BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

KRIMINAL

Selasa, 21 Mei 2019 05:45
Kesaksian Ahli PPATK Ringankan Terdakwa

PROKAL.CO, v align="left">

BALIKPAPAN- Persidangan ke-11 dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Senin (20/5) di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan ahli dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Rahmat Hidayat.

Sidang diketuai majelis hakim I Ketut Mardika dan dua hakim anggota Bambang Setyo Widjonarko, Nugrahini Meinastiti mendengarkan saksi pihak Bank BRI dari Jakarta dan ahli dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Terdakwa Jovinus Kusumadi didampingi tim kuasa hukum Elza Syarief. Ditemui setelah persidangan, dia menyebut keterangan saksi dan ahli pada fakta persidangan terungkap tersebut meringankan kliennya. 

Dia menyebut, tuduhan TPPU yang dilaporkan Gino Sakiris belum terbukti. Dari kesaksian ahli, jika pidana pokok pemalsuan surat (laporan keuangan) tak dapat ditunjukkan ke majelis hakim, maka unsur TPPU nya tidak memenuhi. "Selama ini persidangan, belum ada bukti terungkap soal pemalsuan dan tppu," ujar Elza. 

Sementara saat persidangan, Elza bertanya pada ahli, seputar data yang diberikan penyidik, apakah melihat data atau diberikan secara lisan saja seputar kronologinya. “Lisan dan kronologi. Data laporan keuangan turut diperlihatkan,” jawab ahli. 

 Apakah anda melihat data laporan keuangan rekening koran, slip seputar transaksi setoran dari terdakwa ke rekening PT Oceans Multi Power (OMP)? “Tidak,” singkatnya. Apakah disampaikan penyidik jika ada pembayaran Rp 1. 007.000.000 dari rekening terdakwa ke rekening pelapor Gino Sakiris,” tidak ada jawab ahli. 

Elza menjelaskan, transaksi keuangan PT OMP, terdakwa selain mengambilnya tunai, kemudian menyetorkan untuk kepentingan operasional perusahaan. Ini diperkuat dengan keterangan ahli dari BRI sesuai transaksi keuangan di rekening koran OMP dan Jovinus.

“Iya ada setoran berulang kali ke OMP dari rekening terdakwa,” kata saksi dari BRI sambil menunjukkan laporan rekening koran ke majelis hakim. Soal unsur TPPU yang diuraikan ahli tentang membeli mobil bukan atas nama terdakwa.

Menurut pendapat ahli, transaksi pembelian rumah melalui kredit pemilikan rumah (KPR), mobil, operasional OMP, bayar gaji karyawan OMP, setor ke Gino, semua dari rekening terdakwa dan ada buktinya, Apakah masuk tppu?

"Kalau pidana pokoknya tidak terbukti, tppu juga tidak," jawabnya. Transaksi keuangan hanya berputar pada terdakwa dan perusahaan. Ini dibuktikan dengan laporan keuangan yang dibuat Leo dan Richard yang sebelumnya telah memberikan kesaksian.

Kemudian Hakim Ketut bertanya pada ahli, apakah saat proses pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri Jakarta, diperlihatkan data? “Ada data. Termasuk secara lisan serta tertulis kronologis perkara,” jawabnya.

Lalu apa pendapat ahli melihat perkara ini, tanya hakim. Melihat kronologi, data, dari penyidik, analisanya memang memenuhi unsur TPPU. “Saya kaitkan. Ada indikasi TPPU, dari pidana pokok pemalsuan surat laporan keuangan,” kata ahli. 

Menurutnya, indikasi TPPU ada unsur pokok yakni menyembunyikan, mengaburkan asal-usul kekayaan. Misalnya saja membeli mobil, rumah menggunakan atas nama orang lain. “Itu memenuhi unsur TPPU,” terang ahli pada JPU. Namun faktanya, seluruh pembelian tadi atas nama terdakwa.

Elza menambahkan, ahli menyimpulkan ada TPPU setelah lihat kronologis dari penyidik. Tidak berdasarkan data, rekening koran secara lengkap terkait transaksi keuangan perusahaan.

"Laporan keuangan yang dijadikan dasar laporan ke Bareskrim juga diduga palsu/rekayasa," sesalnya. Sampai saat ini laporan keuangan yang asli tidak dapat ditunjukkan ke majelis hakim. "JPU juga tidak punya, kami juga tidak diberi. Jadi kemana laporan keuangan yang asli itu," urainya.

Pada persidangan sebelumnya, ada bukti baru slip setoran tunai Rp 1.007.000.000 pada Gino Sakiris itu diperlihatkan ke Ketua Majelis Hakim. Artinya keterangan saksi korban Gino yang menuding selama berinventasi tidak pernah diberi keuntungan terbantahkan.

“Ini buktinya ada. Saksi Gino diduga beri keterangan palsu pada majelis saat sidang 15 April 2019,” urainya. Hingga pada Selasa (14/5) lalu, Gino diadukan ke Polda Kaltim karena memberikan kesaksian palsu di persidangan.

Sebelum memberikan Rp 1.007.000.000 tadi, Gino telah pula menyepakati pengembalian duit investasi. Diketahui, sebelumn ada kesepakatan pembelian saham pada Agustus 2017 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Gino selaku komisaris tak hadir. Dikuasakan Akbar Holik.

Hasil RUPS, disepakati saham Gino dibeli oleh Awi. “Sudah dil dan tanda jadi Rp 6,6 miliar. Kalau ada tanda jadi (DP) artinya Gino tak punya saham lagi. Jadinya utang-piutang,” terang Elza. Dari Rp 6,6 miliar, dikembalikan lagi Rp 1,2 miliar.

 

Informasi dihimpun, Akbar Holik telah diadukan dugaan penggelapan ke Ditreskrimum Polda Kaltim Senin (8/4) oleh tim kuasa hukum Elza Syarief. Saat ini proses pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti.(pro/one) 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Mei 2019 22:45

Kuasa Hukum Tunjukkan Bukti Baru Slip Asli Setoran Tunai

BALIKPAPAN-Persidangan ke-12 dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan tindak pidana pencucian…

Kamis, 23 Mei 2019 06:50

Wajib Ada Pembuktian Perkara Pokok

BALIKPAPAN-Perkara dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan Tindak Pidana Pencucian Uang…

Selasa, 21 Mei 2019 05:53

Diduga Tergiur Aset Rp 50 M Lebih

BALIKPAPAN-Perkara dugaan pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan…

Selasa, 21 Mei 2019 05:45

Kesaksian Ahli PPATK Ringankan Terdakwa

BALIKPAPAN- Persidangan ke-11 dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan Tindak Pidana…

Senin, 20 Mei 2019 13:30

Narkoba Senilai Rp 5,2 Miliar Disimpan Dalam Kardus Mi Instan

BALIKPAPAN – Tiga orang kurir narkoba diringkus jajaran Ditresnarkoba Polda…

Sabtu, 18 Mei 2019 04:17

Kredit Mobil di Leasing, Sepasang Suami-Istri Kabur Gak Bayar Cicilan

BALIKPAPAN – Waspada penipuan berkedok pura-pura kredit. Baru baru ini…

Rabu, 15 Mei 2019 07:15

Sidang Kasus Video Mesum Pelajar SMP Ditunda, Pengacara Sebut Ada Tersangka Lain

BALIKPAPAN – Sidang ketiga kasus pelecehan seksual dengan terdakwa Andi…

Rabu, 15 Mei 2019 07:10

INGAT DOSA WOOYYY..! Bulan Puasa, Dua Pasangan Mesum Keciduk Satpol PP "Ngamar" di Hotel

BALIKPAPAN - Satpol PP bersama tim gabungan menggelar razia, Senin…

Selasa, 14 Mei 2019 17:55

Masa Penahanan Habis, Kuasa Hukum Ajukan Permohonan Penangguhan Tahanan

BALIKPAPAN- Ditunjukkannya bukti baru di hadapan majelis hakim saat sidang…

Senin, 13 Mei 2019 20:57

Kuasa Hukum Awi Tunjukkan Bukti Baru

BALIKPAPAN- Sidang dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan Tindak Pidana Pencucian…

Putri Bos Hotel di Balikpapan Tewas Jatuh dari Bangunan Lantai 8

PT Etam Bersama Lestari Raih Proper Biru

Deklarasi Menolak Kerusuhan di Kaltim, Kapolda Tak Ingin Kejadian di Jakarta Terulang

KOMPAK..! Mengenakan Ikat Kepala, Warga Kaltim Deklarasi Menolak Kerusuhan

BANGKIT PERSIBA BALIKPAPAN! Takluk atas PSIM Yogyakarta, Bangkit Hadapi Laga Selanjutnya

Pemkab Paser Jalin Kerja Sama di Bidang Pertanahan dan Pertanian

Deklarasi Tolak Kerusuhan, Puluhan Ribu Warga dan Tokoh Masyarakat Siap Gabung

Laris Manis, Persiba Balikpapan Kedatangan Dua Sponsor Lagi

BRAAAKK..Kejadian Lagi! Truk Nabrak Motor di Turunan Rapak

Gubernur Ajak Ubah Mindset Pengelolaan Lingkungan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*