BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN

ADVERTORIAL

Sabtu, 07 Januari 2017 11:19
DPD RI Fasilitasi Polemik Pabrik NPK Cluster

Warga Sekitar Pembangunan Protes Keras

Muhammad Idris (tiga kanan), Farouk Muhammad (empat kanan) dan dr Neni Moerniaeni SpOG (tiga kiri) saat memimpin pertemuan.

BONTANG - Akhir tahun 2016 lalu, tepatnya 22 Desember, DPD RI yang dipimpin Wakil Ketua DPD RI Prof Dr Farouk Muhammad didampingi anggota Komisi I DPD RI Muhammad Idris memfasilitasi pertemuan konsultatif terkait polemik pembangunan mega proyek NPK Cluster antara masyarakat di sekitar proyek dengan manajemen PT Pupuk Kaltim (PKT) dan PT Kaltim Industrial Estate (PT KIE) selaku perencana pembangunan pabrik.

Pertemuan yang dipusatkan di Aula Kantor Wali Kota Bontang itu, dihadiri Wali Kota Bontang dr Neni Moerniaeni, anggota DPD RI Dapil Kaltim-Kaltara H Ahmad Hendry serta beberapa perwakilan dari Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Forum Masyarakat Sejahtera (FMS) dan tokoh masyarakat.  

Pada mediasi itu, warga memprotes keras atas rencana pembangunan 5 pabrik Kimia NPK Cluster (Pabrik Asam Sulfat, Pabrik Semen Gypsun, Pabrik Aluminium Flouride, Pabrik Phosphorid acid dan Pabrik NPK) di Bontang. Warga yang memprotes adalah warga dari Kelurahan Guntung dan Loktuan Kecamatan Bontang Utara yang merasa telah lebih dahulu bermukim di area lokasi pembangunan pabrik tersebut.

Bahkan beredar isu bahwa, salah satu pabrik gagal dibangun yakni pabrik ammonium sulfat (ZA) di mana penolakan warga setempat bukan tanpa alasan, selain jarak yang sangat dekat dengan pemukiman warga yang jaraknya kurang dari 100 meter, kekhawatiran akan terkena dampak-dampak polusi debu, polusi getaran dan risiko membahayakan lainnya. 

Dalam Peraturan Menteri Perindustrian No.40/M-IND/PER/6/2016, tentang Pedoman Teknis Pembangunan Kawasan Industri, jarak yang ideal terhadap pemukiman minimal 2  Km dari lokasi kegiatan industri.  Dari Permen tersebut, masyarakat yang diwakili melalui FMS hanya menuntut jarak terdekatnya hanya 500  meter dengan segala risiko yang dihadapi ke depan nantinya.

Dari berbagai sumber media, Neni Moerniaeni mengatakan, pemkot Bontang meminta adanya rumusan baku tentang respon cepat penanganan keluhan ketika proyek NPK Cluster direalisasi. Ini adalah bentuk untuk menjawab kecemasan warga yang berbatasan langsung dengan lokasi pabrik.

Sementara itu, M Idris bersama Farouk Muhammad mengaku mengapresiasi langkah pemerintah Kota Bontang melakukan pertemuan untuk menyelesaikan polemik NPK Cluster. Menurutnya, pertemuan dengan DPD RI ini sangat baik untuk mencari solusi agar permasalahan warga dengan pihak pembangun pabrik tak berlarut-larut.

“Saya rasa niat baik pemerintah dalam hal ini wali Kota Bontang perlu diapresiasi. Nah, dari pertemuan ini saya dan teman-teman yang lain akan melapor kepada presiden yang tentu tujuannya mencarikan solusi yang terbaik. Investasi di Bontang tetap jalan, warga masyarakat pun tidak menjadi korban. Itu poinnya,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, proyek pembangunan NPK Cluster merupakan program pemerintah bekerja sama Pemerintah Yordan investasi senilai Rp 500.000.000 USD atau senilai Rp 7 triliun untuk menjaga ketahanan pangan nasional melalui ketersediaan pupuk yang cukup bagi pengembangan produksi pertanian, aspek-aspek teknis tak bisa diabaikan.

Harapannya melalui pertemuan yang dilaksanakan ini ada win-win solution ke depan, sehingga pembangunan pabrik ke depan memberikan dampak positif dengan dibukanya lapangan pekerjaan dan menambah income atau pendapatan khususnya Bontang dan Kaltim pada umumnya. (ara/din)

 

Proses Panjang Polemik NPK Cluster di Bontang, Kaltim hingga terjadi Pertemuan 22 Desember bersama DPD RI: 

 

1. Pertemuan Pertama, Senin, 9 Mei 2016

Tempat : Lingkungan RT 47 Kelurahan Loktuan, Bontang Utara

Peserta : Bersama warga di 7 RT masing-masing RT 43, 44, 45, 46, 47, 48, 52

 

2. Pertemuan Kedua, Senin, 9 Mei 2016

Tempat : Ruang Rapat Kantor Walikota Bontang

Peserta : Bersama Wakil Wali Kota Bontang, anggota DPRD Bontang dan SKPD

 

3. Pertemuan Ketiga, Kamis, 19 Mei 2016

Tempat : Ruang Kodam VI Mulawarman, Balikpapan

Peserta :  Bersama Pangdam VI Mulawarman dan pejabat Kodam

 

4. Pertemuan Keempat, Jumat, 20 Mei 2016

Tempat : Ruang Rapat Polda Kaltim, Balikpapan

Peserta : Wakapolda Kaltim dan Pejabat Utama Polda Kaltim

 

5. Pertemuan Kelima, Kamis, 17 November 2016

Tempat : Gedung Nusantara V Senayan Jakarta

Peserta : Anggota DPD RI se-Indonesia (Sidang Paripurna ke-4)

 

6. Pertemuan Keenam, Selasa, 29 November 2016

Tempat : Ruang Rapat Komite I DPD RI, di Senayan Jakarta

Peserta : Anggota DPD RI Komite I bersama Menteri Dalam Negeri dan rombongan pada kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP)

 

7. Pertemuan Ketujuh, Selasa, 6 Desember 2016

Tempat : Ruang Rapat Komite I DPD RI di Senayan Jakarta

Peserta : Anggota DPD RI Komite I bersama Menteri Agraria dan Pertanahan pada kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP)


BACA JUGA

Jumat, 24 Juni 2022 12:03

Fjallraven Kanken, Tas Modis yang Berkualitas

  Tas menjadi salah satu kebutuhan terutama bagi Anda yang…

Selasa, 21 Juni 2022 16:00

DPRD PPU Apresiasi Pembangunan IKN Akomodir Kearifan Lokal

PENAJAM - Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Jhon Kenedi mengapresiasi…

Selasa, 21 Juni 2022 15:48

Komisi I DPRD PPU Desak Pemkab Segera Salurkan ADD

PENAJAM - DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mendesak Pemkab PPU segera…

Selasa, 21 Juni 2022 15:33

DPRD PPU Minta Pemkab PPU Aktif Jalin Kerjasama dengan Perusahaan

PENAJAM - Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU) meminta kepada…

Selasa, 21 Juni 2022 15:30

Komisi II DPRD Menyarankan Pemkab PPU Gelar Operasi Pasar

PENAJAM- DPRD Penajam Paser Utara (PPU) menyarankan kepada pemerintah daerah…

Selasa, 21 Juni 2022 15:28

DPRD PPU Dorong Pembentukan Forum CSR

PENAJAM- DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Pemkab PPU untuk…

Senin, 20 Juni 2022 20:12

Resmikan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

BALIKPAPAN- Sekolah Happy Holy Kids dan Harapan Bangsa Balikpapan sebagai salah…

Senin, 20 Juni 2022 12:47

Ini Dia Tiga Proyek Kajian Bappedalitbang Selama 2022..

  TANA PASER - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan…

Minggu, 19 Juni 2022 22:29

Musisi Lokal Meriahkan Kawasan Wisata Belanja Tana Paser

TANA PASER - Kawasan Wisata Belanja Tana Paser di Jalan…

Sabtu, 18 Juni 2022 10:42

Pelanggan Bisnis dan Industri Bersyukur Tak Terdampak Penyesuaian Tarif Listrik

  Bagi pemerintah, sektor industri dan bisnis merupakan komponen penting…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers