BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN

ADVERTORIAL

Rabu, 18 Mei 2022 07:55
BPJAMSOSTEK Konsisten Realisasikan PP Nomor 37 Tentang JKP Pekerja Korban PHK
-

Pontianak- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan-BPJamsostek tetap konsisten merealisasikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) kepada pekerja/buruh korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, Rini Suryani di sela-sela  Acara Koordinasi Teknis Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan dengan Petugas Mediator HI dan Petugas Antar Kerja Se-Wilayah Kalimantan Barat, di Pontianak, Rabu (18/5/2022) menjelaskan, JKP ini selain bagi pekerja/buruh pada usaha besar dan menengah juga harus mengikuti program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JHT (Jaminan Hari Tua), JP (Jaminan Pensiun), dan JKM (Jaminan Kematian) dari BPJS Ketenagakerjaan. Sementara pekerja/buruh di usaha mikro dan kecil sekurang-kurangnya ikut program JKN, JKK, JHT, dan JKM, dengan ketentuan pekerja/buruh pada usaha besar dan menengah, mikro dan kecil ini merupakan pekerja penerima Upah pada badan usaha.

“Untuk empat program Kecelakaan Kerja, Kematian dan Hari Tua, ini semuanya banyak manfaatnya, dari empat program saja manfaatnya sudah banyak ditambah lagi Jaminan Kehilangan Pekerjaan, kenapa kegiatan ini perlu kita lakukan, ini kita dalam rangka memberikan informasi ataupun penajaman, sosialisasi tentang manfaat Program Kehilangan Pekerjaan, selama ini mereka yang kena PHK sudah selesai, tidak ada pemerintah lagi hadiri di san, tetapi dengan adanya JKP ini  masih ada hubungan emosionalnya  antara Pemerintah, pekerja dengan manfaat kehilangan pekerjaan yang enam bulan,”papar Rini Suryani

Ia menuturkan, pembayaran JKP enam bulan tersebut, yaitu 45 persen  tiga bulan pertama dari penghasilannya maksimal Rp5 juta yang diberikan, kemudian 25 persen sampai tiga bulan berikutnya.  Disamping itu ada manfaat pada pekerja/ buruh yang terkena PHK dan juga mendapatkan Informasi bursa kerja.

“Ini yang kami sampaikan  dalam kegiatan ini supaya kawan-kawan kita yang terkena PHK bisa merasakan manfaat program ini,”harapnya.

Rini Suryani mengatakan, Khusus untuk program JKP ini tidak ada lagi pembebanan iuran karena dari negara, artinya setelah mengikuti empat program BPJamsostek, peserta otomtais mendapatkan JKP.

Langkah ini ditekankan agar inlane antar kegijakan kantro pusat, kebijakan Kementerian dengan kantor di daerah biar nyambung.

Oleh karenanya dalam kegiatan ini telah mengundang Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Retno Pratiwi untuk memberikan tuntunan, bagaimana program  program JKP ini bisa optimal terlaksana di daerah.

Senada hal itu diungkapkan Kepala BPJamsostek Cabang Pontianak,  Ryan Gustaviana yang menyatakan bahwa JKP ini untuk melindungi dan mempertahankan derajat hidup para pekerja, khususnya di Kalimantan Barat ketika terjadinya risiko sosial berupa pemutusan hubungan kerja (PHK). Artinya ketika mengalami PHK, mereka  masih mempunyai harapan untuk melanjutkan kehidupannya lagi bersama keluarganya.

“Yang pertama  bisa berupa uang tunai, kedua mendapatkan akses informasi pasar kerja dan yang ketiga mendapatkan pelatihan kerja yang dilaksanakan oleh Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat,”ujar  Ryan Gustaviana

Oleh karenanya melalui Koordinasi Teknis Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan dengan Petugas Mediator HI dan Petugas Antar Kerja Se-Wilayah Kalimantan Barat ini agar para Mediator yang diundang dapat lebih memahami, terkait dengan hal-hal teknis untuk  aplikasi dari Jaminan Kehilangan Pekerjaan ini.

“Makanya kami  undang dari Kementerian untuk apa? Mereka untuk mendapatkan inside lebih, tentang maksud dari timbulnya program jaminan kehilangan pekerjaan ini, jadi ini merupakan ada cita-cita besar,”katanya.

BPJamsostek Kalbar mencatat baru ada 10 korban PHK yang telah dibayarkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). (ADV/pro) 


BACA JUGA

Jumat, 24 Juni 2022 12:03

Fjallraven Kanken, Tas Modis yang Berkualitas

  Tas menjadi salah satu kebutuhan terutama bagi Anda yang…

Selasa, 21 Juni 2022 16:00

DPRD PPU Apresiasi Pembangunan IKN Akomodir Kearifan Lokal

PENAJAM - Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Jhon Kenedi mengapresiasi…

Selasa, 21 Juni 2022 15:48

Komisi I DPRD PPU Desak Pemkab Segera Salurkan ADD

PENAJAM - DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mendesak Pemkab PPU segera…

Selasa, 21 Juni 2022 15:33

DPRD PPU Minta Pemkab PPU Aktif Jalin Kerjasama dengan Perusahaan

PENAJAM - Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU) meminta kepada…

Selasa, 21 Juni 2022 15:30

Komisi II DPRD Menyarankan Pemkab PPU Gelar Operasi Pasar

PENAJAM- DPRD Penajam Paser Utara (PPU) menyarankan kepada pemerintah daerah…

Selasa, 21 Juni 2022 15:28

DPRD PPU Dorong Pembentukan Forum CSR

PENAJAM- DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Pemkab PPU untuk…

Senin, 20 Juni 2022 20:12

Resmikan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

BALIKPAPAN- Sekolah Happy Holy Kids dan Harapan Bangsa Balikpapan sebagai salah…

Senin, 20 Juni 2022 12:47

Ini Dia Tiga Proyek Kajian Bappedalitbang Selama 2022..

  TANA PASER - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan…

Minggu, 19 Juni 2022 22:29

Musisi Lokal Meriahkan Kawasan Wisata Belanja Tana Paser

TANA PASER - Kawasan Wisata Belanja Tana Paser di Jalan…

Sabtu, 18 Juni 2022 10:42

Pelanggan Bisnis dan Industri Bersyukur Tak Terdampak Penyesuaian Tarif Listrik

  Bagi pemerintah, sektor industri dan bisnis merupakan komponen penting…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers