BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN | ROAD TO 2024

OLAHRAGA

Rabu, 07 Desember 2022 10:03
Sejarah Besar Maroko, Sejarah Buruk Spanyol di Piala Dunia
Kiper Maroko Yassine Bounou menepis tendangan gelandang Spanyol Sergio Busquets pada adu penalti di babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022. (Jack Guez/AFP)

Timnas Maroko melaju ke perempat final Piala Dunia 2022 seusai menyingkirkan Spanyol melalui babak adu penalti. Adu penalti terjadi menyusul hasil imbang 0-0 selama 120 menit di Stadion Education City, Al Rayyan, Doha, Rabu dini hari WIB.

Pada babak adu penalti, tiga penendang Spanyol yaitu Pablo Sarabia, Carlos Soler dan Sergio Busquets gagal melaksanakan tugasnya. Sedangkan tiga dari empat penendang Maroko yaitu Abdelhamid Sabiri, Hakim Ziyech serta Achraf Hakimi sukses membobol gawang Unai Simon.

Kemenangan itu mengantarkan Maroko melangkah ke perempat final Piala Dunia 2022 dan akan menghadapi Portugal. Pada laga lain, Portugal membantai Swiss dengan skor 6-1.

Bagi Spanyol, kekalahan ini menghasilkan rekor yang sangat buruk. Spanyol menjadi tim pertama dalam sejarah yang kalah dalam empat adu penalti di Piala Dunia.

Spanyol juga menjadi tim kedua yang gagal mencetak satu pun penalti. Spanyol mengikuti jejak Swiss yang juga gagal menceploskan bola dalam adu penalti melawan Ukraina di babak 16 besar Piala Dunia 2006.

Pada babak pertama, Maroko memberikan ancaman terlebih dahulu melalui tendangan bebas dari Hakimi, akan tetapi tendangannya masih melambung di atas mistar gawang Spanyol. Spanyol berbalik mengancam Marco Asensio yang merangsek ke kotak penalti Maroko, akan tetapi tendangan pemain Real Madrid itu masih mengenai sisi jaring gawang.

Selanjutnya Maroko yang melancarkan serangan ke lini pertahanan Spanyol, kali ini melalui tendangan keras Noussair Mazraoui dari luar kotak penalti, namun Unai Simon bisa mementahkan peluang tersebut. Di sisa waktu babak pertama, kedua tim saling melancarkan serangan akan tetapi tidak ada yang berbuah menjadi gol sehingga skor sama kuat 0-0 tetap bertahan. 

Pada babak kedua, tempo permainan tetap berjalan sedang dan kedua tim saling berusaha untuk membongkar lini pertahanan lawannya, namun 15 menit pertama belum ada yang mengancam.

Selanjutnya babak kedua berjalan tidak seperti babak pertama, karena tidak terlalu banyak peluang yang tercipta sehingga pertandingan dilanjutkan ke waktu tambahan.

Pada waktu tambahan, Maroko yang memiliki peluang pertama melalui Walid Cheddira, akan tetapi tendangan mendatarnya masih bisa dihalau Simon.

Selanjutnya Spanyol yang memegang kendali jalannya pertandingan dengan mendominasi penguasaan bola dan di menit terakhir waktu tambahan, Pablo Sarabia memiliki peluang emas untuk mencetak gol, namun tendangannya masih mengenai tiang gawang Maroko.

Bermain selama 120 menit tanpa gol, Maroko memaksa Spanyol untuk melanjutkan pertandingan ke babak adu penalti untuk menentukan negara mana yang melangkah ke perempat final Piala Dunia 2022.

Pada babak adu penalti, Maroko yang pertama mengambil giliran melalui Abdelhamid Sabiri sukses melaksanakan tugasnya, sedangkan Pablo Sarabia tendangannya menghantam tiang gawang.

Selanjutnya Hakim Ziyech sukses melaksanakan tugasnya. Di sisi lain, Carlos Soler tendangannya dapat dibaca oleh kiper Maroko Yassine “Bono” Bounou.

Pada giliran ketiga, penendang Maroko Badr Benoun gagal melaksanakan tugasnya. Tendangan kapten Spanyol Sergio Busquets juga gagal. Sepakannya gampang dibaca oleh Bounou. Penendang penentu Maroko, Achraf Hakimi sukses melaksanakan tugasnya dengan sangat dingin. Sepakannya sekaligus mengantarkan skuad asuhan Walid Regragui untuk kali pertama melangkah ke perempat final Piala Dunia.

 

 

TETAP MELATIH

Luis Enrique mengatakan bahwa dia ingin tetap menjadi pelatih tim nasional Spanyol. Meskipun, faktanya, Spanyol pulang lebih awal pada Piala Dunia Qatar 2022. Spanyol disingkirkan Maroko pada babak 16 besar lewat adu penalti, Rabu dini hari WIB. La Furia Roja kalah 0-3 dalam drama adu penalti setelah bermain imbang 0-0 dengan Maroko selama 120 menit.

Namun, Enrique menyebut bahwa posisinya sebagai pelatih Spanyol masih belum pasti setelah tersingkir dini dari Piala Dunia. 

“Saya tidak bisa mengatakannya, karena saya tidak tahu,” kata Luis Enrique dalam konferensi pers usai pertandingan yang dikutip AFP. “Tim nasional punya waktu. Saya sangat senang dengan Federasi Sepak Bola (FA) Spanyol, presiden, dan dengan direktur olahraga.”

“Bila terserah saya, maka saya akan terus bertahan sepanjang hidup saya, tetapi bukan itu masalahnya,” ucap mantan pelatih Barcelona itu. “Saya harus berpikir dengan tenang apa yang terbaik untuk saya dan untuk tim nasional. Semua situasi akan berpengaruh,” kata Enrique lagi. 

Enrique pertama kali ditunjuk pada 2018 setelah timnas Spanyol tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia oleh tim tuan rumah. Dia sempat mundur dari posisinya pada 2019. Sebab Enrique ingin menghabiskan waktu bersama keluarga setelah mendiang putrinya didiagnosis menderita kanker tulang. Posisinya sempat diisi oleh asistennya Robert Moreno. Namun, Enrique kembali melatih Spanyol dan membimbing timnya ke semifinal Euro 2020. Namun, mereka disingkirkan oleh Italia, yang menjadi juara, melalui adu penalti. 

Kalah dari Maroko, Spanyol mencatat rekor buruk. Spanyol menjadi tim pertama dalam sejarah yang kalah dalam empat adu penalti di Piala Dunia.

Spanyol juga menjadi tim kedua yang gagal mencetak satu pun penalti. Spanyol mengikuti jejak Swiss yang juga gagal menceploskan bola dalam adu penalti melawan Ukraina di babak 16 besar Piala Dunia 2006. (jpc)

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 Januari 2023 10:34

Partai Seru, Arsenal Taklukkan Manchester United 3-2

Arsenal meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Manchester United (MU) dalam…

Senin, 23 Januari 2023 10:32

Gol Semata Wayang Pedri Gonzalez Antar Barca Tundukkan Getafe

Gol semata wayang Pedri Gonzalez mengantar Barcelona menundukkan tamunya Getafe…

Senin, 23 Januari 2023 00:19

Tim Fvck Boy Juara Turnamen Sepakbola DEPA CUP 2022

BALIKPAPAN - Tim Fvck Boy berhasil menjadi juara dalam turnamen…

Minggu, 22 Januari 2023 09:49

Malam Ini, Partai Final Pertemukan FVCK BOY A vs Ratu Oil Bilqis B

BALIKPAPAN- Turnamen Sepak Bola DEPA Cup sampai pada partai puncak.…

Senin, 16 Januari 2023 19:11
Turnamen DEPA Cup 2022 Masuk Babak Semifinal

Makin Seru..!! Empat Tim Siap Bersaing Rebut Tiket Final

  BALIKPAPAN - Turnamen Sepak Bola DEPA Cup 2022 memasuki…

Jumat, 13 Januari 2023 14:59

Persiba Bantah Setuju Kompetisi Distop, Sebut Tanda Tangan Dipalsukan

BALIKPAPAN-Direktur Operasional Persiba Balikpapan, Imam Turmudzi membantah ikut menandatangank surat…

Kamis, 12 Januari 2023 21:18

Muskot POBSI Balikpapan, Toni Calon Tunggal

  BALIKPAPAN- Bila tak ada kendala teknis, Musyawarah Kota Persatuan…

Minggu, 25 Desember 2022 18:14

Putra LBK Samarinda Gondol Piala APSSI Kota Balikpapan U-12

  BALIKPAPAN-Tim sepak bola asal Samarinda, Putra Loa Bakung (LBK)…

Jumat, 23 Desember 2022 23:13

Antara Uang Kertas dan Legenda di Brasil

APRESIASI untuk Lionel Messi dalam memimpin Argentina meraih juara Piala…

Kamis, 22 Desember 2022 21:35

24 Klub Bakal Berlaga di Piala APSSI Kota Balikpapan U-12  

BALIKPAPAN-Sebanyak 24 klub dipastikan akan ambil bagian pada turnamen sepak…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers