BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN | ROAD TO 2024

RAGAM

Selasa, 04 Oktober 2022 11:23
PT PLN (Persero) Wujudkan Net Zero Emisson, Substitusi Baru Bara dengan BBJP di TPA Manggar
-

BALIKPAPAN—Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) terus berkomitmen melalui perumusan sejumlah kebijakan dan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR). Salah satunya dukungan terhadap pengurangan emisi sesuai yang digantungkan pemerintah Indonesia yakni Ney Zero Emission tahun 2060.

Sejak 2021, PT PLN (Persero) telah menetapkan beberapa daerah sebagai pilot project pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar jumputan padat (BBJP). Hasil produk BBJP ialah wood chip dan pellet. Yang digunakan menjadi co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), termasuk di PLTU Teluk Balikpapan. 

Pada 25 April lalu, PT PLN (Persero), yakni Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Balikpapan dengan pihak pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama. Kemudian, dilanjutkan dengan tahap pembuatan BBJP yang diproduksi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Manggar mulai 6 Juli lalu.

Balikpapan ditetapkan sebagai pilot project pertama di Kalimantan, sekaligus perdana yang berhasil memproduksi BBJP di luar Jawa. Program kerja sama ini menggunakan anggaran CSR dari PT PLN (Persero). Setelah dilakukan launching, diserahkan ke UPTD Manggar untuk dikelola.

“Produk dari BBJP di TPA Manggar ini menjadi tambahan atau subtitusi bahan bakar di PLTU Teluk Balikpapan, sehingga penggunaan bahan batu bara di PLTU akan berkurang karena disubtitusi oleh hasil dari program ini,” ujar Manager PLN UPDK Balikpapan Otniel Marrung usai launching BBJP Plant, Senin (3/10) di TPA Manggar, Balikpapan Timur tersebut. 

Diakui, sementara ini jumlah BBJP di TPA Manggar yang dihasilkan memang belum maksimal. Kapasitas mesin dalam memproduksi baru mempuni 100-200 kg per jam. Itu pun baru tersedia satu mesin penghasil wood chip, dan satu lagi mesin pellet. Dalam sehari, wood chip yang dihasilkan 1,5-2 ton/hari, untuk pelet mencapai 2 ton/hari. 

Namun ke depan, kata Otniel, setelah evaluasi dan melihat bagaimana keberlangsungan BBJP, bila memungkinkan PLN akan memberikan tambahan mesin baru sehingga mengup-scale unit yang telah tersedia. Dirinya menyebut, secara persentase kebutuhan BBJP untuk co-firing di PLTU mencapai 3 persen dari penggunaan bahan bakar batu bara. 

Jika hasil analisa menunjukkan efek positif, di masa depan, bahan bakar yang termasuk energi baru terbarukan (EBT) tersebut bisa menggantikan hingga 20 persen bahan bakar batu bara. Bahkan efeknya bisa menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik. Serta tak menutup kemungkinan pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar ini bakal menarik perhatian banyak investor. 

“Untuk co-firing PLTU butuh 3.000 ton BBJP dalam sebulan, sementara hasil TPA Manggar memang masih kecil, baru mampu memproduksi 50 ton. Selama proses pengembangan dan uji coba, yang sudah dibawa ke PLTU Teluk Balikpapan kurang lebih 14,5 ton,” bebernya.

Setelah nanti dilakukan serah terima, Otinel mempersilahkan Pemerintah Kota Balikpapan agar dapat mengembangkan lebih besar. Program ini pun diharapkan dapat menginspirasi berbagai pihak, instansi negeri ataupun swasta agar lebih aware terhadap emisi karbon. Langkah ini, ditambahkan lagi, tak hanya sebagai program nasional tapi juga upaya membantu Pemerintah Kota Balikpapan dalam mengurangi sampah yang masuk ke landfill di TPA Manggar.

“BBJP plant dari PT PLN (Persero) menjadi langkah awal dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, sekaligus merubah timbunan sampah yang kurang bermanfaat menjadi BPJP yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Demi mendukung Pemerintah Indonesia mengurangi emisi karbon atau net zero emission pada 2060 mendatang,” ucap Otniel.

Dihadiri langsung Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Ia menyampaikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) atas dukungan inovasi yang diberikan, karena program ini bukan sekadar me-reduce sampah, tapi mampu memberikan nilai lebih. Dan berharap Kota Minyak mampu menjadi role model. 

Di samping itu, Rahmad mengatakan, program ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Balikpapan tuk mengurangi emisi maupun timbunan sampah. Apalagi keberadaan Balikpapan menjadi penyangga ibu kota negara (IKN) membuat jumlah penduduk terus bertambah. Ini berdampak pula terhadap penambahan sampah yang masuk ke TPA Manggar. Maka dari itu, permasalahan sampah harus ditanggulangi bersama dan menjadi atensi pemerintah. 

“Pemerintah Kota Balikpapan memiliki keinginan kuat dalam membantu pengolahan sampah menjadi lebih baik. Juga membantu pemerintah Indonesia, dalam mencari solusi pengurangan sampah dan mengurangi emisi karbon 23 persen pada 2025 nanti,” kata Rahmad.  

Di tempat yang sama, Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, segala fasilitas dan peralatan untuk memproduksi BBJP dibiayai PT PLN (Persero). Sementara untuk bahan baku dan tenaga kerja memanfaatkan yang sudah ada di TPA Sampah Manggar. 

Mengenai langkah selanjutnya, Dirman menegaskan, selama program ini tidak membebani anggaran Pemerintah Kota Balikpapan akan terus melanjutkan program ini. Sebab, seperti yang sudah disampaikan pula oleh Walikota Balikpapan, permasalahan sampah memang jadi atensi.  

“Untuk secara nilai ekonomis kita akan mengikuti peraturan. Cuma besarannya berapa per kilo atau per ton belum tahu. Kalau nanti sudah berjalan baik akan dikerjasamakan. Sebab ini kan baru uji coba. Untuk ketersedian bahan baku pembuatan wood chip dan pellet kita cukup. Hanya saja, kapasitas mesin dan operatornya masih terbatas,” tukasnya. (pro) 


BACA JUGA

Rabu, 07 Desember 2022 14:42

BNPT Minta Kewaspadaan Ditingkatkan Paska Bom Bunuh Diri di Bandung

JAKARTA-Serangan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa…

Rabu, 07 Desember 2022 14:32

Satu Polisi Meninggal Karena Bom Bunuh Diri Bandung

BANDUNG-Polri menyampaikan perkembangan terbaru terkait bom bunuh diri Polsek Astana…

Rabu, 07 Desember 2022 09:45

Yamaha Motor Hadirkan Gagasan Visi Safety “Jin-Ki Kanno dan Jin-Ki Anzen” untuk Meningkatkan Keselamatan Berkendara

Yamaha Motor Co., Ltd menghadirkan gagasan baru dalam hal visi…

Selasa, 06 Desember 2022 21:25

Guru Didorong Lebih Kreatif dan Inovatif agar Relevan dengan Kebutuhan Siswa

SEMARANG−Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta kepada seluruh guru di…

Selasa, 06 Desember 2022 09:38

Ratusan Biker Rayakan Puncak Maxi Yamaha Day 2022 di Gunung Ijen

Banyuwangi – Setelah sukses terselenggara di 9 kota besar di…

Selasa, 06 Desember 2022 02:25

Peringatan HUT ke-72 Polairud di Kaltim, Tampilkan Simulasi Pengamanan Jalur Logistik IKN

  BALIKPAPAN-Kapolda Kaltim Irjen Imam Sugianto memimpin langsung upacara peringatan…

Senin, 05 Desember 2022 15:56

Di- Support Yamaha, Pebalap-Pebalap Kaltim Tampil Hebat pada Porprov VII di Berau

BERAU – Pebalap-pebalap Kaltim unjuk gigi membela daerahnya masing-masing di…

Senin, 05 Desember 2022 15:54

Astra Motor Kaltim 1 Berikan Promo Bobol Akhir Tahun bareng Honda

Balikpapan – Selalu memberikan promo disetiap kegiatanya adalah salah satu…

Senin, 05 Desember 2022 14:56

Proyek Gedung Galeri UMKM Kaltim Diduga Bikin Rumah Warga Retak

BALIKPAPAN-Sejumlah rumah milik warga Jalan Marsma R Iswahyudi, RT 09,…

Sabtu, 03 Desember 2022 21:51

Dukung Pembangunan dan Persiapan Pelayanan Logistik, Direksi PT Pos Indonesia Kunjungi IKN Nusantara

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi melihat langsung…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers