BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN

RAGAM

Selasa, 14 Juni 2022 05:52
DPR Bahas UU KIA, Dorong Cuti Hamil Menjadi 6 Bulan
IBU HAMIL: Penetapan masa cuti melahirkan sebelumnya diatur pada UU 13/2003 tentang Tenaga Kerja dengan durasi waktu tiga bulan. (Foto: jawapos.com)

JAKARTA-DPR RI menyepakati rancangan undang-undang (RUU) Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) untuk dibahas lebih lanjut menjadi undang-undang. Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut, RUU ini dirancang untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul.

Kesepakatan RUU KIA untuk dibahas lebih lanjut menjadi undang-undang dan dibahas bersama pemerintah diambil dalam Rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR pada Kamis (9/6). Keputusan ini akan dibawa dalam Sidang Paripurna DPR selanjutnya.

“RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak yang masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2022 kita harapkan bisa segera rampung. RUU ini penting untuk menyongsong generasi emas Indonesia,” kata Puan, Senin (13/6).

RUU KIA menitikberatkan pada masa pertumbuhan emas anak atau golden age yang merupakan periode krusial tumbuh kembang anak yang kerap dikaitkan dengan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) sebagai penentu masa depan anak. Oleh karena itu, lanjut Puan, RUU ini menekankan pentingnya penyelenggaraan kesejahteraan ibu dan anak secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

“Ini harus menjadi upaya bersama yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat guna memenuhi kebutuhan dasar ibu dan anak,” ucap Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai ketua DPR itu mengatakan, ada sejumlah hak dasar yang harus diperoleh seorang ibu. Di antaranya, menurut Puan, hak mendapatkan pelayanan kesehatan, jaminan kesehatan saat kehamilan, mendapat perlakuan dan fasilitas khusus pada fasilitas, sarana, dan prasarana umum.

“Dan tentunya bagaimana seorang ibu mendapat rasa aman dan nyaman serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, termasuk dari tempatnya bekerja,” tuturnya.

Lebih lanjut, Puan juga mengingatkan, masa 1.000 HPK yang salah akan berdampak pada kehidupan anak. Jika HPK tidak dilakukan dengan baik, anak bisa mengalami gagal tumbuh kembang serta kecerdasan yang tidak optimal.

“RUU KIA ini hadir sebagai harapan agar anak-anak kita sebagai penerus bangsa bisa mendapat proses tumbuh kembang yang optimal. Menjadi tugas negara untuk memastikan generasi penerus bertumbuh menjadi SDM yang dapat membawa bangsa ini semakin hebat,” jelas Puan.

“Apalagi Indonesia akan mengalami bonus demografi yang harus kita persiapkan sedini mungkin agar anak-anak kita berhasil dalam tumbuh kembangnya,” imbuh mantan Menko PMK itu.

Menurutnya, ibu wajib mendapat waktu yang cukup untuk memberikan ASI bagi anak-anaknya, termasuk bagi ibu yang bekerja. Ia menegaskan, ibu bekerja wajib mendapat waktu yang cukup untuk memerah ASI selama waktu kerja.

“RUU KIA juga mengatur cuti melahirkan paling sedikit enam bulan, serta tidak boleh diberhentikan dari pekerjaan. Selain itu, ibu yang cuti hamil harus tetap memperoleh gaji dari jaminan sosial perusahaan maupun dana tanggung jawab sosial perusahaan,” imbuh Puan.

Penetapan masa cuti melahirkan sebelumnya diatur pada UU 13/2003 tentang Tenaga Kerja dengan durasi waktu tiga bulan saja. Lewat RUU KIA, cuti hamil berubah menjadi enam bulan dan masa waktu istirahat 1,5 bulan untuk ibu bekerja yang mengalami keguguran.

RUU KIA juga mengatur penetapan upah bagi ibu yang sedang cuti melahirkan di mana untuk tiga bulan pertama masa cuti, ibu bekerja mendapat gaji penuh dan mulai bulan keempat upah dibayarkan sebanyak 70 persen. Menurut Puan, pengaturan ulang masa cuti hamil ini penting untuk menjamin tumbuh kembang anak dan pemulihan bagi ibu setelah melahirkan.

“DPR akan terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan berkenaan dengan hal tersebut. Kami berharap komitmen pemerintah mendukung aturan ini demi masa depan generasi penerus bangsa,” tegas ibu dua anak itu.

Puan menambahkan, RUU KIA juga terkait erat dengan dengan edukasi kesehatan reproduksi. Kemudian juga sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting, hingga memajukan perempuan melalui keterlibatan di ruang publik.

“Perempuan memiliki potensi dalam perkembangan bisnis yang akan memberikan kontribusi berarti bagi perekonomian Indonesia,” ungkap Puan. (jpg/far)


BACA JUGA

Minggu, 02 Oktober 2022 12:50
Ancaman Sanksi FIFA, Indonesia Bisa Urung Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

Tragedi Kanjuruhan Nomor Dua Paling Mengerikan di Dunia, Korban Meninggal Bertambah

Korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang dikabarkan terus bertambah. Jika sebelumnya…

Minggu, 02 Oktober 2022 11:06
Manajemen Arema FC Sampaikan Duka Cita dan Bentuk Crisis Center

Arema FC Dilarang Jadi Tuan Rumah di Sisa Laga Liga 1 Musim Ini

PSSI melarang Arema FC menjadi tuan rumah pertandingan sampai Liga…

Minggu, 02 Oktober 2022 09:04
Kapolda Jatim Sebut Dua Anggotanya Jadi Korban Kericuhan di Kanjuruhan

Korban Tewas Rusuh di Stadion Kanjuruhan Capai 127 Orang

 MALANG-Sebanyak 127 orang jadi korban meninggal dunia akibat kerusuhan di…

Minggu, 02 Oktober 2022 06:52

Buntut Kerusuhan di Kanjuruhan, Liga 1 Dihentikan Sementara

MALANG-Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10) malam berbuntut…

Minggu, 02 Oktober 2022 06:51

Sepakbola Indonesia Berduka.. Rusuh di Stadion Kanjuruhan Malang, Ratusan Suporter Meninggal

MALANG-Ratusan suporter klub sepak bola asal Malang, Arema FC, diperkirakan…

Minggu, 02 Oktober 2022 06:46

Rusuh di Kanjuruhan, Sanksi Menanti Arema FC

  MALANG-Sanksi berat dipastikan menanti Arema FC paska kerusuhan di…

Sabtu, 01 Oktober 2022 09:03

Kasus DBD di Balikpapan Tembus 1.000

BALIKPAPAN-Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Balikpapan terus menunjukkan…

Jumat, 30 September 2022 22:40

Konsisten Dukung UMKM Lokal, Inisiatif Hyperlocal Dorong Pertumbuhan Transaksi dan Jumlah Penjual di Tokopedia

Indonesia - Tokopedia terus berkomitmen untuk mendukung para pegiat usaha…

Jumat, 30 September 2022 09:46

Maxi Yamaha Day 2022 Medan, Ajak Peserta Camping di Tepian Danau Toba

Simalungun, Sumatera Utara – Setelah lebih dulu hadir di wilayah…

Kamis, 29 September 2022 14:01

Penyaluran BLT BBM di Balikpapan Capai 94,7 Persen

BALIKPAPAN- Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM)…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers