BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Sabtu, 22 Desember 2018 13:04
Pemerintah Dorong Peningkatkan SDM Milenial Berkualitas
Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Ainun Na’im dalam acara Seminar Nasional Diseminasi Kinerja Kemenristekdikti dan Perguruan Tinggi se Jawa Barat di Universitas Islam Bandung (21/12). (foto : dok. Kemristekdikti dor Kaltim Post)

PROKAL.CO, BANDUNG—Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Ainun Na’im mengungkapkan, Kemristekdikti  terus berupaya meningkatkan daya saing bangsa yang merata dan berkeadilan. Hal ini ditunjukkan dalam sasaran strategis Kemenristekdikti diukur dengan tiga indikator kinerja yaitu indeks pendidikan tinggi, indeks inovasi dan indeks reformasi birokrasi. Nilai ketiga indeks tersebut menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.

“Indeks pendidikan tinggi Indonesia sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusi Indonesia yang mengalami bonus demografi,” kata Ainun dalam acara Seminar Nasional Diseminasi Kinerja Kemenristekdikti dan Perguruan Tinggi se Jawa Barat di Universitas Islam Bandung (21/12).

Menurut Ainun, surplus demografi tersebut harus dididik dengan baik, kalau tidak akan menjadi beban bukan keuntungan. Melalui berbagai kebijakan Kemenristekdikti, Angka Partisipasi Kasar (APK) yang pada 2018 mencapai 34,58%, meningkat secara signifikan dibandingkan tahun 2015 yang masih pada angka 29,9%.

“ Akses masyarakat kurang mampu meningkat, 10 tahun lalu gap orang kaya dan orang tidak mamou yang mengakses pendidikan tinggi lebar, sekarang sudah menyempit. Semakin banyak masyarakat miskin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Salah satu program afirmasi Kemenristekdikti bagi kalangan tidak mampu adalah Beasiswa Bidikmisi. Hingga 2018, 325.423 mahasiswa mendapatkan manfaat dari Beasiswa Bidikmisi,” imbuh Ainun.

Namun, Ainun juga membeberkan bahwa tantangan di bidang pendidikan tinggi masih ada. Yaitu jumlah lulusan bisa bekerja dan masa tunggu lulusan untuk bekerja.  Disebutkan, saat ini  masih terdapat 8% dari jumlah lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja atau masa tunggu kerjanya lama. Berbagai kebijakan dikeluarkan Kemenristekdikti antara lain kerja lama angka meningkatkan tingkat relevansi pendidikan dengan cara kerjasama akademisi, industri dan pemerintah, pendidikan vokasi harus memiliki partner industri dan akan difasilitasi kemenristekdikti, pendidikan lebih fleksibel, terbuka dan bermutu, pendekatan ‘multi entry multi exit’,’ lifelong learning’ dan kebijakan lainnya.

Sementara itu, dalam rangka penguatan pertumbuhan ekonomi nasional, Sesjen Ainun juga menekankan pentingnya perguruan tinggi untuk beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0, sehingga tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) dapat terwujud.

“Mengacu pada arahan Presiden RI dan pidato-pidato beliau sebelumnya, bukan saatnya bersaing antarnegara, namun berkolaborasi dan bekerja sama demi pembangunan SDM dan penguatan Inovasi Teknologi,” ucap Sesjen Ainun.  (*/sar/pro)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 23:30

Politala Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Miskin Berprestasi

JAKARTA--Program pemberian beasiswa merupakan  bentuk kepedulian sosial dari perusahaan kepada…

Selasa, 22 Januari 2019 16:02

Kenalkan Kekayaan Literasi, Indonesia Bawa 450 Judul Buku dan 12 Penulis Ternama

  JAKARTA--Kegiatan pameran buku bertaraf internasional London Book Fair (LBF)…

Kamis, 17 Januari 2019 16:07

MenPANRB : Public Trust, Elemen Penting Guna Penegakan Supremasi Hukum

JAKARTA—Pemerintahan yang kuat harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat agar dapat…

Kamis, 17 Januari 2019 15:56

Mahasiswa KKN Diminta Peduli Kondisi Sosial Masyarakat

JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat …

Sabtu, 22 Desember 2018 14:02

Fokus Revitalisasi Politeknik, Dongkrak Lulusan Bermutu

BANDUNG—Target sasaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada…

Sabtu, 22 Desember 2018 13:35

Mahfud : Tugas Kampus Cetak Intelektual Bermoral dan Tanggung Jawab

BANDUNG—Maraknya kasus korupsi dan juga intoleransi di tengah kehidupan  masyarakat…

Sabtu, 22 Desember 2018 13:04

Pemerintah Dorong Peningkatkan SDM Milenial Berkualitas

BANDUNG—Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti),…

Jumat, 21 Desember 2018 00:35

Keren! Mahasiswa Indonesia Sabet 44 Emas di Ajang AUG 2018

JAKARTA--Sebanyak 50 mahasiswa Indonesia yang ikut dlam ajang ASEAN University…

Selasa, 11 Desember 2018 00:33

Penerapan Sistem Zonasi Harus Konsisten

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah menggodok grand…

Senin, 10 Desember 2018 02:24

Hadapi Era 4.0 , Perguruan Tinggi Tinggalkan Metode Pembelajaran Konvensional

JAKARTA--Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era revolusi industri…

Politala Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Miskin Berprestasi

Walikota Nilai Kebijakan Tarif Bagasi Berbayar Bisa Matikan UMKM

Perampok Beraksi di Jalan Panglima Batur! Korban Dibacok, Uang Rp 600 Juta Raib

Caleg DPRD Balikpapan yang Dipolisikan Tim Bawaslu Angkat Bicara, Ini Tanggapannya..

Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja, PLN Resmikan Kampus Pelayanan Teknik di Balikpapan

Kenalkan Kekayaan Literasi, Indonesia Bawa 450 Judul Buku dan 12 Penulis Ternama

Siapkan Tempat Wisata Baru di Balikpapan, Disporapar Target 51 Ribu Kunjungan Wisatawan pada 2019

Pedagang Keluhkan Kebijakan Ini, Dagangannya Terancam Gulung Tikar

Caleg Diduga Kampanye di Rumah Ibadah, Ini Penjelasan Kuasa Hukumnya..

Kaget Anak Lompat-Lompat Dalam Mobil, Perempuan Ini Oleng dan Tabrak Tiang Listrik
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*