BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Senin, 11 Maret 2019 11:24
Mendikbud : Pesantren Harus Tetap Tingkatkan Nasionalisme
Mendikbud Muhadjir Effendy saat mengunjungi SMA Trensains Muhammadiyah, Sragen, Jawa Tengah. (Foto : nicha/ kaltim post)

PROKAL.CO, SRAGEN--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta kepada pengelola pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk tetap meningkatkan nasionalisme di kalangan santri. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk antisipasi masuknya paham radikalisme.

 

"Pendidikan di pondok pesantren tetap harus ada standarnya. Jangan lupa juga untuk tetap harus meningkatkan rasa nasionalisme di kalangan santri dan lingkungan pesantren," ungkap Muhadjir di sela kunjungannya ke SMA Trensains Muhammadiyah ,Sragen, Jawa Tengah, Senin (11/3).

 

Muhadjir menjelaskan, menjaga dan merawat Kebhinekaan, Pancasila dan UUD 1945 mutlak harus dilaksanakan oleh para santri. "Walau sekarang identitas pesantren di sekolah ini fokus pada pendidikan agama dan sains, tapi juga harus memelihara kultur, tradisi dan menjaga nilai-nilai kebangsaan," kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, Muhammad Fahrur Roni menambahkan, pendidikan yang mengarah pada peningkatkan semangat nasionalisme untuk para santri sudah diterapkan. Di antaranya, upacara bendera, kegiatan kepanduan dan materi pendidikan kewarganegaraan.

 

"Kegiatan kepanduan ini semacam pramuka. Di dalamnya tentu juga ada materi tentang kebangsaan," jelas Roni--sapaan akrabnya.

 

Roni menerangkan, porsi materi pembelajaran di sekolahnya tersebut tidak juga hanya fokus pada agama dan sains saja. Dirincikan, 40 persen pendidikan agama dan sisanya 60 persen pendidikan sains, kewarganegaraan dan sosial.

 

"Kami menjamin bahwa pendidikan muhammadiyah tidak lepas dari pendidikan nasionalisme. Sejak jaman dulu semangat nasionalisme di kalangan satri selalu dikuatkan," pungkasnYa. (sar/pro)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 13 Maret 2019 22:15

Pengamat : AKSI Mau Digunakan untuk Apa ?

JAKARTA--Pengamat Pendidikan, Indra Charismiadji mengkritisi adanya kabar bahwa pemerintah khususnya…

Selasa, 12 Maret 2019 12:56

Drainase Bermasalah, Pengelola Sekolah Dinilai Kurang Cermat

PONOROGO--Sebagian besar sekolah - sekolah yang mengalami kebanjiran ternyata bukan…

Senin, 11 Maret 2019 21:26

Kerusakan Tidak Parah, Siswa Korban Banjir Madiun Tetap Bisa Ikut UN

MADIUN--Bencana banjir yang melanda Kabupaten Madiun, Jawa Timur beberapa waktu…

Senin, 11 Maret 2019 20:57

Mekanisme Pencairan Bantuan Bencana Banjir Madiun Masih Dirumuskan

MADIUN -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan…

Senin, 11 Maret 2019 18:52

Banyak Sekolah Rusak, Mendikbud "Semprit" Kadisdik Madiun

  MADIUN--Beberapa gedung sekolah di wilayah Kabupatenn Madiun didapati sudah…

Senin, 11 Maret 2019 11:24

Mendikbud : Pesantren Harus Tetap Tingkatkan Nasionalisme

SRAGEN--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta kepada pengelola…

Jumat, 08 Maret 2019 17:07

PAUD Harus Utamakan Pendidikan Karakter, Bukan Calistung

  JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali mengingatkan kepada seluruh…

Rabu, 06 Maret 2019 16:52

Pemerintah Targetkan 50 Penjualan Hak Cipta Penerbitan

JAKARTA--Setelah sukses menjadi tamu kehormatan (guest of honour) di Frankfurt…

Kamis, 28 Februari 2019 21:10

Menkes Resmikan Ruang Rawat Inap Kanker Khusus Remaja

JAKARTA—Guna memberikan kenyamanan bagi pasien penderita kanker khususnya usia remaja,…

Kamis, 28 Februari 2019 20:14

Jadi Pengajar di Perbatasan, 900 Prajurit TNI AD Dikirim ke Nunukan dan Malinau

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*