BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

INTERNASIONAL

Jumat, 05 Mei 2017 21:05
Waduuhh.. Manchester Disebut Kota Paling Menjijikan di Inggris
(foto : illustrasi/ net)

PROKAL.CO, BILA menyebut nama Manchester, bayangan publik sepak bola dunia pastinya akan tertuju pada Manchester United dan Manchester City, dua kesebelasan papan atas Premiere League. Tapi bila nama kota urban berpenduduk sekitar 550.000 ini ditanyakan pada wartawan Rusia, jangan aneh bila jawabannya jauh dari itu bahkan di luar dugaan. 

Bagi media Rusia, Komsomolskaya Pravda, Kota Manchester layak disebut kota menjijikan. Bukan karena kebersihannya kurang tapi lebih karena gaya hidup penduduk Manchester yang menurut mereka sangat tak sehat dan tak bermoral. "Wanita-wanita Manchester sangat gemuk, lihatnya menjijikan terutama bagi kaum pria," sebut Alisa Titko wartawan senior Komsomolskaya Pravda. 

Dari hasil penelusuran media berpengaruh Rusia ini, menggelembungnya ukuran tubuh wanita Manchester disebabkan kegemaran mereka pada makanan cepat saji alias fast food dan bir, yang mana takarannya sama besar dengan kaum pria. "Hasilnya ya begitu (gemuk). Jadi betul banyak sekali orang gendut di Manchester," tulis Alisa Titko yang  dilansir Dailly Mail, Kamis (4/4).

Untuk menguatkan sindirannya, Komsomolskaya Pravda menyebut kesimpulan diambil setelah mereka mewawancara beberapa warga Rusia yang sempat berkunjung ke Manchester. Sebagian dari turis menyebut merasa aneh sebab meski rata-rata bertubuh over size, wanita di kota seluas 115,7 km per segi itu tetap percaya diri mengenakan pakaian ketat.

Dikatakan, wanita Manchester tak risih mengenakan pakaian ketat dan terbuka di tempat umum padahal lemaknya menggelambir di mana-mana. Hal lain yang membuat Manchester minus di mata Komsomolskaya Pravda adalah sikap permisif warganya terhadap kaum LGBT.Di Manchester, sebut tabloid yang berdiri sejak tahun 1925 ini, ada daerah yang disebut "Desa Gay". Sesuai namanya, kaum LGBT bebas bercengkrama satu sama lain tanpa takut digaruk pihak berwajib. 

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan Rusia, terutama negara pecahannya Chechnya yang menerapkan aturan sangat ketat bahkan cenderung membiarkan aksi pembunuhan terhadap kaum LGBT dengan dalih menjaga kehormatan keluarga. 

Lantas kenapa Komsomolskaya Pravda begitu peduli dengan Manchester padahal bukan bagian negaranya? Alasannya simple saja, mereka tak mau kebiasaan warga di Inggris itu menular. Mereka takut sebab tahun depan Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia, yang tentunya menjadi magnet orang dari seluruh dunia untuk datang seraya membawa kebiasaan buruk dan orientasi seks yang berbeda atau malah menyimpang. (*/pra/pro)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 03 Juni 2019 10:05

Libur, ASN Pemprov Tetap Antusias Ikuti Upacara Peringatan Harlah Pancasila

TANJUNG SELOR – Walau tanggal 1 Juni 2019, bertepatan dengan…

DPRD Paser Tinjau Pemeriksaan Perbatasan Masuk Gerbang Paser

Andi M Yusuf Sosialisasi sambil Ringankan Beban Warga

Syarifuddin Antisipasi Banjir di Penajam

Polsek Utara Amankan Dua Pembeli dan Penjual Miras Ilegal di Karang Rejo

Dit Polairud Musnahkan 43 Gram Sabu, Ringkus 5 Tersangka di Samarinda

Bupati Beri Keterangan Mengenai Empat Warga PPU yang Positif Corona

Pertamina Salurkan Ratusan Paket Bantuan di Kaltim Dukung Pemerintah Lawan Covid-19

Kapolda Kaltim Bagikan Sembako ke Masyarakat Tak Mampu

DPRD Paser Panggil Lembaga Kredit Perbankan dan Non-Perbankan

Reses, Hartono Kunjungi 200 Rumah dan Penyemprotan Disinfektan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers