BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Selasa, 11 Desember 2018 00:33
Penerapan Sistem Zonasi Harus Konsisten

Dorong Pemerataan Pendidikan dan Atasi Penumpukan Guru Berkualitas

(foto : ilustrasi/ dok.Jawa Pos)

PROKAL.CO, JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah menggodok grand design untuk menangani masalah pendidikan secara menyeluruh yakni yang dikenal dengan istilah zonasi. Jumlah zonasi saat ini sudah ditetapkan sebanyak lebih dari 2.500 zona.

Menanggapi hal ini, Praktisi Pendidikan, Robertus Budi Setiono menilai bahwa kebijakan baru ini sebaiknya dilakukan secara konsisten agar lebih efektif. Karenanya, diperlukan payung hukum untuk menjadikan sistem zonasi sekolah menjadi sebuah sistem yang berkelanjutan.

"Sistem zonasi ini bagus untuk pemerataan pendidikan, namun harus ada keberlanjutan dan harus konsisten. Untuk itu perlu dijadikan Perpres," ujar Robertus dalam diskusi di Kemendikbud,  Jakarta, Senin (10/12).

Robertus menjelaskan, jika aturan zonasi dijadikan sebuah Perpres, dipastikan tidak akan mudah diganti meskipun adanya pergatian menteri. “Penerapan atau implementasi sistem zonasi ini memang tidak bisa instan, namun bertahap,” ujar Robertus.

Pria yang juga  merupakan pengurus Dewan Pendidikan Jakarta ini mengakui bahwa sistem zonasi yang digadang-dgadang oleh pemerintah ini sebenarnya sangat bagus. Utamanya, dapat  meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di Indonesia.

 

Oleh sebab itu, Robertus berharap sistem zonasi ini dapat segera dijalankan walaupun saat ini belum tepat jika diterapkan untuk sekolah swasta dan perlu pengkajian lebih lanjut. Namun, pihaknya bersedia jika guru-guru swasta dapat berbagi ilmu dengan guru-guru sekolah negeri. “Saya sangat setuju jika ada bebagi ilmu antar guru,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menerangkan, sistem zonasi sekolah yang diterapkan pemerintah tersebut juga bertujuan untuk penataan guru.  Menurutnya, saat ini terjadi ketimpangan jumlah guru di beberapa daerah. Dengan zonasi maka jumlah guru PNS dan honorer harus merata. Selain itu, juga harus ada rotasi untuk guru ASN, maksimum 4 tahun mengajar di satu tempat. Begitu juga dengan kepala sekolah. Hanya guru yang bagus yang bisa menjadi kepala sekolah, dan hanya kepala sekolah yang bagus bisa menjadi pengawas.

“Saat ini kami sedang memperjuangkan tunjangan khusus untuk jabatan kepala sekolah dan pengawas. Yang memiliki kedaulatan di masing-masing zona adalah Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Tentu saja kepala dinas pendidikan tetap memiliki otoritas di dalamnya. Bahkan untuk pembinaan pelatihan guru akan kami turunkan langsung ke zona,” jelas Mendikbud.

Oleh sebab itu, lanjut Mendikbud, penerapan sistem zonasi tersebut memerlukan kerja sama dengan pemerintah daerah, terutama dinas kependudukan dan catatan sipil. Data tersebut juga bisa digunakan untuk pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

 "Zonasi ini  bukan hanya mengutamakan kedekatan jarak domisili peserta didik dengan sekolah, tetapi juga mencegah penumpukan guru berkualitas di suatu sekolah, menghilangkan eksklusivitas, dan mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal. Ke depan, Kemendikbud akan memberikan bantuan berdasarkan sistem zonasi sehingga bantuan bisa terpetakan dan terarah,” pungkasnya. (sar/pro)

 


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 23:30

Politala Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Miskin Berprestasi

JAKARTA--Program pemberian beasiswa merupakan  bentuk kepedulian sosial dari perusahaan kepada…

Selasa, 22 Januari 2019 16:02

Kenalkan Kekayaan Literasi, Indonesia Bawa 450 Judul Buku dan 12 Penulis Ternama

  JAKARTA--Kegiatan pameran buku bertaraf internasional London Book Fair (LBF)…

Kamis, 17 Januari 2019 16:07

MenPANRB : Public Trust, Elemen Penting Guna Penegakan Supremasi Hukum

JAKARTA—Pemerintahan yang kuat harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat agar dapat…

Kamis, 17 Januari 2019 15:56

Mahasiswa KKN Diminta Peduli Kondisi Sosial Masyarakat

JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat …

Sabtu, 22 Desember 2018 14:02

Fokus Revitalisasi Politeknik, Dongkrak Lulusan Bermutu

BANDUNG—Target sasaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada…

Sabtu, 22 Desember 2018 13:35

Mahfud : Tugas Kampus Cetak Intelektual Bermoral dan Tanggung Jawab

BANDUNG—Maraknya kasus korupsi dan juga intoleransi di tengah kehidupan  masyarakat…

Sabtu, 22 Desember 2018 13:04

Pemerintah Dorong Peningkatkan SDM Milenial Berkualitas

BANDUNG—Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti),…

Jumat, 21 Desember 2018 00:35

Keren! Mahasiswa Indonesia Sabet 44 Emas di Ajang AUG 2018

JAKARTA--Sebanyak 50 mahasiswa Indonesia yang ikut dlam ajang ASEAN University…

Selasa, 11 Desember 2018 00:33

Penerapan Sistem Zonasi Harus Konsisten

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah menggodok grand…

Senin, 10 Desember 2018 02:24

Hadapi Era 4.0 , Perguruan Tinggi Tinggalkan Metode Pembelajaran Konvensional

JAKARTA--Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era revolusi industri…

Politala Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Miskin Berprestasi

Walikota Nilai Kebijakan Tarif Bagasi Berbayar Bisa Matikan UMKM

Perampok Beraksi di Jalan Panglima Batur! Korban Dibacok, Uang Rp 600 Juta Raib

Caleg DPRD Balikpapan yang Dipolisikan Tim Bawaslu Angkat Bicara, Ini Tanggapannya..

Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja, PLN Resmikan Kampus Pelayanan Teknik di Balikpapan

Kenalkan Kekayaan Literasi, Indonesia Bawa 450 Judul Buku dan 12 Penulis Ternama

Siapkan Tempat Wisata Baru di Balikpapan, Disporapar Target 51 Ribu Kunjungan Wisatawan pada 2019

Pedagang Keluhkan Kebijakan Ini, Dagangannya Terancam Gulung Tikar

Caleg Diduga Kampanye di Rumah Ibadah, Ini Penjelasan Kuasa Hukumnya..

Kaget Anak Lompat-Lompat Dalam Mobil, Perempuan Ini Oleng dan Tabrak Tiang Listrik
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*