BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

KRIMINAL

Rabu, 24 April 2019 09:49
Disebut Ada Dua Laporan Keuangan, Saksi Hanya Bisa Tunjukkan Satu Laporan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Sidang dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa Jovinus Kusumadi yang biasa disapa Awi (45), digelar di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Senin (22/4) lalu.

Sidang dimulai pukul 15.10 Wita itu berlangsung sekitar lima jam. Jaksa penuntut umum (JPU) Rahmad SH menghadirkan dua saksi, Leo dan Doktor Richard Izaac Risambessy MS, CPA, CA, CPI. Keduanya merupakan audit dan penyusun laporan keuangan.

Leo yang bekerja di salah satu kantor aknuntan publik di Jakarta, mengaku dikontrak oleh terdakwa Awi  mulai 1 Juli 2017 tanpa ada persetujuan dari Gino Sakaris selaku komisaris PT Oceans Multi Power (OMP).

Dirinya membenarkan ada audit investigasi yang dilakukan oleh kantor akuntan publik Maksum atas permintaan Bareskrim Mabes Polri. 

“Audit keuangan saya buat, sifatnya general mengambil  sampel. Kalau audit investigasi sifatnya menyeluruh,” ungkapnya.

Masalah keuangan PT OMP, Leo mengaku laporan keuangan antara CV Bintang Timur (usaha restoran) dan PT OMP (usaha penjualan semen dan tiger ready mix) secara terpisah. Namun, Bintang Timur pernah membayar kredit bank karena PT OMP  tidak bisa bayar. 

Dia  mengakui sulit untuk menghitung rugi/laba PT OMP. Sedangkan saham Gino Sakaris sebesar Rp Rp 28.920.250.000  sudah dikembalikan Rp 6 miliar.  “Bulatkan aja ya, saham Gino Sakaris sudah dikembalikan Rp 6 miliar, masih sisa Rp 23 miliar,” ujar hakim Ketut. “Betul yang mulia,” jawab Leo.

Giliran hakim anggota Minuk Nugraheni menanyakan laporan keuangan PT OMP yang dalam BAP disebutkan ada dua versi, yakni versi sesuai kondisi perusahaan dengan versi yang dikehendaki bank sebagai syarat untuk pengajuan pinjaman.

“Kalau ada dua laporan keuangan, satu sesuai kondisi PT OMP, satu lagi sesuai kemauan bank. Jadi yang diterima Gino Sakaris laporan yang mana. Apalah Gino Sakaris pernah menanyakan hal ini,” tanya hakim Minuk.

Leo menjawab, Gino menerima laporan keuangan versi yang dikehendaki oleh bank.  Namun dia mengaku tidak mengenal Gino Sakaris bahkan tidak pernah bicara atau bercakap dengan Gino.

Dirinya mengakui bahwa terdakwa Awi selaku direktur OMP bergaji Rp 50 juta perbulan. “Kalau Gino Sakaris, dapat nggak gaji bulanan atau pembagian keuntungan usaha,” tanya hakim Minuk lagi. “Saya tidak tahu yang mulia,” jawab Leo.

Mengenai penarikan uang perusahaan sebesar Rp 1,2 miliar oleh terdakwa Awi ke rekening pribadi Awi, saksi Leo juga tak mengetahui. “Yang saya tahu  ada beberapa pengambilan uang tunai dari PT OMP oleh suruhan Pak Jovinus, “ ungkapnya. 

Kemudian hakim anggota Bambang Yuniarto menanyakan catatan yang tak lazim laporan audit kantor akuntan publik  Maksun dari Bareskrim. “Kalau saya orang awam ingin tahu hasil audit itu,” ujar Bambang.  Lagi-lagi, Leo tak mengetahuinya. 

Selanjutnya JPU menanyakan isi BAP yang menyebutkan saksi Leo pernah disuruh oleh terdakwa Awi untuk mark up (penggelembungan) piutang PT OMP sebesar Rp 1,2 miliar menjadi Rp 9 miliar dan mengurangi laba serta menaikkan kerugian sebagai upaya untuk mendapat kredit bank. Leo pun mengakuinya. “Iya pernah. Pak Jovinus bilang, laporannya atur aja sesuai permintaan bank,” ujar pensiunan bank ini. 

Sementara kuasa hukum terdakwa,  Elza Syarief  memberikan pertanyaan sekaligus menangkal kesaksian Leo. “Coba saudara saksi. Tadi saudara bilang ada dua versi laporan keuangan PT OMP di tahun 2017. Mana tunjukkan,” ujar Elza. Sambil menuju ke hadapan majelis hakim. 

Leo pun mengambil dokumen dari tas yang dibawanya dan menunjukkan ke majelis hakim. “Bukan ini. Yang saya mau, tunjukkan laporan keuangan yang katanya ada dua tadi. Yang satu ini, satunya lagi mana,” desak Elza Syarief.  

Hakim Ketut menimpali. “Iya, mana laporan keuangan yang satunya,” ujar hakim ketua Ketut.  JPU juga diminta hakim Ketut untuk menunjukkan bukti laporan keuangan yang ada dua.

Kendati tak bisa menunjukkan laporan keuangan versi satunya lagi, saksi Leo tetap pada keterangannya bahwa laporan keuangan ada dua.

Karena itulah, hakim meminta Leo untuk bersaksi lagi dengan menunjukkan bukti laporan keuangan ganda. Jaksa juga diminta mencari barang bukti laporan tersebut.

“Katanya ada dua laporan keuangan. Ini wajib dibuktikan ke majelis hakim,” ujar Elza. Selanjutnya, Elza juga membantah adanya perintah terdakwa Jovinus untuk mark up laporan keuangan. 

“Mana coba yang di mark up. Mana juga yang tidak dimark up,” timpal Elza.  Dari penjelasan Elza diketahui bahwa kantor akuntan publik tempat bekerja Leo sudah ditutup oleh  Kementerian Keungan sehingga Leo tidak bisa lagi membuat laporan keuangan perusahaan. “Bulan bulan April 2017 izinnya sudah dicabut dicabut,” beber Elza. 

Di sela persidangan, terdakwa Yovinus mengatakan kepada media ini bahwa yang diungkapkan oleh saksi Leo banyak yang tidak benar. “Itu lihat, banyak bohongnya,” ujar Awi sambil menggelengkan kepalanya. 

Selanjutnya saksi Richard Izaat Rambessy. Dia mengaku menjadi  konsultan keuangan di PT Bintang Timur  dari  2014- 2016. Tugasnya menyusun laporan keuangan perusahaan yang dibutuhkan bank. 

Dia mengungkapkan, sebelum membuat laporan keuangan, terdakawa Jovinus sudah menyiapkan catatan transksi selama satu bulan, dimasukkan dalam amplop.

“Setiap hari, Pak Awi mencatat transaksi keuangan dalam amplop  dan dimasukkan dalam map dan disimpan di lemari. Setiap akhir tahun ada 12 map, setiap map ada 30 amplop saya ambil untuk bahan menyusun laporan keuangan,” jelas Richard di hadapan majelis hakim.   

Selama dia bekerja, Richard mengaku tidak ada penyimpangan keuangan. Namun  tiba-tiba ada sengketa tahun 2017 sehingga dirinya diberhentikan dan digantikan oleh Leo. aim)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Mei 2019 22:45

Kuasa Hukum Tunjukkan Bukti Baru Slip Asli Setoran Tunai

BALIKPAPAN-Persidangan ke-12 dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan tindak pidana pencucian…

Kamis, 23 Mei 2019 06:50

Wajib Ada Pembuktian Perkara Pokok

BALIKPAPAN-Perkara dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan Tindak Pidana Pencucian Uang…

Selasa, 21 Mei 2019 05:53

Diduga Tergiur Aset Rp 50 M Lebih

BALIKPAPAN-Perkara dugaan pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan…

Selasa, 21 Mei 2019 05:45

Kesaksian Ahli PPATK Ringankan Terdakwa

BALIKPAPAN- Persidangan ke-11 dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan Tindak Pidana…

Senin, 20 Mei 2019 13:30

Narkoba Senilai Rp 5,2 Miliar Disimpan Dalam Kardus Mi Instan

BALIKPAPAN – Tiga orang kurir narkoba diringkus jajaran Ditresnarkoba Polda…

Sabtu, 18 Mei 2019 04:17

Kredit Mobil di Leasing, Sepasang Suami-Istri Kabur Gak Bayar Cicilan

BALIKPAPAN – Waspada penipuan berkedok pura-pura kredit. Baru baru ini…

Rabu, 15 Mei 2019 07:15

Sidang Kasus Video Mesum Pelajar SMP Ditunda, Pengacara Sebut Ada Tersangka Lain

BALIKPAPAN – Sidang ketiga kasus pelecehan seksual dengan terdakwa Andi…

Rabu, 15 Mei 2019 07:10

INGAT DOSA WOOYYY..! Bulan Puasa, Dua Pasangan Mesum Keciduk Satpol PP "Ngamar" di Hotel

BALIKPAPAN - Satpol PP bersama tim gabungan menggelar razia, Senin…

Selasa, 14 Mei 2019 17:55

Masa Penahanan Habis, Kuasa Hukum Ajukan Permohonan Penangguhan Tahanan

BALIKPAPAN- Ditunjukkannya bukti baru di hadapan majelis hakim saat sidang…

Senin, 13 Mei 2019 20:57

Kuasa Hukum Awi Tunjukkan Bukti Baru

BALIKPAPAN- Sidang dugaan pemalsuan surat berkelanjutan dan Tindak Pidana Pencucian…

Putri Bos Hotel di Balikpapan Tewas Jatuh dari Bangunan Lantai 8

PT Etam Bersama Lestari Raih Proper Biru

Deklarasi Menolak Kerusuhan di Kaltim, Kapolda Tak Ingin Kejadian di Jakarta Terulang

KOMPAK..! Mengenakan Ikat Kepala, Warga Kaltim Deklarasi Menolak Kerusuhan

BANGKIT PERSIBA BALIKPAPAN! Takluk atas PSIM Yogyakarta, Bangkit Hadapi Laga Selanjutnya

Pemkab Paser Jalin Kerja Sama di Bidang Pertanahan dan Pertanian

Deklarasi Tolak Kerusuhan, Puluhan Ribu Warga dan Tokoh Masyarakat Siap Gabung

Laris Manis, Persiba Balikpapan Kedatangan Dua Sponsor Lagi

BRAAAKK..Kejadian Lagi! Truk Nabrak Motor di Turunan Rapak

Gubernur Ajak Ubah Mindset Pengelolaan Lingkungan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*