BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Selasa, 04 Desember 2018 15:48
Atasi Kesenjangan, Teknologi Jadi Kunci Pemerataan Pendidikan
Kapustekkom, Gogot Suharwoto (kiri) bersama Sesjen Kemendikbud, Didik Suhardi saat mendampingi Mendikbud , Muhadjir Effendy (tengah) dalam acara pemberian bantuan TIK tersebut, di Provinsi Bali, Senin (4/12). (foto : dok. Humas kemendikbud for Kaltim Post)

PROKAL.CO, BALI--Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud,  Gogot Suharwoto mengungkapkan bahwa teknologi memiliki peranan penting dalam proses pemerataan pendidikan di Indonesia. Menurutnya, keberadaan teknologi saat ini semakin dibutuhkan dalam rangka penyelengaraan pendidikan di daerah khususnya di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Tapi bukan hanya 3T saja. Kemarin kami ke Lombok dan Palu, pada saat bencana gempa seperti itu, kita baru merasakan di mana buku sudha tidak ada, sekolah roboh. Jadi kita mau apa? Maka itu, dengan teknologi digital kita berikan bantuan laptop, TV plasma , dan mereka bisa belajar dengan online. Jadi, closing the gap ini memang harus diselesaikan dengan teknologi,” terang Gogot kepada Kaltim Post di sela acara menyelenggarakan International Symposium On Open, Distance and E-Learning (ISODEL) 2018 di Hotel Stones, Bali, Senin (3/12).

Gogot menerangkan, saat ini sudah ada sekitar 1.300 textbook yang tersedia di ‘Rumah Belajar’. Mulai dari bank soal hingga laboratorium maya. “Jadi mereka bisa praktek dan simulasi secara digital. Kalau mau digital audio dan video semua sudah ada,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kemendikbud juga tengah mengembangkan audio book  dan Ujian Nasional Berbasis Audio (UNBA) yang diperuntukkan bagi siswa yang tuna netra. “Jadi semua textbook sudah diaudiokan. Sedangkan UBA itu juga akan lebih memudahkan siswa tuna netra. Kalau pakai komputer kan sulit, karena tetap harus dibacakan. Tetapi dengan UNBA ini tidak perlu,” jelas Gogot.

Dengan digelarnya ISODEL yang mengangkat tema "Making Education 4.0 for Indonesia", Gogot menerangkan bahwa acara ini memiliki dua tujuan. Pertama, revolusi industri 4.0 dialami oleh semua negara. Karenanya, Kemendikbud mengundang beberapa nara sumber dari Australia , Singapura, Hongkong, China dan negara lainnya.

“Kami meminta kepada mereka untuk menyampaikan apa yang sudah mereka lakukan di negara mereka. Kita ingin tahu agar kita tidak merasa sendiri,” kata Gogot.

Kedua, praktek-praktek baik yang disampaikan tersebut nantinya  akan dijadikan rekomendasi kepada Mendikbud dan Direktorat Jenderal yang terkait. Dalam hal ini, lanjut Gogot, Pustekkom hanya sebagai fasilitator secara teknologinya.

“Sementara dari sisi guru dan sekolahnya kita tidak meng-handle itu. Nanti rekomendasi-rekomendasi yang ada kita kompilasikan dan kita serahkan ke Mendikbud dan Dirjen terkait,” imbuhnya. (sar/pro).

 

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:59

Seleksi PPPK, 305 Pemda Serahkan Usulan ke Kementerian PANRB

JAKARTA – Sebanyak 305 pemerintah daerah telah menyampaikan usulan pengadaan…

Jumat, 15 Februari 2019 11:54

Dorong Pemerataan Pendidikan, PIP Bantu Pemda Wujudkan Wajar 12 Tahun

DEPOK—Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 mengamanatkan pembangunan pendidikan…

Jumat, 15 Februari 2019 11:45

PIP Efektif Pangkas Angka Putus Sekolah

DEPOK—Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan yang diberikan Pemerintah Indonesia…

Rabu, 13 Februari 2019 23:41

Penetapan Zonasi Sekolah dalam Proses Perampungan

  DEPOK--Penetapan zonasi sekolah sudah memasuki proses perampungan. Data Direktorat…

Rabu, 13 Februari 2019 23:34

Pemerintah Kabupaten Landak Akan Tindak Tegas Pelaku Pungutan Dana PIP

  DEPOK--Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berkomitmen mendukung Program Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 23:30

Politala Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Miskin Berprestasi

JAKARTA--Program pemberian beasiswa merupakan  bentuk kepedulian sosial dari perusahaan kepada…

Selasa, 22 Januari 2019 16:02

Kenalkan Kekayaan Literasi, Indonesia Bawa 450 Judul Buku dan 12 Penulis Ternama

  JAKARTA--Kegiatan pameran buku bertaraf internasional London Book Fair (LBF)…

Kamis, 17 Januari 2019 16:07

MenPANRB : Public Trust, Elemen Penting Guna Penegakan Supremasi Hukum

JAKARTA—Pemerintahan yang kuat harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat agar dapat…

Kamis, 17 Januari 2019 15:56

Mahasiswa KKN Diminta Peduli Kondisi Sosial Masyarakat

JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat …

Sabtu, 22 Desember 2018 14:02

Fokus Revitalisasi Politeknik, Dongkrak Lulusan Bermutu

BANDUNG—Target sasaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada…

Truk Termundur di Kilometer 1,5 Hantam Plang dan Mobil Parkir Depan Mini Market

Lomba Akuntansi Meriahkan Pembukaan Festival of Stiepan Volume 2

Gerakan Indonesia Bersih akan Diikuti Kaltara Bersih

Review FS, Tim Korsel Kunjungi KIPI

Pemprov Kaltara Bentuk Tim Pengawasan Lintas Batas Negara

Cerita Peserta Autonation Modified Show; Beli Mobil Rp 90 Juta, Modifikasi Habis Ratusan Juta

Penampakan Mobil-Mobil Modifikasi Keren Mejeng di Plaza Balikpapan

Warga Asing Penghuni Rudenim Mau Kabur, Naik ke Atap dan Nantang Polisi

AYOO..! Weekend Ini Seru-Seruan di Festival of Stiepan Volume 2, Ada Fourtwnty

Ini yang Dilakukan Manajemen Persiba Agar Pemainnya Tak Kabur Lagi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*