BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

INTERNASIONAL

Selasa, 16 Mei 2017 20:06
Penemu Antivirus Wanna-Cry Takut Balasan Hacker
(foto : net)

PROKAL.CO, WALAU  tetap menjadi ancaman serius pengguna komputer global, serangan virus Wanna-Cry berhasil dihentikan agar tak terus meluas. Penyebaran program jahat berbentuk ransomware tersebut dihentikan oleh seorang programer asal Inggris bernama Marcus Hutchins. Marcus tiba-tiba jadi pahlawan dunia setelah berhasil menghentikan serangan Wanna-Cry yang ditujukan pada 100.000 unit komputer.

Kelemahan Wanna-Cry diungkapkan Marcus lewat Blog MalwareTech yang beralamat https://www.malwaretech.com/2017/05/how-to-accidentally-stop-a-global-cyber-attacks.html.

Disitu dijelaskan kelemahan virus yang berhasil melumpuhkan jutaan komputer di ratusan  negara itu, terdapat pada sebuah nama domain yang tersembunyi dalam Wanna-Cry. Dari domain tak beraturan tadi, Marcus akhirnya menemukan cara bagaimana melumpuhkannya. 

Meski kesehariannya bergelut dengan keamanan siber, Marcus sebenarnya punya cerita kelam dengan pekerjaannya.

Kala masih tercatat sebagai mahasiswa GCSE (General Certificate of Secondary Education /sejenis pendidikan umum di negara jajahan Inggris), dia sempat kena tuduh meretas jaringan komputer kampus hingga lumpuh. Marcus membantah bahwa dia hanya mengakali server kampus karena ingin menggunakan komputer dengan bebas.

Bantahan pria berumur 22 tahun ini tak didengar pihak kampus sampai akhirnya dia diskors selama seminggu. Marcus mengaku sampai sekarang tak pernah bisa melupakan kejadian di awal musim semi 2010 itu sebab karena itu pula dia akhirnya tak lulus GCSE. 

Selama masa skors dia dilarang menggunakan komputer atau internet, ditambah sanksi lain mengikuti ujian akhir hanya lewat ujian tertulis. "Aku memang online waktu jaringan kampus diserang, tapi tak berbuat apapun yang merusak," ungkap pria kribo ini seperti dirilis Mail Online. 

Karena tak lulus GCSE Marcus mengaku kini membenci sekolah. Pekerjaannya kini sebagai cyber security didapat setelah perusahaan lebih mempercayai kemampuannya dalam mengamankan jaringan komputer, dibanding mengandalkan ijazah yang umum digunakan para pelamar. 

Baginya, keberhasilan menaklukan Wanna-Cry bagai pisau bermata dua. Dengan kepandaiannya, pembuat virus bisa menuntut balas pada Marcus. Apalagi sekarang wajah Marcus sudah dikenal luas lewat internet setelah berbagai media berhasil mewawancarainya.

"Jika mereka (hacker) tahu di mana aku sekarang, mereka tinggal menjebaku. Kirim saja heroin, tulis aku yang pesan. Pasti pengadilan akan menjatuhkan hukuman mati pada aku," katanya (*/mo/pra)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 03 Juni 2019 10:05

Libur, ASN Pemprov Tetap Antusias Ikuti Upacara Peringatan Harlah Pancasila

TANJUNG SELOR – Walau tanggal 1 Juni 2019, bertepatan dengan…

DPRD Paser Tinjau Pemeriksaan Perbatasan Masuk Gerbang Paser

Andi M Yusuf Sosialisasi sambil Ringankan Beban Warga

Syarifuddin Antisipasi Banjir di Penajam

Polsek Utara Amankan Dua Pembeli dan Penjual Miras Ilegal di Karang Rejo

Dit Polairud Musnahkan 43 Gram Sabu, Ringkus 5 Tersangka di Samarinda

Bupati Beri Keterangan Mengenai Empat Warga PPU yang Positif Corona

Pertamina Salurkan Ratusan Paket Bantuan di Kaltim Dukung Pemerintah Lawan Covid-19

Kapolda Kaltim Bagikan Sembako ke Masyarakat Tak Mampu

DPRD Paser Panggil Lembaga Kredit Perbankan dan Non-Perbankan

Reses, Hartono Kunjungi 200 Rumah dan Penyemprotan Disinfektan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers