BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Selasa, 27 November 2018 19:20
Program Layanan KB dan KR lewat JKN Optimis Ciptakan Jumlah Penduduk Seimbang
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Komari SH MH menargetkan program layanan KB dan KR melalui JKN dapat menurunkan tingkat kelahiran dari pasangan dengan wanita usia subur 15-49 tahun yakni rata-rata total kelahiran 2,1 anak tahun 2025. Menurutnya, jika ini tercapai maka akan terwujud jumlah penduduk seimbang antara produktif.

Yaitu berpenghasilan dengan penduduk yang menjadi beban konsumsi meliputi lansia utamanya yang tidak memiliki investasi dan anak yang belum bekerja.

"Kalau jumlah penduduk seimbang dapat dipertahankan selama beberapa tahun maka negara tidak didominasi (penduduk) level konsumsi melainkan produktif," katanya, di sela acara Promosi Pelayanan Keluarga Bencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR) Berkualitas dalam Era JKN bersama di Hotel Grand Tjokro, Senin (26/11) siang. 

Acara yang bekerja sama dengan Borneo Enterprisindo (Event Organizer Kaltim Post Group) ini dihadiri ratusan peserta dari mitra kerja yang digaet dalam rangka promosi layanan KB dan KR. Terdiri stakeholder yang berasal dari organisasi profesi maupun masyarakat. 

Lebih lanjut, Komari mengatakan, tahun 2017 rata-rata tingkat kelahiran pasangan dengan wanita usia subur 15-49 tahun yakni 2,4 anak. "Kelahiran dari tiap pasangan usia subur yakni 2 hingga 3 anak. Ada penurunan dibanding tahun 2000 yakni 2,6 anak bahkan jika dibanding tahun 1970 yakni 5,6 anak," sebutnya. 

Dengan keterlibatan para stakeholder, lanjut Komari, diharapkan untuk menyadarkan bahwa mengatur kelahiran untuk menjaga stabilitas pembangunan kehidupan berkelanjutan.

Agar berujung terciptanya SDM berkualitas. "Mitra yang berasal dari pemerintah seperti dinas terkait, semua satu arah mendukung pembangunan manusia," katanya. 

Sementara, acara tersebut juga dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim Rusman Yacob.

Saat paparan, ia mengatakan, sejak reformasi, seluruh program yang lahir era orde baru disetop karena dianggap tidak kontekstual. Termasuk layanan KB dan KR. "Faktanya hari ini terjadi persoalan kependudukan dan kualitas SDM," katanya. 

Apalagi sebut dia, di Kaltim, kepesertaan KB dan KR mengalami penurunan. 

Tetapi saat pemerintah kembali menggiatkan program KB dan KR beberapa tahun belakangan ini, ada perbedaan kongkret. Dari semula bertujuan untuk mengendalikan jumlah penduduk, kini mengarah kepada peningkatan kualitas penduduk. "Kalau pun populasi terkendali, itu bonus.

Semua orang tahu Kaltim daerah kaya, tapi pertanyaannya bagaimana kualitas SDM-nya, beriringan tidak? Nyatanya tidak. Jangan sampai SDA habis dan SDM Kaltim kedodoran," katanya. 

Lebih lanjut, Komari menambahkan, sebagai daerah dengan sumber daya alam (SDA) melimpah, Kaltim memiliki potensi populasi penduduk yang tinggi.

Yang bersumber antara lain dari kelahiran dan migrasi penduduk dari luar pulau. Sehingga penting bagi pemerintah provinsi mengatur pertumbuhan tersebut demi terwujudnya kualitas penduduk.

Selain menata laju pertumbuhan dari migrasi, kualitas penduduk dapat dicapai dengan mengatur kelahiran melalui program layanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR).

Apalagi tak sulit untuk mewujudkannya karena KB dan KR merupakan salah satu manfaat dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

"Mengatur kelahiran di era JKN dimulai dari usia kawin, jarak kelahiran dan jumlah anak ideal. Kontribusinya dalam keluarga dan masyarakat, akan menjadi penduduk berkualitas, tidak akan jadi beban tapi justru menjadi subyek pembangunan dan menjadi bonus demografi," katanya. (pro/one) 


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 02:48

Perlu Bantuan saat di Pelabuhan Semayang, Pemudik Bisa Datang ke Posko Ini..

BALIKPAPAN - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I…

Rabu, 22 Mei 2019 02:43

H- 13 Lebaran, Pelabuhan Semayang Masih Sepi Pemudik

BALIKPAPAN - Bulan Ramadan telah memasuki pekan kedua. Biasanya, masa-masa…

Senin, 20 Mei 2019 15:11

KALTIM CINTA DAMAI.. Tokoh-tokoh di Kaltim Sepakat Tidak Ikut Aksi Tolak Hasil Pemilu

BALIKPAPAN – Dikabarkan akan ada aksi saat pengumuman hasil Pemilu…

Minggu, 19 Mei 2019 11:42

Jelang Pengumuman KPU RI 22 Mei, Masyarakat Diharap tak Mudah Terhasut

SAMARINDA - Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto berharap masyarakat…

Sabtu, 18 Mei 2019 23:16

Honda Astra Motor Gelar Journalist Competition, Hadiah Sepeda Motor hingga Liburan ke Thailand

BALIKPAPAN – Kabar baik buat kalian yang gemar menulis dan…

Sabtu, 18 Mei 2019 04:14

Perusahaan Tak Beri THR? Silakan Lapor ke Sini..

BALIKPAPAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Balikpapan bakal membuka posko…

Jumat, 17 Mei 2019 22:54

Christian Soetio Pimpinan PT BOS Land Merespons Keluhan Salah Satu Kontraktornya..

BALIKPAPAN- Pengembang PT Bintang Omega Sakti (BOS) Land membantah sekaligus…

Jumat, 17 Mei 2019 17:18

Smartfren Buka Investasi di Kaltim, Target Tahun Ini 300 BTS

BALIKPAPAN-PT Smarfren Telecom Tbk memanaskan bisnis telekomunikasi di Bumi Etam.…

Kamis, 16 Mei 2019 20:20

Di Balik Perjuangan Siswi Peraih Nilai UNBK Tertinggi se-Kaltim, Ini Cara Dia Jawab Soal "Bermasalah"..

BALIKPAPAN – Siapa sangka, peraih nilai tertinggi pada Ujian Nasional…

Kamis, 16 Mei 2019 19:47

Imbas Harga Tiket Pesawat Naik, Mudik Menggunakan Kapal Pelni Melonjak

BALIKPAPAN – PT Pelni Balikpapan memprediksi jumlah pemudik 2019 yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*