BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN | ROAD TO 2024

RAGAM

Minggu, 02 Oktober 2022 12:50
Ancaman Sanksi FIFA, Indonesia Bisa Urung Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023
Tragedi Kanjuruhan Nomor Dua Paling Mengerikan di Dunia, Korban Meninggal Bertambah
Ratusan orang meninggal dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang.

Korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang dikabarkan terus bertambah. Jika sebelumnya mencapai angka 127 orang, kini menjadi 129 orang. Bahkan kabar dari akun twitter AremaFC menyebutkan bahwa korban sudah mencapai 182 orang yang tewas. "Data terkumpul korban jiwa mencapai 182 orang. Kami terus membantu proses rekapitulasi dan verifikasi terutama korban tanpa identitas yang jumlahnya terus bertambah," cuti akun @AremaFC.

Dengan kematian yang terus membengkak, tragedi stadion Kanjuruhan menjadi insiden kedua paling mengerikan di dunia. Adapun insiden jumlah kematian suporter terbanyak dalam sejarah sepak bola dunia terjadi di Estadio Nacional, Lima, Peru pada 24 Mei 1964 dengan korban 328 orang. Sementara insiden paling mengerikan nomor  tiga tercatat di Accra Sports Stadium, Accra, Ghana pada 5 September 2001 dengan korban 126 orang, dan yang keempat berlangsung di Kathmandu Hailstrom, Kathmandu, Nepal pada 3 Desember 1988.

Dengan korban jiwa yang terus membengkak, kemungkinan besar akan membuat Indonesia mendapat sejumlah sanksi dari FIFA. Salah satu di antaranya adalah ancaman dicabutnya status tuan rumah untuk Piala Dunia U-20 tahun 2023. Peristiwa ini menjadi korban kedua terbanyak di seluruh dunia dalam pertandingan sepakbola. Adalah Angka tersebut melebihi jumlah korban dari Tragedi Heysel yang terjadi pada 29 Mei 1985 dalam laga final Liga Champions antara Liverpool dan Juventus. Kala itu, tembok stadion Heysel runtuh dan menyebabkan 39 orang meninggal dunia.

Dilansir Bolasport.com, tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan melanggar beberapa poin seperti yang ada di FIFA Disciplinary Code. Hal ini tertuang dalam pasal 16 FIFA Disciplinary Code soal ketertiban dan keamanan di pertandingan. Berikut bunyi lengkap pasal 16 FIFA Discipline Code.

1. Klub tuan rumah dan asosiasi bertanggung jawab atas ketertiban dan keamanan baik di dan di sekitar stadion sebelum, selama dan setelah pertandingan. Mereka bertanggung jawab untuk insiden dalam bentuk apa pun dan dapat dikenakan tindakan disipliner dan arahan kecuali mereka dapat membuktikan bahwa mereka tidak lalai dalam cara dalam organisasi pertandingan. Secara khusus, asosiasi, klub dan perangkat pertandingan berlisensi yang menyelenggarakan pertandingan harus:

a) menilai tingkat risiko yang ditimbulkan oleh pertandingan dan memberi tahu badan FIFA dari mereka yang sangat berisiko tinggi;
b) mematuhi dan menerapkan aturan keselamatan yang ada (peraturan FIFA, hukum nasional, perjanjian internasional) dan mengambil setiap keselamatan tindakan pencegahan yang dituntut oleh keadaan di dalam dan di sekitar stadion sebelum, selama dan setelah pertandingan dan jika insiden terjadi;
c) memastikan keamanan ofisial pertandingan dan para pemain dan ofisial tim tamu selama mereka tinggal;
d) tetap memberi informasi kepada otoritas lokal dan berkolaborasi dengan mereka secara aktif dan
efektif;
e) memastikan bahwa hukum dan ketertiban dipertahankan di dalam dan di sekitar stadion
dan bahwa pertandingan diatur dengan benar.

2. Semua asosiasi dan klub bertanggung jawab atas perilaku yang tidak pantas di bagian dari satu atau lebih pendukung mereka seperti yang dinyatakan di bawah ini dan mungkin tunduk pada tindakan disipliner dan arahan bahkan jika mereka dapat membuktikan tidak adanya kelalaian sehubungan dengan organisasi pertandingan:
a) invasi atau upaya invasi ke lapangan permainan;
b) pelemparan benda;
c) penyalaan kembang api atau benda lainnya;
d) penggunaan laser pointer atau perangkat elektronik serupa;
e) penggunaan gerak tubuh, kata-kata, objek, atau cara lain apa pun untuk menyampaikan suatu
pesan yang tidak pantas untuk acara olahraga, terutama pesan
yang bersifat politik, ideologis, agama atau ofensif;
f) tindakan merusak;
g) menyebabkan gangguan saat lagu kebangsaan;
h) kurangnya ketertiban atau disiplin lain yang diamati di dalam atau di sekitar stadion.

Adapun untuk potensi hukuman dari FIFA tertuang pada pasal 6.

Berikut bunyi pasal 6 FIFADisciplinary Code:

1. Tindakan disipliner berikut dapat dikenakan pada orang:

a) peringatan;
b) teguran;
c) denda;
d) pengembalian penghargaan;
e) penarikan gelar.

2. Tindakan disipliner berikut dapat dikenakan pada orang perseorangan:

a) skorsing untuk sejumlah pertandingan tertentu atau untuk periode tertentu;
b) larangan masuk ke ruang ganti dan/atau bangku cadangan;
c) larangan mengambil bagian dalam kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola;
d) layanan sepak bola komunitas.

3. Tindakan disipliner berikut hanya dapat dikenakan pada badan hukum (klub/tim):

a) larangan transfer;
b) memainkan pertandingan tanpa penonton;
c) memainkan pertandingan dengan jumlah penonton terbatas;
d) memainkan pertandingan di wilayah netral;
e) larangan bermain di stadion tertentu;
f) pembatalan hasil pertandingan;
g) pengurangan poin;
h) degradasi ke divisi yang lebih rendah;
i) pengusiran dari kompetisi yang sedang berlangsung atau dari kompetisi yang akan datang;
j) denda;
k) pengulangan pertandingan;
l) pelaksanaan rencana pencegahan.

4. Denda tidak boleh kurang dari CHF 100 atau lebih dari CHF 1.000.000.

5. Asosiasi secara bersama-sama bertanggung jawab atas denda yang dikenakan pada tim perwakilan
pemain dan ofisial. Hal yang sama berlaku untuk klub sehubungan dengan pemain mereka
dan pejabat.

6. Tindakan disipliner yang diatur dalam Kode ini dapat digabungkan.

Berdasarkan hukuman di atas, klub maupun asosiasi yakni Arema FC dan PSSI yang berpotensi menerima hukuman tersebut. Indonesia juga bisa terancam gagal ikut Piala Dunia U-20 2023. Poin larangan mengambil bagian dalam kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola, atau keluar dari kompetisi yang sedang berjalan dan kompetisi yang akan datang memperkuat hal tersebut.

Poin lainnya yakni larangan bertanding di stadion tertentu. Hal ini bisa mengarah ke timnas Indonesia tidak bisa bertanding di Stadion yang ada di Indonesia. Itu adalah beberapa potensi hukuman yang akan diterima Indonesia, namun demikian kemungkinan FIFA akan memutuskannya lewat Kongres Luar Biasa. (**)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 06 Desember 2022 02:25

Peringatan HUT ke-72 Polairud di Kaltim, Tampilkan Simulasi Pengamanan Jalur Logistik IKN

  BALIKPAPAN-Kapolda Kaltim Irjen Imam Sugianto memimpin langsung upacara peringatan…

Senin, 05 Desember 2022 15:56

Di- Support Yamaha, Pebalap-Pebalap Kaltim Tampil Hebat pada Porprov VII di Berau

BERAU – Pebalap-pebalap Kaltim unjuk gigi membela daerahnya masing-masing di…

Senin, 05 Desember 2022 15:54

Astra Motor Kaltim 1 Berikan Promo Bobol Akhir Tahun bareng Honda

Balikpapan – Selalu memberikan promo disetiap kegiatanya adalah salah satu…

Senin, 05 Desember 2022 14:56

Proyek Gedung Galeri UMKM Kaltim Diduga Bikin Rumah Warga Retak

BALIKPAPAN-Sejumlah rumah milik warga Jalan Marsma R Iswahyudi, RT 09,…

Sabtu, 03 Desember 2022 21:51

Dukung Pembangunan dan Persiapan Pelayanan Logistik, Direksi PT Pos Indonesia Kunjungi IKN Nusantara

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi melihat langsung…

Sabtu, 03 Desember 2022 16:09

Pebalap Yamaha Kaltim, Sabian Fathul Ilmi Persembahkan Medali Emas untuk Berau di Ajang Porprov VII

BERAU –  Moto “Yamaha Semakin di Depan” memang bukan sekedar…

Sabtu, 03 Desember 2022 11:29

Pengambilan BSU di PT POS hingga 11 Desember

BALIKPAPAN-PT Pos Indonesia Cabang Kota Balikpapan mendapatkan penugasan kembali dari…

Sabtu, 03 Desember 2022 08:31
Tolong Menolong ala BPJS Ketenagakerjaan

Pemda Bisa Berikan Jaminan Sosial Ke Pekerja Rentan

  Semua jenis pekerjaan memiliki risiko masing-masing. Namun, tidak semua…

Kamis, 01 Desember 2022 19:48

Rusman Ya’qub Gelar Sosialisasi Kebangsaan di Balikpapan

BALIKPAPAN- Untuk menyebarkan sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaaan, khususnya di Kaltim,…

Kamis, 01 Desember 2022 15:43

Adventure bersama WR 155 R Dalam bLU cRU Community Fun Riding Experience di Lampung

Aktivitas bLU cRU Yamaha di jalur off road menggunakan WR…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers