BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN | ROAD TO 2024

ADVERTORIAL

Rabu, 07 September 2022 18:04
PLN Serahkan Sertifikat Energi Terbarukan untuk 5 Istana Kepresidenan

Dukung Transisi Energi Bersih

GARDA TERDEPAN: Istana negara menjadi salah satu garda depan untuk menjadi bagian dalam perubahan iklim. Ini ditandai dengan penyerahan sertifikat energi baru terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) untuk mendukung penggunaan listrik ramah lingkungan di 5 Istana Kepresidenan.

 

JAKARTA - PT PLN (Persero) menyerahkan sertifikat energi baru terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) untuk mendukung penggunaan listrik ramah lingkungan di 5 Istana Kepresidenan yakni Istana Merdeka Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Cipanas, dan Tampaksiring. Penyerahan REC ini sekaligus menjadi tanda jika Sekretariat Presiden (Setpres) menjadi lembaga pemerintah pertama yang memanfaatkan REC PLN. 

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, hal ini menjadi bukti nyata bahwa PLN dan Setpres telah bergerak mewujudkan transisi energi bersih, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. 

“Istana negara menjadi salah satu garda depan untuk menjadi bagian dalam perubahan iklim. Ini contoh yang luar biasa, sehingga harapannya langkah Istana ini bisa diikuti lembaga lain,” katanya.

Darmawan menjelaskan melalui REC ini, artinya Istana negara saat ini dialiri listrik yang berbasis energi bersih. Sebagai wujud dari komitmen pemerintah Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission di 2060.

Darmawan menjelaskan, sumber energi bersih yang digunakan dalam REC di lima Istana Kepresidenan ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas pembangkit 140 megawatt (MW). PLN juga memiliki sumber energi bersih lain yakni PLTP Lahendong 80 MW dan PLTA Bakaru 130 MW. Jadi total produksi listriknya ada sekitar 2,5 juta MWh per tahun yang ini setara dengan 2,5 juta unit REC. 

Sementara kerja sama REC untuk lima Istana Kepresidenan ini berkapasitas 12.800-an MWh per tahun di mana selama dua tahun setara dengan 24.360 unit REC. Artinya, masih banyak potensi REC yang bisa dikerjasamakan dengan berbagai pihak.

Darmawan berharap kerja sama ini dapat menjadi _role model_ seluruh lembaga pemerintahan di Indonesia untuk memanfaatkan listrik yang bersumber dari energi baru terbarukan.

"Kesuksesan transisi energi bukan hanya ditentukan PLN saja. Tetapi dukungan oleh seluruh kekuatan dalam negeri, termasuk yang sudah didorong oleh Pak Kasetpres di sini melalui pemanfaatan produk kelistrikan berbasis EBT," ungkapnya.

Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono mengatakan, pembelian REC untuk Istana Kepresidenan memiliki arti dukungan pemerintah untuk mendorong penggunaan listrik bersih. Heru menilai, kerja sama ini dapat mendorong instansi pemerintahan lain menggunakan REC PLN. 

“Ini merupakan salah satu dukungan kami dalam transisi energi. Harapannya, ketika Istana sudah menggunakan langkah ini maka bisa diikuti oleh lembaga dan kementerian lain sehingga kita bisa bersama sama memerangi kondisi perubahan iklim yang bergerak cepat,” ujar Heru. 

PLN mencatat telah menyediakan REC untuk listrik setara 620.378 megawatt hour (MWh) hingga Juli 2022. Angka ini naik dari realisasi akhir 2021 yang mencapai 308.201 MWh. Saat ini REC telah dimanfaatkan 186 pelanggan industri dan bisnis. 

REC merupakan instrumen yang merepresentasikan atribut terbarukan dari setiap MWh listrik yang diproduksi oleh pembangkit energi terbarukan. Satu unit REC merepresentasikan satu MWh. 

"Dulu perusahaan-perusahaan mesti beli sertifikat REC ke luar negeri. Untuk itu kami membangun produk REC dalam negeri namun tetap diakui oleh internasional," jelas Darmawan.

REC yang disediakan PLN membuktikan bahwa energi yang digunakan pelanggan berasal dari pembangkit listrik berbasis EBT yang diverifikasi oleh sistem tracking internasional, APX TIGRs yang berlokasi di California, USA. Dengan demikian, setiap REC dapat dipertanggungjawabkan, berkualitas tinggi, dan memenuhi standar internasional. 

Kendaraan Listrik Untuk Operasional Istana

Pada kesempatan yang sama, PLN juga memberikan dukungan kendaraan listrik untuk kelancaran kegiatan operasional Istana Kepresidenan. Ada 11 unit motor listrik dan 9 unit motor pikap listrik.

Heru menyambut baik langkah PLN dalam hal ini. Kata Heru, dengan menggunakan kendaraan listrik maka Istana Negara juga mampu memberikan contoh dan turut mengampanyekan penggunaan energi yang lebih bersih. 

"Ini simbol, kita melakukan perubahan dan tentunya saving energy, energi ramah lingkungan. Saya ucapkan terima kasih. Semoga yang lain bisa mengikuti, membantu mempercepat adaptasi dukungan dalam perubahan iklim yang harus kita waspadai," ujar Heru.

Darmawan menjelaskan penyerahan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional di Istana ini juga salah satu langkah PLN dalam memasifkan kendaraan listrik. Dengan penggunaan kendaraan listrik, operasional di Istana lebih efisien dan ramah lingkungan.

"Dalam kesempatan ini juga, kami ingin mengajak istana juga bisa menggunakan kendaraan listrik. Dengan pergeseran transportasi yang berbasis BBM yang impor dan kotor digantikan dengan transportasi berbasis listrik. Ini bisa menghemat sampai 50 persen," pungkas Darmawan. (adv/rdh)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 06 Desember 2022 02:32

The Premiere Hills Siapkan Siapkan Fasilitas Eksklusif Club House

Samarinda– The Premiere Hills kawasan super premium mahakarya Agung Podomoro…

Selasa, 06 Desember 2022 02:28

Tokoh Pendidikan Dukung Anies Baswedan Capres 2024

JAKARTA− Laskar  Angkatan Muda Anies Baswedan (Laskar Aman) yang terdiri…

Selasa, 06 Desember 2022 02:26

Asperda Kaltim Mendukung,Sektor Jasa Transportasi Meningkat Selama Pembangunan IKN

BALIKPAPAN - Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memberikan dampak…

Minggu, 04 Desember 2022 22:32

SRC Rangkul Ratusan Toko Kelontong di Pesta Retail Borneo

  SRC menggelar pesta retail terbesar di 15 kota di…

Minggu, 04 Desember 2022 21:56

PT Indexim Coalindo Perkuat Posyandu Cegah Stunting

SANGATTA – PT Indexim Coalindo telah berkomitmen mendukung langkah Pemerintah…

Sabtu, 03 Desember 2022 23:58

Gedung Parkir Harus Contoh Malioboro dan Braga

BALIKPAPAN – Keberadaan Gedung Parkir Klandasan dianggap mubazir. Fungsinya belum…

Sabtu, 03 Desember 2022 23:56

Warga Telaga Sari Keluhkan Waspada Banjir

BALIKPAPAN – Kelurahan Telaga Sari kerap dihantui bencana banjir dan…

Sabtu, 03 Desember 2022 23:55

Pajak Minerba Harus Dikaji Ulang

BALIKPAPAN – Satu dari 11 jenis pajak hingga kini tidak…

Sabtu, 03 Desember 2022 23:53

Pastikan Anggaran Penambahan Fasilitas Pendidikan Aman

BALIKPAPAN – Sejumlah proyek di bidang pendidikan dan telah mendapat…

Sabtu, 03 Desember 2022 23:52

Pemkot Balikpapan Harus Perhatikan Aset Daerah

BALIKPAPAN – Aset pemerintah daerah kerap lepas dari pengawasan dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers