BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN

KRIMINAL

Minggu, 01 Mei 2022 10:24
VIRAL..!! Postingan Soal Manusia Gurun, Ini Penjelasan Rektor ITK..
Budi Santoso P (kanan)

BALIKPAPAN-Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santoso Purwakartiko tengah jadi sorotan. Postingannya di facebook pada 27 April 2022 kemarin menuai kecaman dari banyak pihak.

Sebabnya, dalam postingan tersebut, Budi dituding menyelipkan unsur SARA. Dalam sebuah kalimat, Budi menyinggung perihal kalimat yang sering digunakan dalam ajaran Islam, seperti, InsyaAllah, Barakallah dan Qadaraallah. Budi juga menulis tidak ada satupun mahasiswi yang dia wawancarai mengenakan  penutup kepala ala manusia gurun.  Terkait postingan tersebut, Budi akhinya mencoba mengklarifikasi. Dia menjelaskan, postingan tersebut dia buat setelah mewawancarai calon peserta student mobility.

Ia mengaku cukup terkejut saat proses wawancara. Sebab, dari 14 peserta yang dia wawancarai, didominasi kaum hawa dengan jumlah 14 mahasiswi. “Nah biasanya kan anak-anak kita yang memasuki usia mahasiswa itu kan mulai pakai kerudung ya. Lah ini kebetulan kok enggak ada yang berkerudung semua. kok ya seperti mahasiswa zaman dulu ya. Saya cukup surprise loh, ini liat anak-anak cukup mengejutkan. Makanya saya nulis itu,” kata dia.

Budi meneruskan, semangat dalam tulisan tersebut adalah karena seluruh peserta punya kemampuan akademik mumpuni alias pintar, dengan indeks prestasi (IP) mencapai 3,8 dan 3,9. Begitu juga dengan Bahasa inggris peserta yang dia nilai sangat lancar. Budi menyebutnya cas cis cus, sebagai gambaran lancarnya bahasa inggris para peserta ini. Apa yang ditunjukkan mahasiswi-mahasiswi ini, sebut Budi, pasti membuat orang tua kagum. Apalagi, semuanya open minded

Soal penggunaan kalimat tidak ada yang menggunakan kerudung ala manusia gurun yang kemudian jadi masalah. Budi mencoba meluruskan. Ia menyebut pemilihan kalimat itu sejatinya untuk menggambarkan kondisi orang timur tengah yang banyak, pasir, angin, panas sehingga harus menggunakan penutup kepala.

“Ya gaya anak-anak muda seperti dulu. Di situ saya tidak ada kata-kata bahwa yang menggunakan kerudung saya akan nilai jelek, tidak ada. Saya ngomong seperti itu, sama sekali tidak ada. Saya hanya menceritakan bahwa kebetulan dari 12 itu tidak ada yang pakai kerudung,” kata dia. 

Di sisi lain, Budi juga sadar bahwa postingannya menuai prokontra. Dia menilai, itu merupakan konsekuensi bahasa tulis. Dia juga paham, persepsi orang bakal berbeda-beda. “Saya hanya menyayangkan ada yang memberi pengantar seakan-akan saya tidak adil dan diskriminatif. Ini saya sangat menyayangkan,” lanjut dia.

Dia juga memastikan tak punya tendensi tertentu dalam membuat tulisan tersebut. Budi menegaskan, tulisan tersebut sama sekali tak bertujuan merendahkan mahasiswi yang berkerudung. “Satu lagi. Ini adalah opini pribadi saya, tidak ada sangkut pautnya dengan ITK,” jelas dia. Ya, Budi menilai pihak ITK tak perlu terseret dalam persoalan ini. Bahkan, jika ada pihak yang ingin mengklarifikasi, Budi mempersilakan menghubungi dirinya secara pribadi. “Bukan kampus. Saya enggak ingin membawa kampus ITK ke dalam masalah ini. Karena ini masalah saya,”ujar dia.

Sebelumnya Rektor ITK ini banyak dikecam karena postingannya di media sosial diniali rasis dan penuh kebencian. Berikut isi status Budi yang dinilai rasis itu: 

Saya berkesempatan mewawancara beberapa mahasiswa yang ikut mobilitas mahasiswa ke luar negeri, program Dikti yang dibiayai LPDP ini banyak mendapat perhatian dari para mahasiswa. Mereka adalah anak-anak pinter yang punya kemampuan luar biasa, jika diplot dalam distribusi normal, mereka mungkin termasuk 2,5% sisi kanan populasi mahasiswa.

Tidak satu pun saya mendapatkan mereka ini hobi demo yang ada adalah mahasiswa dengan IP yang luar biasa tinggi di atas 3.5 bahkan beberapa 3.8 dan 3.9. Bahasa Inggris mereka cas cis cus dengan nilai IELTS 8, 8.5 bahkan 9. Duolingo bisa mencapai 140, 145 bahkan ada yang 150 (padahal syarat minimum 100), luar biasa. Mereka juga aktif di organisasi kemahasiswaan (profesional), sosial kemasyarakatan dan asisten lab atau asisten dosen.

Mereka bicara tentang hal-hal yang membumi: apa cita-citanya, minatnya, usaha-usaha untuk mendukung cita-citanya, apa kontribusi untuk masyarakat dan bangsanya, nasionalisme dan sebagainya. Tidak bicara soal langit atau kehidupan sesudah mati. Pilihan kata-katanya juga jauh dari kata-kata langit: insaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dan sebagainya. Generasi ini merupakan bonus demografi yang akan mengisi posisi-posisi di BUMN, lembaga pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta beberapa tahun mendatang.

Dan kebetulan dari 16 yang saya harus wawancara, hanya ada 2 cowok dan sisanya cewek. Dari 14, ada 2 tidak hadir, jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar-benar openmind, mereka mencari Tuhan ke negara-negara maju seperti Korea, Eropa barat dan US, bukan ke negara yang orang-orangnya pandai bercerita tanpa karya teknologi.

Saya hanya berharap mereka nanti tidak masuk dalam lingkungan yang
- Membuat hal yang mudah jadi sulit
- Bekerja dari satu rapat ke rapat berikutnya tanpa keputusan
- Mementingkan kulit daripada isi
- Menyembah Tuhan tapi lupa pada manusia
- Menerima gaji dari negara tapi merusak negaranya
- Ingin cepat masuk surga tapi sakit tetap cari dokter dan minum obat
- Menggunakan KPI langit sementara urusannya masih hidup di dunia
Semoga tidak tercemar (hul)




BACA JUGA

Jumat, 20 Mei 2022 11:40

Polisi Gadungan yang Ketangkap Ditsamapta Ternyata Pernah Curi Emas Puluhan Gram di Apartemen Elite

BALIKPAPAN- Reiki Jamhari (20), polisi gadungan yang ditangkap anggota Ditsamapta…

Kamis, 19 Mei 2022 15:51

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim

BALIKPAPAN-Kepolisian Daerah Kaltim membenarkan adanya penangkapan terduga teroris, yang dilakukan…

Rabu, 18 Mei 2022 18:21

Polisi Gadungan ke Mako Samapta Polda..Pinjam Korek dan Ngaku Perwira Muda ke Bintara, Eh Ketahuan..!

BALIKPAPAN-RJ harus mendekam di balik jeruji besi Mapolda Kaltim, setelah…

Selasa, 17 Mei 2022 21:50

Emosi Sering Disuruh, Alasan Pria Ini Tikam Dada Temannya Hingga Tewas

BALIKPAPAN-YS (39) hanya bisa tertunduk saat polisi menggiringnya ke hadapan…

Selasa, 17 Mei 2022 18:09

Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Curat Didor

BALIKPAPAN-Kepolisian Sektor Balikpapan Timur berhasil menangkap BS (51). Ia ditangkap…

Selasa, 17 Mei 2022 18:07

Komplotan Pembobol Gudang Diringkus

 BALIKPAPAN-Komplotan pembobol gudang, yang beraksi di salah satu gudang, di…

Selasa, 17 Mei 2022 08:34

Ada Pemberitaan Gugatan Hak Cipta Tabungan Emas, Begini Penjelasan Pegadaian..

Jakarta - PT Pegadaian menanggapi pemberitaan media tentang adanya gugatan…

Minggu, 15 Mei 2022 17:18

Warga Ngamuk Tikam Tiga Orang, Satu Tewas

BALIKPAPAN-Kerja bakti yang berlangsung di Jalan Tepo Km 10 RT…

Sabtu, 14 Mei 2022 11:28

Empat Pengedar Sabu di Wilayah Balikpapan Barat Dibekuk

BALIKPAPAN-Empat pengedar sabu yang kerap beroperasi di kawasan Balikpapan Barat,…

Jumat, 13 Mei 2022 11:49

Kurir Sabu Diringkus, 12 Gram Sabu Disita

BALIKPAPAN-Satuan Reserse Narkoba Polresta Balikpapan berhasil menangkap SA (32). Dia…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers