BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL | KABAR IKN

ADVERTORIAL

Selasa, 01 Maret 2022 15:23
Reog Ponorogo Masuk Nominasi Tunggal Warisan Budaya Tak Benda Yang Diusulkan ke UNESCO

Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat dan Pegiat Medsos Beri Dukungan serta Promosikan

WARISAN BUDAYA: Seni Reog Ponorogo yang masuk nominasi tunggal warisan Budaya Tak Benda yang diusulkan ke UNESCO.

PONOROGO- Kesenian Reog Ponorogo berhasil menjadi nominasi tunggal Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage/ICH) yang akan diusulkan Indonesia ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Sebelumnya, Reog Ponorogo telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Mendikbud RI pada tahun 2013.

DUKUNGAN PEMPROV: Gubernur Khofifah saat menghadiri  acara Kenduri Seni Reog Ponorogo di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Sabtu (26/2) malam.

 

Gubernur Jawa, Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh dan mengajak semua masyarakat Indonesia turut mendukung baik melalui testimoni maupun dukungan melalui sosial media. Khofifah  berharap  Reog Ponorogo berhasil lolos sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Sehingga, kesenian kebanggaan masyarakat Ponorogo ,  Jawa Timur serta Indonesia  ini akan semakin mendunia dan membawa nama baik Indonesia. “Kenapa disebut nominasi tunggal, karena  memang reog hanya ada di Ponorogo. Kalaupun reog dimainkan di Medan atau di Makassar misalnya, ya namanya tetap Reog Ponorogo, bukan reog Medan dan seterusnya. Saya yakin bahwa kesenian Reog Ponorogo telah memiliki nilai luar biasa sebagai syarat untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya tak benda dunia dari UNESCO,” kata Khofifah saat acara Kenduri Seni Reog Ponorogo di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Sabtu (26/2) malam.

KOMPAK: Para seniman Reog Ponorogo berfoto usai menampilkan gerakan seni warisan budaya Indonesia.

Khofifah mengatakan, dalam seleksi wawancara dengan UNESCO, Bupati Ponorogo juga telah memberikan penjelasan terkait penggunaan bulu merak dan kulit harimau dalam kesenian ini. Bahwa bulu merak tersebut bukan dicabut, akan tetapi memang dalam kurun waktu tertentu bulu merak tersebut lepas sendiri dari tubuh Merak. “Kemudian yang belasan tahunan lalu menggunakan kulit harimau saat  ini sudah diganti  kulit kambing yang kemudian diformat seperti kulit harimau. Kalau dua hal ini sudah terjawab dan meyakinkan UNESCO, InsyaAllah Reog Ponorogo akan lolos sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO,” ujar orang nomor satu di Jatim.

Untuk itu, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jatim terutama kepada para pegiat media sosial (medsos) untuk memberikan dukungan pada Reog Ponorogo agar lolos sebagai warisan budaya tak benda UNESCO. Caranya, dengan mempromosikan dan memviralkan melalui media sosial dan kanal youtube. “Saya yakin banyak masyarakat Jatim terutama kaum muda ini yang sering bermedia sosial. Bahkan banyak yang jadi youtuber. Nah mulai sekarang kita bisa mempromosikan kebudayaan kita, kesenian kita. Salah satunya Reog Ponorogo ini dengan mengunggah di media sosial agar semakin dikenal luas di dunia,” ungkapnya.

WARISAN BUDAYA: Seni Reog Ponorogo yang masuk nominasi tunggal warisan Budaya Tak Benda yang diusulkan ke UNESCO.

Menurut Khofifah, pengajuan Reog Ponorogo ke dalam Warisan Budaya Tak Benda UNESCO ini menjadi bagian penting sebagai upaya menjaga hak kekayaan intelektual. Dengan pengajuan ini, hal ini menjadi bagian dalam menjaga agar seni khas Indonesia ini tidak diklaim oleh negara lain. “Ketika dilakukan proses identifikasi kemudian diusulkan sebagai warisan budaya tak benda semoga akan menjadi unggulan yang diajukan oleh pemerintah Indonesia sehingga seluruh inisiator dan proses budaya yang luar biasa oleh masyarakat Ponorogo menjadi mendunia,” katanya. “Mohon doa dari kita semua, tidak hanya warga Ponorogo tapi semua di antara kita masyarakat Jatim, masyarakat Indonesia bisa saling memberikan support," imbuhnya.

Lebih lanjut menurut Khofifah, masuknya Reog Ponorogo sebagai nominasi tunggal ini mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia. Serta pentingnya menjaga keberlanjutan dan eksistensi budaya dalam hal ini Reog Ponorogo. “Tidak hanya menjaga eksistensinya, tapi juga membentuk regenerasi dan ekosistem seni Reog Ponorogo yang tangguh. Yakni dengan memanfaatkan sekolah, sanggar atau bahkan membangun jaringan dengan komunitas reog yang ada di wilayah lain,” katanya.

“Juga yang tak kalah penting bagaimana membina para pengrajin alat-alat kesenian reog, membantu mereka baik dalam pengembangan keahlian, kreativitas produk dan kualitas yang juga bisa dipadukan dengan pengembangan destinisasi wisata yang terpadu dengan kesenian Reog Ponorogo,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha dan kerja keras agar dunia mau mengakui Reog Ponorogo. Ia pun menyampaikan terimakasih atas dukungan Gubernur Khofifah kepada Reog Ponorogo. “Maturnuwun sanget dukungannya Ibu Gubernur. Kami akan terus bekerja keras agar ini bisa berhasil lolos. Mohon doanya juga kepada seluruh masyarakat Ponorogo,” pungkasnya.

Sebagai informasi, setiap tahun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu ada proses seleksi bagi warisan budaya tak benda di Indonesia. Kemudian, warisan budaya tak benda Indonesia ini yang menjadi unggulan akan dilanjutkan ke Unesco. Pemkab Ponorogo sendiri pernah mengusulkan Reog Ponorogo ke dalam daftar ICH UNESCO pada tahun 2018, namun belum berhasil. Di tahun tersebut, justru Gamelan Indonesia yang lolos dan berhasil diakui UNESCO pada 15 Desember 2021. 

Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan tradisional rakyat Ponorogo yang di dalamnya terdapat unsur-unsur penari warok, jatil, bujangganong, kelanasewandana, dan barongan. Tarian tersebut diiringi dengan seperangkat instrumen pengiring Reog khas ponoragan yang terdiri dari kendang, kempul (gong), kethuk- kenong, slompret, tipung, dan angklung.

Turut hadir diacara Kenduri Seni Reog Ponorogo di Pendopo Kabupaten Ponorogo itu,  Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, Forkopimda Kabupaten Ponorogo, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim,  khususnya Kadis Budpar Jatim serta para seniman Reog Ponorogo. (dwn/pro12) 


BACA JUGA

Jumat, 24 Juni 2022 12:03

Fjallraven Kanken, Tas Modis yang Berkualitas

  Tas menjadi salah satu kebutuhan terutama bagi Anda yang…

Selasa, 21 Juni 2022 16:00

DPRD PPU Apresiasi Pembangunan IKN Akomodir Kearifan Lokal

PENAJAM - Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Jhon Kenedi mengapresiasi…

Selasa, 21 Juni 2022 15:48

Komisi I DPRD PPU Desak Pemkab Segera Salurkan ADD

PENAJAM - DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mendesak Pemkab PPU segera…

Selasa, 21 Juni 2022 15:33

DPRD PPU Minta Pemkab PPU Aktif Jalin Kerjasama dengan Perusahaan

PENAJAM - Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU) meminta kepada…

Selasa, 21 Juni 2022 15:30

Komisi II DPRD Menyarankan Pemkab PPU Gelar Operasi Pasar

PENAJAM- DPRD Penajam Paser Utara (PPU) menyarankan kepada pemerintah daerah…

Selasa, 21 Juni 2022 15:28

DPRD PPU Dorong Pembentukan Forum CSR

PENAJAM- DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Pemkab PPU untuk…

Senin, 20 Juni 2022 20:12

Resmikan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

BALIKPAPAN- Sekolah Happy Holy Kids dan Harapan Bangsa Balikpapan sebagai salah…

Senin, 20 Juni 2022 12:47

Ini Dia Tiga Proyek Kajian Bappedalitbang Selama 2022..

  TANA PASER - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan…

Minggu, 19 Juni 2022 22:29

Musisi Lokal Meriahkan Kawasan Wisata Belanja Tana Paser

TANA PASER - Kawasan Wisata Belanja Tana Paser di Jalan…

Sabtu, 18 Juni 2022 10:42

Pelanggan Bisnis dan Industri Bersyukur Tak Terdampak Penyesuaian Tarif Listrik

  Bagi pemerintah, sektor industri dan bisnis merupakan komponen penting…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers