

Tekfot : Humas Provinsi Kaltara PANTAUAN : Tim pemantauan dan…

Jumat, 10 Januari 2020 16:10

Gandeng DUDI, Pemprov Bentuk MPK

Tekfot : Humas Provinsi Kaltara PRAKTIK : Kegiatan praktik menanam…

Jumat, 10 Januari 2020 16:10

Realisasi Fisik Sudah 85,57 Persen, Keuangan 84,39 Persen

Tekfot : Humas Provinsi Kaltara --headshot Gubernur Kaltara===    …

Jumat, 10 Januari 2020 16:09

Perolehan Pajak Daerah 2019 Capai 104,11 Persen

///ada infografis///terpisah   ==fotonya ada dua//mohon berkenan digandeng// Tekfot :…

Jumat, 10 Januari 2020 16:01

Siapkan Logistik untuk Kewaspadaan Bencana

    SELAIN mengajak masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya bencana di…

PLN Perkuat Sinergi dengan Stakeholders

Mau Pengeboman Ikan, Nelayan di Bontang Diamankan Ditpolairud Polda Kaltim

Foya-Foya dan Kecanduan Cari "Open BO" di Aplikasi, Pemuda Curi Motor di 22 Tempat

Asyik Ngopi, Dua Pria Ditikam Orang Tak Dikenal

Bayar Klaim PT Pelayaran Lestari Abadi Sakti Rp 13,3 Miliar

Giat Cipkon di Gunung Bugis, Satlantas Polresta Balikpapan Amankan Pengendara Motor Bawa Sajam

Meriahkan HUT Kota ke-123, Banyak Acara Digelar di Balikpapan Utara

Kisah Korban Kebakaran Asrama Polisi Segara, Ujian Beruntun dari Ayah Meninggal hingga Rumah Ludes

Ini Motif Pembunuhan Janda Muda, Pelaku Awalnya Mau Tikam Bapak Sendiri

Tiga Pengedar Narkoba Edarkan Sabu Pakai Obat Nyamuk Kalengan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers