BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN

ADVERTORIAL

Sabtu, 25 Juni 2022 05:14
Banjir Ditangani APBN, Irwan Susuri Sungai Sangatta Bersama Kementrian PUPR

 

SANGATTA – Pasca mendengarkan permintaan Anggota Komisi V DPR RI Dr. H Irwan, S.IP, MP saat melakukan rapat kerja bersama, di Gedung DPR RI, belum lama ini, perihal penanganan banjir Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyusuri sungai untuk melakukan penelurusan lapangan. 

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kunjungan kerja yang dilakukan oleh Komisi V DPR RI, Irwan, bersama Kementrian PUPR yang diwakili langsung oleh kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Harya Muldianto, serta didampingi perwakilan Dinas PU Provinsi, Kepala Dinas PU Kutim, dan Forum DAS Kutim.

Usai menyusuri Sungai Sangatta dengan menggunakan perahu karet, Irwan mengatakan jika kunjungan kerja tersebut merupakan rangkaian dari hasil dengar pendapat antara Komisi V DPR RI dengan Kementrian PUPR .

“Waktu itu kita minta agar banjir Sangatta ini, bisa ditangani oleh APBN. Karena melihat dari beberapa bulan sejak banjir itu ada indikasi bahwa daerah kita ini memang tidak ada kemampuan menangani banjir ini, baik dari sisi APBD dan pengelolaan jangka panjangnya. Karena itu, kami bersama-sama BWS hari ini, melakukan survei awal untuk melihat kondisi di sepanjang Sungai Sangatta, khususnya di sub Das hilir dan Sub Das tengah,” kata ia. 

Diakuinya, usai melakukan kunjungan kerja ini, dirinya akan kembali meminta agar Kementrian PUPR bisa segera membuat Detail Engineering Design (DED)-nya, sehingga tahun depan sudah ada penanganan prioritas yang bisa dilakukan.

“Penanganannya ini tidak cukup hanya tahun depan saja, melainkan harus ada penanganan jangka panjang sehingga penanganan banjir Sangatta bisa tuntas. Mengapa, ini kan jelas ibu kota kabupaten yang berkontribusi besar terhadap Republik ini, kemudian ratusan ribu penduduknya dan puluhan ribu Kepala Keluarga, ini yang mau diselamatkan,” jelasnya

Kata dia, jika tidak ada intervensi kebijakan yang dilakukan, baik dari pemerintah daerah maupun pusat, tujuan bernegara untuk mensejahterakan masyarakat dan memberikan keamanan itu akan dianggap gagal.

“Gimana orang trauma, sampai nantinya penduduk kota ini trauma pada banjir. Kenapa tidak ada penyelesaian yang kongkret. Bukan hanya memitigasi bencananya tetapi juga penanganan pasca bencananya juga buruk, apa penaganannya coba pasca bencananya, kecuali tindakan-tindakan yang tidak menyelesaikan masalah saya pikir,” tegas politisi Demokrat itu. 

Karena itu, lanjut dia, harus ada tindakan kongkret untuk memitigasi bencana termaksud normalisasi Sungai yang akan dilakukan. 

“Tapi kemudian ada tanggap bencana yang memang bisa memperbaiki kehidupan mereka baik secara material maupun pisikologis pasca bencana. Itu yang harus dilakukan sehingga kota Sangatta ini sangat nyaman dan aman dihuni," harapnya. 

Menurutnya, hal itu merupakan tujuan akhir penanganan bencana banjir. Setelah hal itu rampung, ia menyebut dapat melanjutkan perbaikan kota dalam pembangunan-pembangunan lain. 

"Bayangin buat apa kita bangun infrastruktur lainnya sementara tidak aman dari bencana banjir," tandasnya. 

Selain itu, menurut Irwan berdasarkan pandangan awal dan penelusuran yang dilakukan pihaknya jika sangat wajar jika terjadi peristiwa banjir seperti yang terjadi pada Maret lalu. Bahkan diprediksi bisa lebih besar lagi dari sebelumnya, jika tidak segera dilakukan penanganan.

“Pertama ini terkait dengan morfologi sungainya ini, terutama beberapa yang memang yang memutar dan celakanya lagi memutar kearah pemukiman warga. Seharusnya kemudian ketika ada tindakan pelurusan sungai, mungkin itu akan menjauhkan sungai dari pemukiman. Kedua ada pendangkalan dari sedimentasi akibat adanya pembukaan lahan dan yang paling dekat dengan kita adalah pertambangan batu bara,” jelas dia. 

Karena itu, menurut Irwan harus ada pengukuran yang bisa dilakukan untuk mengetahui kontribusi pertambangan batu bara itu, terhadap air yang mengalir dari kawasan mereka yang dilepas ke Sungai Sangatta, yakni berapa kontribusinya untuk menambah debit air Sungai Sangatta. Termasuk kontribusi sedimentasinya setiap harinya kemudian menyebabkan pendangkalan.

“Nah ini semua harus dituntaskan agar penanganannya jelas, mulai dari pengerukan. Tadi kita juga sisir sungai juga harus ada penguatan tebing sungai itu beberapa warga sudah hilang, karena pasti akan longsor. Tapi tak satupun sepanjang sungai yang kita susur itu, ada rekontruksi penurapan-penurapan. Artinya ada pembiaran. Jika dibiarkan terus seperti itu, maka pemukiman akan habis," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Harya Muldianto usai melakukan penyisiran Sungai Sangatta, dirinya mengaku jika kondisi Sungai Sangatta cukup memprihantinkan. 

“Meski Sungai Sangatta belum kami analisis, namun secara visual kondisinya memang tidak mampu dilewati oleh debit banjir seperti yang terjadi di Maret lalu. Sehingga air yang berasal dari sungai meluap ke daerah kawasan pemukiman, perkebunan dan lainnya,” beber ia. 

Dijelaskannya jika nantinya penaganan banjir Sangatta, harus ditangani oleh kementrian PUPR dalam hal ini BWS Kalimantan IV, maka harus dimulai dari proses perencanaan dan kajian untuk menentukan penanganan sungai Sangatta tepatnya seperti apa.

“Memang dengan panjang dan luasan Sungai Sangatta yang ada saat ini, tidak bisa dituntaskan dalam satu waktu. Namun secara bertahap akan ditangani. Setelah ini juga kita akan kembali berdiskusi dengan pihak-pihak terkait seperti dinas PU dan Forum Das Kutai Timur maupun yang ada di provinsi,” jelas Harya. 

Lebih lanjut, menurut ia, meski Sungai Sangatta berkewenangan dalam ranah provinsi. Namun karena ini menyangkut tentang kebencanaan maka siapa pun memiliki tangungjawab untuk menangani hal itu. Terlebih sebelumnya juga sudah dibahas di Dalam Rapat dengar pendapat antara Komisi V dan kementrian PUPR.

“Artinya apa yang disampaikan Pak  Irwan selaku anggota Komisi V sudah direspon oleh bapak Mentri, makanya kami ada kunjungan hari ini untuk melakukan inspekasi lapangan dan berharap kedepan bisa segera tertagani,” tambahnya. 

Tak hanya itu, nantinya pihaknya juga berencana akan mencari informasi yang berkaitan dari lahan kawasan kehutanan maupun milik perusahaan pertambangan batu bara dan lahan milik masyarakat untuk dilakukan identifikasi. 

"Permasalahan banjir itu pastinya ada kontribusi semua dari pemilik lahan dan nanti itu yang kita akan telaah satu persatu," tutupnya. (Adv/*/la)


BACA JUGA

Kamis, 11 Agustus 2022 16:27

Pertamina Berkolaborasi dengan Universitas Mulawarman Gelar Pelatihan Penanganan Bencana

Balikpapan- PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal…

Kamis, 11 Agustus 2022 14:26

Mendikbudristek Terus Mendorong Ekosistem Teknologi Lahirkan Inovasi

  JAKARTA --- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek),…

Kamis, 11 Agustus 2022 13:42

Kelompok Nelayan Semangat Baru disertifikasi Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan

Balikpapan - PT Pertamina Lubricants Sales Region VI bekerjasama dengan…

Kamis, 11 Agustus 2022 06:24

Mencoba Hidangan Produk UMKM Desa Gunung Putar, Juara II Festival Pangan Lokal Tingkat Kaltim

  TANA PASER - Desa Gunung Putar Kecamatan Long Kali…

Rabu, 10 Agustus 2022 23:03

Pertamina Bantu Korban Kebakaran di Klandasan Ulu

Balikpapan - Kebakaran yang terjadi di RT 27 Kelurahan Klandasan…

Rabu, 10 Agustus 2022 14:00

PLN Uji Coba Tingkatkan Porsi EBT Hingga 20 Persen dalam Program Co-firing PLTU

PT PLN (Persero) kembali melakukan uji coba meningkatkan persentase biomassa…

Selasa, 09 Agustus 2022 18:30

Sempat Terpuruk Karena Pandemi, PLN Bangkitkan Bank Sampah Al-Innabah

BERAU - Sempat berhenti karena Pandemi Covid-19, bank sampah Al-Inaabah…

Selasa, 09 Agustus 2022 06:07

Komisi IX dampingi BPJS Ketenagakerjaan Berikan Manfaat Kecelakaan Kerja Meninggal Dunia di Sambas

SAMBAS - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kembali membayarkan santunan kepada ahli…

Senin, 08 Agustus 2022 20:20

Ini Nih..! Jam Tangan Design Keren dan Menarik dari Fossil Fenmore

    Sebagai salah satu produsen jam tangan kelas dunia,…

Senin, 08 Agustus 2022 14:41

PLN Tambah Pasokan Pembangkit Listrik di Kutai Timur

SAMARINDA - PT PLN (Persero) melakukan penguatan sistem kelistrikan di…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers