BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Senin, 10 Desember 2018 02:24
Hadapi Era 4.0 , Perguruan Tinggi Tinggalkan Metode Pembelajaran Konvensional

Cetak SDMĀ  dan Tenaga Kerja Berkualitas

Rektor Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya, A. Prasetayantoko (tengah) menerangakan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan pembelajaran berbasis online sebagai inovasi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini. (Foto : dok/prokal)

PROKAL.CO, JAKARTA--Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era revolusi industri 4.0 diprediksi akan menghapus banyak pekerjaan. Pasalnya,  pekerjaan yang tersedia hanyalah pekerjaan yang membutuhkan daya inovasi dan kreativitas. Oleh karena itulah tugas perguruan tinggi untuk menyiapkan lulusan yang inovatif dan kreatif.

 

Rektor Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya, A. Prasetayantoko menjelaskan, dengan adanya kemajuan teknologi dan masuk dalam era industri 4.0 maka yang harus dilakukan perguruan tinggi adalah mengubah metode pembelajaran. "Ini tantangan terbesar bagi perguruan tinggi. Konten pembelajaran harus diubah jadinkita harus fokus mengejar ke arah ini," kata Prasetyantoko di Jakarta, baru-baru ini. 

 

Solusi awal yang ditawarkan Unika Atma Jaya sebagai pengembang Sumber Daya Manusia (SDM) adalah memperkuat program melek digital atau digital literacy. Contohnya, tahun ini telah meluncurkan  portal platform pembelajaran online bernama Atmazeds. Tujuannya, untuk melayani mahasiswa dalam belajar di era revolusi industri 4.0. " Platform pembelajaran online ini akan terus dikembangkan untuk mengikuti tantangan disrupsi yang ada di perguruan tinggi," jelasnya. 

 

Tak hanya itu, pihaknya juga menerapkan dan mendorong metode belajar dengan penggabungan program studi. Sehinhga,  program studi yang satu dan lainnya akan saling terkait dan ilmunya semakin berkembang.  "Kalau kita mempertahankan cara yang konvensional, itu akan sangat ketinggalan," ujarnya.

 

Sebelumnya,  Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengungkapkan kuantitas bukan lagi menjadi indiktor utama bagi perguruan tinggi dalam mencapai kesuksesan, melainkan kualitas lulusannya. Karena tujuan utama dari pendidikan tinggi di Indonesia adalah untuk mentransformasi masyarakat menjadi sumber daya manusia yang inovatif dan adaptif. Oleh karena itu Menristekdikti berharap agar peguruan tinggi dapat melahirkan tenaga kerja kompeten yang siap menghadapi Industri kerja yang kian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, keahlian kerja, kemampuan beradaptasi dan pola pikir yang semakin dinamis.

 

“Perlu ada reorientasi kurikulum di perguruan tinggi. Kurikulum di perguruan tinggi harus mengacu pada pembelajaran dalam teknologi informasi, ‘internet of things’, ‘big data’ dan komputerisasi, serta ‘entrepreneurship’ dan ‘internship’ harus menjadi kurikulum wajib. Ini akan menghasilkan lulusan terampil dalam aspek literas data, literasi teknologi dan literasi manusia,” jelasnya.

 

Selain itu, disrupsi teknologi yang juga terjadi pada pendidikan tinggi membuat perguruan tinggi perlu menerapkan sistem pembelajaran baru, yaitu ‘cyber university’ yang berbasis ‘online learning’. Menristekdikti menyebutkan saat ini Kemenristekdikti sedang menyiapkan Peraturan Menteri tentang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), untuk meningkatkan akses seluruh putra-putri Indonesia ke jenjang pendidikan tinggi dan mendorong pendidikan tinggi di Indonesia bersiap diri menuju World Class University. (*/sar/pro)

 

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Juni 2019 17:52

Strategi Perguruan Tinggi Ciptakan Entrepreneur Handal

    JAKARTA--Dalam rangka menanamkan jiwa dan semangat kewirausahaan di…

Senin, 27 Mei 2019 17:09

Jumlah Guru Rendah, Profesi Guru Kurang Diminati ?

JAKARTA--Meski pemerintah sudah mengeluarkan Undang - Undang no.14 tahun 2015…

Senin, 27 Mei 2019 17:04

PGRI Minta Peningkatan Akses Pendidikan Bermutu

JAKARTA--Ketua Umum Pengurus Besar Pesatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI),…

Sabtu, 25 Mei 2019 21:50

PTS Didorong Kembangkan Prodi Pariwisata

  LABUAN BAJO--Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad…

Sabtu, 25 Mei 2019 03:18

Duh, Anak dari Keluarga Perokok Berpeluang Menderita Stunting

JAKARTA--Banyak orangtua saat in yang tidak terlalu memperhatikan gizi anak-anaknya.…

Kamis, 23 Mei 2019 11:24

Kisruh Diklat Kepsek, Inilah 5 Kesepakatan Kemendikbud dengan Forum Rektor PTNU

  JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerima masukkan dari Forum…

Rabu, 22 Mei 2019 12:49

Polri: Petugas Keamanan Dipastikan Tak Dibekali Peluru Tajam

JAKARTA- Adanya korban jiwa dalam aksi massa yang digelar sejak…

Jumat, 10 Mei 2019 20:27

Bahas DPA , Ubah Pola Pikir Masyarakat dalam Penegakan Hukum Kejahatan Korporasi

JAKARTA—Asisten Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia , Asep N. Maulana…

Sabtu, 04 Mei 2019 22:48

Kemendikbud Gandeng Kemenag Tangkal Radikalisme

    JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan…

Jumat, 03 Mei 2019 12:15

Zonasi Pendidikan Cegah Jual Beli Kursi dan Pungli

SISTEM zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) merupakan strategi…

Putri Bos Hotel di Balikpapan Tewas Jatuh dari Bangunan Lantai 8

PT Etam Bersama Lestari Raih Proper Biru

Deklarasi Menolak Kerusuhan di Kaltim, Kapolda Tak Ingin Kejadian di Jakarta Terulang

KOMPAK..! Mengenakan Ikat Kepala, Warga Kaltim Deklarasi Menolak Kerusuhan

BANGKIT PERSIBA BALIKPAPAN! Takluk atas PSIM Yogyakarta, Bangkit Hadapi Laga Selanjutnya

Pemkab Paser Jalin Kerja Sama di Bidang Pertanahan dan Pertanian

Deklarasi Tolak Kerusuhan, Puluhan Ribu Warga dan Tokoh Masyarakat Siap Gabung

Laris Manis, Persiba Balikpapan Kedatangan Dua Sponsor Lagi

BRAAAKK..Kejadian Lagi! Truk Nabrak Motor di Turunan Rapak

Gubernur Ajak Ubah Mindset Pengelolaan Lingkungan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*