BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Rabu, 21 November 2018 02:06
Merangkai Ulin untuk Warga Terisolir

TNI Manunggal Membangun Desa ke-103 Kodim 0609 Tenggarong

BERBAGI KEBAHAGIAAN" KSAD Jenderal TNI Mulyono (berdiri, enam dari kiri) saat menghadiri acara penutupan TMMD ke-103 di Kecamatan Muara Wis. Berbagai hiburan serta kegiatan sosial digelar. Kecamatan Muara Wis pun mendadak ramai dengan kegiatan bertajuk Pesta Rakyat itu.

PROKAL.CO, “Saat air tinggi distribusi material lebih mudah dilakukan tapi pekerjaan sulit dilaksanakan; saat air surut distribusi material menjadi lebih berat tapi pekerjaan dapat (dengan mudah) dilakukan. Alhamdulillah, (meski kerja berat) kemarau panjang ini membawa berkah” ,

Demikian kata Muhdi, Kepala Desa Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kertanegara. Itulah sedikit gambaran betapa sulitnya melaksanakan pembangunan di Desa Melintang.

Kondisi alam yang dikelilingi oleh air, danau dan Sungai Melintang serta Sungai Semayang, membuat desa ini layak disebut sebagai pemukiman tanpa tanah.

Sebab, tanah hanya dapat dinikmati ketika air sedang kering atau surut. Itu pun sebenarnya adalah dasar dari danau dimana tanah yang ada cenderung basah, berlumpur dan sulit dilalui.

Pemukiman ini sudah ada sejak lebih dari satu abad yang lalu. Selama itu pula para penduduknya tinggal menetap di atas hamparan papan kayu ulin; menyandarkan penghidupan mereka pada tangkapan ikan air tawar.

Mata pencaharian sebagai nelayan air tawar diyakini oleh sebagian besar warga sebagai profesi yang juga dijalani oleh para pendahulu mereka yang berasal dari Banjar, Kalimantan Selatan.

Dengan luas sekitar tiga kilometer persegi dan dikelilingi oleh air, pemukiman ini menjadi terisolir dengan akses keluar yang amat terbatas, hanya lewat air.

Warga mengandalkan perahu ces sebagai satu-satunya alat transportasi menuju luar desa. Air danau yang sedang surut atau terjadinya kelangkaan bahan bakar adalah dua hal yang amat tidak diharapkan.

“Pakai ces pun harus hati-hati kalau ada gelombang besar...bisa sampai dua meter gelombang itu. Kita harus berhenti dulu”, ujar H.Idih (63), salah satu warga Desa Melintang.

Desa yang dibangun di atas danau ini ditempati oleh sekitar 400 kepala keluarga dengan total jiwa mencapai 2. 000 orang. Sarana pendidikan dan kesehatan yang ada pun masih minim.

Hanya ada satu Madrasah Tsanawiyah dan SMU Filial, yang terdiri dari empat kelas saja (selebihnya terafiliasi ke kota kecamatan). Sarana kesehatan berupa puskesmas hanya dapat menangani pasien secara terbatas pula. Aliran listrik pun hanya tersedia dari pukul 6 sore sampai 12 malam.

Dengan kondisi yang terbatas dan terisolir itu, maka tidak keliru jika Kodim 0609 Tenggarong menjatuhkan pilihan lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD 103) pada desa Melintang yang berada di tengah danau seluas 11.000 hektare ini. TMMD 103 kali ini dilaksanakan dengan tema “TNI Manunggal Membangun Desa Maju, Sejahtera dan Demokratis”. Dibuka pada 15 Oktober lalu, program ini akan ditutup pada tanggal 13 November 2018 mendatang.

KOBARKAN SEMANGAT: Para prajurit TNI berjuang melakukan pemasangan tiang jembatan yang terbuat dari ulin. Mereka berkejaran dengan waktu untuk mengantisipasi danau melintang digenangi air saat pasang.

Jembatan Kayu Ulin Membelah Danau Melintang

Pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) adalah jenis pohon khas Indonesia. Banyak tersebar di Kalimantan, juga di Sumatera bagian timur dan selatan.

Kayu ulin dikenal juga dengan sebutan kayu besi karena kekuatan dan keawetannya masuk kategori I. Kayu ini tahan air sehingga banyak digunakan untuk membuat rumah-rumah panggung di sekitar sungai atau rawa, seperti yang ada di Desa Melintang.

Bersama dengan pimpinan Pemerintah Daerah setempat, Kodim 0609 Tenggarong menentukan target utama program fisik TMMD 103 ini pada pembangunan jalan berupa jembatan sepanjang 1.100 meter di atas Danau Melintang.

Jembatan ini akan menghubungkan pemukiman di Desa Melintang dengan daratan di Desa Sebamban. Seperti rumah dan bangunan di Desa Melintang, bahan dasar jembatan ini adalah kayu ulin.

Proses pengerjaan jembatan kayu ulin di Desa Melintang sudah dilakukan sejak masa pra TMMD. “Yang paling berat adalah saat awal pengerjaan, khususnya untuk bagian bawah jembatan (tiang pancang, suai, gelagar)”, kata Letkol Czi Bayu Kurniawan, Dandim 1608 Tenggarong sekaligus Dansatgas TMMD 103 ini.

Pemasangan tiang pancang itu tidak mungkin tanpa alat berat, di lain sisi ada kesulitan untuk memasukkan alat berat mengingat kondisi tanah yang tidak padat dan air sedang surut.

Namun, semua itu bisa diatasi dan pada hari ke-10 pengerjaan bagian bawah telah rampung. Pemasangan lantai papan pun sudah dimulai.

Dengan keterlibatan warga, yang secara bergiliran per RT, pemasangan lantai dapat mencapai 100 meter per hari. Dan beberapa hari menjelang penutupan, jembatan kayu ulin ini telah tuntas dibangun.

Kedalaman air di danau Melintang mencapai 2 meter lebih. Dan jembatan ini dibuat setinggi 3,75 meter dari dasar danau ,sejajar dengan pemukiman warga.

Panjang jembatan ini 1.100 meter, lebar 4 meter. Dibutuhkan setidaknya 400 kubik kayu ulin. Sebanyak 105 diantaranya diolah menjadi 5.000 buah papan dengan panjang 4 meter, lebar 20 cm, tebal 2,5 cm.

Dengan posisi yang membelah danau, bentang yang panjang dan resiko gelombang saat air danau penuh, maka dibuat juga penahan/pemecah gelombang pada setiap jarak 25 meter.

Rahman (41), salah satu warga Desa Melintang, menilai konstruksi seperti ini amat kokoh, tidak seperti jalan yang dibuat warga desa sendiri.

Jalan di desanya dengan konstruksi yang menurutnya “asal tempel” saja bisa bertahan puluhan tahun. Ia yang lahir dan besar di desa ini, merasa seperti sedang bermimpi desanya akan memiliki jembatan sekokoh ini.

Sementara itu Kepala Desa Melintang, Muhdi mengatakan bahwa dengan adanya jembatan ini jelas  memudahkan pergerakan warga menuju kota kecamatan, pemasaran hasil panen ikan menjadi lebih cepat, anak-anak yang menuntut ilmu di luar desa pun akan menghemat banyak waktu perjalanan. Setelah ratusan tahun, akhirnya desa ini dapat terhubung langsung dengan daratan.

Selain program fisik, TMMD 103 di Kodim 1608 Tenggarong ini juga melaksanakan program non fisik berupa penyuluhan tentang kesehatan dan KB, hukum dan kamtibmas, perikanan dan pertanian, serta bahaya narkoba.

Ada pula ragam sosialisasi, antara lain: bela negara dan wawasan kebangsaan, bahaya paham radikalisme, dan rekrutmen calon prajurit TNI. Dengan beragam kegiatan di atas masyarakat diharapkan dapat semakin mengenal tentara dan tercipta hubungan yang makin akrab.

Manunggal Untuk Maju

Seperti cinta bertepuk sebelah tangan, begitulah yang terjadi pada awal kegiatan TMMD 103 ini. “Awalnya hanya segelintir orang warga yang mau terlibat.”, ujar Letkol Czi Bayu Kurniawan, (26/10). Alasan yang mengemuka adalah karena selama seratus tahun lebih, warga Melintang tidak terbiasa atau tidak akrab dengan sosok tentara.

Ada pula pendapat sebagian warga yang pesimis dengan proyek jembatan ini. Bahkan Muhdi, Kepala Desa Melintang, sebenarnya agak ragu karena selama ratusan tahun tidak pernah ada pembangunan jalan di desanya. Dan jembatan yang dibuat ini sebelumnya sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya.

Sikap jaga jarak dan rasa pesimis sirna saat para satgas sudah berbaur, makan, tidur di rumah-rumah warga yang dinilai kurang mampu. Pasiter Kodim 1608 Tenggarong Kapt Chb Dody Rushadi menjelaskan bahwa secara teknis, uang lauk pauk para satgas TNI diserahkan kepada dan diolah oleh pemilik rumah untuk kebutuhan konsumsi para satgas dan keluarga pemilik rumah sendiri.

Dan menjelang akhir program, sesuai kebutuhan, sejumlah 25 rumah warga yang ditempati para satgas TNI ini juga akan diperbaiki. Kenyataan ini makin mendekatkan warga desa dengan tentara.

Melihat para satgas yang mau berbaur dan bekerja demi kepentingan mereka, warga desa ini pada akhirnya bersemangat terlibat dalam pelaksanaan program ini.

Bergiliran setiap RT, warga giat membantu satgas dalam pengerjaan jembatan. Melalui kegiatan TMMD 103 ini, khususnya pembangunan jembatan kayu ulin, Dansatgas Letkol Czi Bayu Kurniawan berharap akan munculnya kemajuan-kemajuan lainnya bagi Desa Melintang ini, seperti tersedianya aliran listrik yang mencukupi.

Harapan untuk maju pastinya telah ada pula di dalam diri warga desa Melintang. Kebersamaan warga dengan tentara/satgas menjadi pengalaman yang tidak akan mereka lupakan.

Karena kebersamaan itu ada dalam bentuk yang paling nyata bagi warga desa Melintang, sebuah jembatan kayu ulin. Ini menjadi berkah tersendiri bagi warga Desa Melintang.

Seperti jembatan kayu ulin yang kokoh, kuat dan tahan lama, demikian pula hubungan yang tercipta antara tentara dan warga Desa Melintang. (wawan lastiawan/pro)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 17:37

DPT Masih Bermasalah, KPU Lakukan DPT Hasil Perbaikan

BALIKPAPAN - Pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019…

Senin, 10 Desember 2018 15:49

Rangkul Milenial, Asuransi Astra Siap Luncurkan Happyone.Id

BALIKPAPAN – Asuransi Astra Balikpapan telah siap menatap era bonus…

Senin, 10 Desember 2018 14:14

Yamaha FreeGo, Bagasi Lebih Lebar, Isi Bahan Bakar Tak Perlu Buka Jok

BALIKPAPAN - Tagline Yamaha Semakin Di Depan bukan sekadar omongan…

Jumat, 07 Desember 2018 19:29

Ribuan Benih Sawit Palsu Nyaris Beredar

BALIKPAPAN-Peredaran bibit benih kelapa sawit palsu kembali  diungkap Subdit I…

Kamis, 29 November 2018 20:26

Tuntaskan Pembangunan Kantor Baru, Polres Balikpapan Perlu Rp 75 Miliar Lagi

BALIKPAPAN - Dua tahun lebih sudah pembangunan kantor baru Polres…

Kamis, 29 November 2018 19:57

Jelang Tahun Baru, Waspada Harga Ayam dan Telur Naik

SAMARINDA-- Menjelang pergantian tahun 2018-2019, jajaran Pemerintah Kota Samarinda, Bank…

Kamis, 29 November 2018 16:35

Pemkot akan Tarik Kios Pasar Tradisional yang Belum Lunas Bayar Sewa

BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan akan menindak tegas kepada pemilik-pemilik kios…

Kamis, 29 November 2018 16:28

Kodam Menuju WBK dan WBBM

BALIKPAPAN - Untuk menjamin terwujudnya Wilayah Bebas Korupsi (WBK), serta…

Selasa, 27 November 2018 19:20

Program Layanan KB dan KR lewat JKN Optimis Ciptakan Jumlah Penduduk Seimbang

BALIKPAPAN- Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah Badan Kependudukan dan…

Minggu, 25 November 2018 17:41

Lingkungan Rusak, Ini Kritik 'Pedas' Fahri Hamzah saat Datang ke Balikpapan

BALIKPAPAN - Bukan hanya menyoroti pemerintah daerah, Wakil Ketua DPR…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .