BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

KRIMINAL

Selasa, 14 Mei 2019 17:55
Masa Penahanan Habis, Kuasa Hukum Ajukan Permohonan Penangguhan Tahanan
-

PROKAL.CO, v align="left">

BALIKPAPAN- Ditunjukkannya bukti baru di hadapan majelis hakim saat sidang ke-10, Senin (13/5) sekaligus membantah keterangan saksi korban Gino yang menuding Jovinus Kusumadi alias Awi selama berinvestasi tak pernah memberi keuntungan.

Hal ini membuat kuasa hukum Awi, Elza Syarief, resmi mengadukan Gino Sakiris ke Polda Kaltim, Selasa (14/5) dengan dugaan memberikan keterangan palsu di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan.

Surat tanda penerimaan laporan STPL /47/V/2019/SPKT II Laporan Polisi (LP) 174. “Iya benar sudah resmi kami laporkan,” jawab Elza Syarief saat dikonfirmasi media ini.  

Elza yang juga kuasa hukum Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa (komunitas dokter spesialis), yang sedang mencari tahu sebab musabab terus bertambahnya petugas KPPS meninggal hingga mencapai lebih 600 orang tersebut,  lokasi kejadian tindak pidana yang diadukan itu di PN.

Diketahui, ancaman pidana kepada saksi yang memberikan keterangan palsu di persidangan terdapat pada Pasal 242 KUHP. Pasal 242 ayat (1) KUHP mengancam pidana penjara 7 tahun barangsiapa yang dalam keadaan dimana Undang-Undang menentukan supaya memberikan keterangan di atas sumpah atau mengadakan akibat hukum kepada keterangan yang demikian dengan sengaja memberikan keterangan palsu di atas sumpah, baik lisan maupun tulisan.

Berdasarkan Pasal 242 ayat (2) KUHP menyebutkan hukumannya naik menjadi 9 tahun jika keterangan palsu di atas sumpah diberikan dalam perkara pidana dan merugikan terdakwa.

Pengacara berpengalaman dan tenang ini mempunyai prinsip, harta baginya bukan segalanya. Tapi kebahagiaan itu tidak selalu didapat dengan uang, melainkan dari ikut membahagiakan orang sehingga hidup bisa lebih menjadi berharga.

"Membantu kesulitan orang lain dengan memberikan bantuan hukum sudah membuat saya bahagia. Apalagi orang tersebut belum tentu bersalah," ujar perempuan yang punya hobi memasak ini. 

Kembali ke persidangan, sebelum memberikan Rp 1.007.000.000 tadi, Gino telah pula menyepakati pengembalian duit investasi. Diketahui, sebelumn ada kesepakatan pembelian saham pada Agustus 2017 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Gino selaku komisaris tak hadir. Dikuasakan Akbar Holik.

Hasil RUPS, disepakati saham Gino dibeli oleh Awi. “Sudah dil dan tanda jadi Rp 6,6 miliar. Kalau ada tanda jadi (DP) artinya Gino tak punya saham lagi. Jadinya utang-piutang,” terang Elza. Dari Rp 6,6 miliar, dikembalikan lagi Rp 1,2 miliar.

Informasi dihimpun, Akbar Holik telah diadukan dugaan penggelapan ke Ditreskrimum Polda Kaltim Senin (8/4) oleh tim kuasa hukum Elza Syarief. Saat ini proses pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti. 

Proses persidangan dimulai Maret 2019 ini bakal panjang dan menghabiskan waktu serta tenaga. Sebab, selain belum ada bukti terungkap di persidangan, masih ada 15 saksi lagi disiapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmad belum dihadirkan. 

“Hadirkan saksi yang penting-penting saja. Persidangan hari ini yang cuman satu saksi. Waktu terbuang, tidak efektif,” kata Ketut pada JPU. Apakah bisa kami hadirkan saksi di luar berkas? Tanya JPU. “Boleh di luar berkas setelah saksi yang telah di BAP,” jawab Ketut.

Sebab, setelah JPU merampungkan seluruh saksinya, giliran kuasa hukum terdakwa menghadirkan saksi meringankan. Sehingga prosesnya lama. "Ini nanti ada libur panjangjelang Idulfitri dari tanggal 30 Mei-10 Juni baru bisa sidang lagi,” sebut majelis hakim.

Karena batas masa penahanan Awi habis pada 21 Mei, kuasa hukum telah mengajukan permohonan penangguhan tahanan menjadi tahanan kota. “Kami mohon majelis hakim mengabulkan permohonan tahanan kota. Sebab terdakwa sudah tujuh bulan ditahan dan selama ini koorperatif dalam menjalani proses hukum,” ungkap Elza. “Nanti majelis hakim pertimbangkan,” jawab Hakim Ketut.

 Hakim pun meminta pendapat JPU soal penangguhan penahanan. "Kami terserah saja. Tugas kami hanya membuktikan perkara ini," jawab Rahmad.

Kasus tersebut awalnya ditangani Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sejak  16 Oktober 2018. Awi pada Februari 2014  mendirikan perusahaan bernama PT Oceans Multi Power (OMP) bergerak bidang distributor semen conch dan tiger ready mix di Jalan A Syahrani, Somber, Balikpapan Utara.

Sehingga susunan anggota Direksi dan Komisaris di PT OMP terdakwa Jovinus Kusumadi sebagai direktur dan Gino Sakaris selaku komisaris. Masing-masing memiliki 101 lembar saham senilai Rp 101.000.000.

Pada 18 Mei 2015 peningkatan modal dasar perseroan dari Rp 400.000.000 menjadi Rp 10.200.000.000. Masing-masing pemegang saham memiliki 5.100 lembar saham senilai Rp 5.100.000.000. Pengakuan Gino, dia mentransfer uang secara berturut-turut mulai dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 28.920.250.000 dan tak dibagi keuntungan. (pro/one) 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 12:58

Dua Oknum Wartawan Terlibat Jaringan Sabu 6 Kilogram dari Malaysia

BALIKPAPAN- Polda Kaltim berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu beberapa…

Selasa, 28 Mei 2019 22:45

Kuasa Hukum Tunjukkan Bukti Baru Slip Asli Setoran Tunai

BALIKPAPAN-Persidangan ke-12 dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan tindak pidana pencucian…

Kamis, 23 Mei 2019 06:50

Wajib Ada Pembuktian Perkara Pokok

BALIKPAPAN-Perkara dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan Tindak Pidana Pencucian Uang…

Selasa, 21 Mei 2019 05:53

Diduga Tergiur Aset Rp 50 M Lebih

BALIKPAPAN-Perkara dugaan pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan…

Selasa, 21 Mei 2019 05:45

Kesaksian Ahli PPATK Ringankan Terdakwa

BALIKPAPAN- Persidangan ke-11 dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan Tindak Pidana…

Senin, 20 Mei 2019 13:30

Narkoba Senilai Rp 5,2 Miliar Disimpan Dalam Kardus Mi Instan

BALIKPAPAN – Tiga orang kurir narkoba diringkus jajaran Ditresnarkoba Polda…

Sabtu, 18 Mei 2019 04:17

Kredit Mobil di Leasing, Sepasang Suami-Istri Kabur Gak Bayar Cicilan

BALIKPAPAN – Waspada penipuan berkedok pura-pura kredit. Baru baru ini…

Rabu, 15 Mei 2019 07:15

Sidang Kasus Video Mesum Pelajar SMP Ditunda, Pengacara Sebut Ada Tersangka Lain

BALIKPAPAN – Sidang ketiga kasus pelecehan seksual dengan terdakwa Andi…

Rabu, 15 Mei 2019 07:10

INGAT DOSA WOOYYY..! Bulan Puasa, Dua Pasangan Mesum Keciduk Satpol PP "Ngamar" di Hotel

BALIKPAPAN - Satpol PP bersama tim gabungan menggelar razia, Senin…

Selasa, 14 Mei 2019 17:55

Masa Penahanan Habis, Kuasa Hukum Ajukan Permohonan Penangguhan Tahanan

BALIKPAPAN- Ditunjukkannya bukti baru di hadapan majelis hakim saat sidang…

DLH Pastikan Sampah di Pesisir Pantai Balikpapan Banyak Batu Bara

Komisi III DPRD Balikpapan Gelar RDP dengan KNPI

Motor Suzuki Katana Jadi Bintang GIIAS 2019

Lini Belakang Persiba Perlu Tandem yang "Nyetel"

Serunya Berlibur di Objek Wisata Edukasi Rumah Kelinci DR 23

UULAALAA...LEZATNYA! Gran Senyiur Sajikan Steak Sapi Amerika

Ajak Pengunjung Berpetualang Ceria Berhadiah hingga Tukar Tambah Mobil Segala Merek

DUUH.. SYEEEDIIH!! Persiba Balikpapan Hilang Poin Lagi di Kandang Sendiri

TENANG.. Bank Mandiri Pastikan Uang Nasabah Tidak Hilang

Kaltim Tuan Rumah FORNAS, Walikota Samarinda All Out Sukseskan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*