BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Minggu, 18 November 2018 22:03
World Class Professor Diklaim Dongkrak  Jumlah Publikasi Internasional
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti saat membuka Annual Seminar World Class Professor di Jakarta. (foto : dok/kemenristekdikti)

PROKAL.CO,  

JAKARTA – Isu masuknya dosen asing sempat menjadi polemik di kalangan akademisi Tanah Air. Hal ini segera ditanggapi dan diklarifikasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bahwa mengundang profesor dari luar negeri tidak semata-mata untuk menyaingi dosen Indonesia. Sebaliknya, melalui Program World Class Professor (WCP) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara dosen dalam negeri dan profesor kelas dunia.

 

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti menegaskan, profesor kelas dunia yang bergabung pada Program WCP tidak hanya berasal dari luar negeri, tetapi juga profesor dalam negeri yang berkelas dunia, bahkan para diaspora yang telah sukses meniti karier di kampus terbaik dunia. Tercatat, Jumlah Perguruan Tinggi penyelenggara Program WCP tahun ini untuk Skema A sebanyak sembilan universitas yang terdiri atas delapan PTN (UGM, UI, ITB, Unair, IPB, ITS UPI, Unsyiah) dan satu PTS (UII). Sementara untuk Program WCP Skema B sebanyak 21 Universitas yang terdiri atas 15 PTN dan enam PTS.

 

“Sehingga program ini bukan mengundang profesor asing, tetapi berkolaborasi bersama profesor kelas dunia untuk memperkuat inovasi dan publikasi. Saat ini, ada 23 negara yang terlibat pada Program WCP,” tuturnya membuka Annual Seminar World Class Professor di Jakarta, baru-baru ini. 

 

Program WCP tahun ini bahkan melebihi target Kemenristekdikti, yakni dari target 70 orang menjadi 115 orang. Dari jumlah tersebut, 67 orang mengikuti Skema A dan 48 orang mengikuti WCP Skema B. Dirjen Ghufron menilai, artinya sebanyak 10% dari total profesor kelas dunia tersebut telah memenuhi h-index Scopus lebih dari 10. Sebab, imbuh dia, untuk mengikuti Program WCP Skema A, profesor yang bersangkutan harus memiliki h-index Scopus lebih dari atau sama dengan 20. Sedangkan untuk mengikuti Program WCP Skema B, profesor kelas dunia yang diundang harus memenuhi h-index Scopus lebih dari atau sama dengan 10.

 

Annual Seminar World Class Professor sendiri menjadi ajang untuk mengevaluasi capaian Program WCP yang telah berlangsung dari bulan Mei 2018. Kendati demikian, kegiatan dan lama penelitian bergantung pada kesepakatan kedua belah pihak, yakni dari dua sampai dengan empat bulan. Hingga saat ini, progres sementara dari capaian publikasi yang telah dimonitoring oleh tim pakar WCP sebesar 60%. Seminar ini juga menampilkan 60 poster penelitian hasil kolaborasi profesor WCP dengan dosen perguruan tinggi Indonesia.

 

“Sementara yang berstatus published sebanyak dua, revised sebanyak empat, accepted sebanyak satu, under reviewed sebanyak 20, dan submitted sebanyak 35. Targetnya program ini bisa menghasilkan 115 publikasi,” ujar Dirjen Ghufron.

 

Selain publikasi, lanjut Dirjen Ghufron, pihaknya kini juga mendorong peningkatan jumlah sitasi, inovasi dan hak paten. Oleh sebab itu, penting bagi setiap universitas untuk terhubung dengan industri dan masyarakat. Lebih lanjut, Program WCP juga diharapkan mampu menambah profesor hebat berkelas dunia asal Indonesia.

 

“Jumlah profesor sekarang sudah lumayan banyak, dan diharapkan dengan program ini dapat memacu lektor untuk produktif sehingga bisa menjadi profesor. Namun, pekerjaan rumah selanjutnya menambah dosen berkualifikasi S-3 yang masih 31.054 orang. Untuk jumlah publikasi tahun ini kita sudah nomor dua di ASEAN, di bawah Malaysia dengan 20.610 publikasi terindeks Scopus,” terang Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti, Bunyamin Maftuh menegaskan bahwa meskipun mengutamakan output berupa publikasi, Program WCP tidak memberikan hibah penelitian. Program WCP dikhususkan bagi mereka yang sudah selesai meneliti dan memiliki draft tulisan untuk publikasi di jurnal bereputasi.

 

“Tren nya sekarang banyak dosen muda yang sudah doktor, memiliki semangat tinggi untuk menulis publikasi,” sebut Bunyamin.

 

Pada kesempatan tersebut, salah satu profesor WCP, Prof. Dr. TM Indra Mahlia berbagi mengenai risetnya mengenai bahan bakar ekonomis untuk transportasi yang efisien. Prof. Indra Mahlia sendiri merupakan salah satu diaspora yang saat ini mengajar di UTS Sydney. Acara yang diikuti oleh lebih dari 100 dosen dari kalangan umum itu juga dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kemenristekdikti, Jamal Wiwoho; perwakilan pimpinan perguruan tinggi; serta perwakilan dari sejumlah LLDikti. (*/sar/pro)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 11:24

Kisruh Diklat Kepsek, Inilah 5 Kesepakatan Kemendikbud dengan Forum Rektor PTNU

  JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerima masukkan dari Forum…

Rabu, 22 Mei 2019 12:49

Polri: Petugas Keamanan Dipastikan Tak Dibekali Peluru Tajam

JAKARTA- Adanya korban jiwa dalam aksi massa yang digelar sejak…

Jumat, 10 Mei 2019 20:27

Bahas DPA , Ubah Pola Pikir Masyarakat dalam Penegakan Hukum Kejahatan Korporasi

JAKARTA—Asisten Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia , Asep N. Maulana…

Sabtu, 04 Mei 2019 22:48

Kemendikbud Gandeng Kemenag Tangkal Radikalisme

    JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan…

Jumat, 03 Mei 2019 12:15

Zonasi Pendidikan Cegah Jual Beli Kursi dan Pungli

SISTEM zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) merupakan strategi…

Kamis, 02 Mei 2019 23:49

Menristekdikti Usulkan Anggaran Riset Capai Rp 10 Triliun

  DEPOK—Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 , Menteri…

Kamis, 02 Mei 2019 17:16

Genjot APK Usia Sekolah Prioritaskan Wilayah 3T

  JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa…

Rabu, 01 Mei 2019 21:58

Kemendikbud Siap Gelar Pelatihan Guru Berbasis Zonasi

  JAKARTA--Guna mempercepat peningkatan kualitas guru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan…

Selasa, 30 April 2019 19:35

Kemdikbud Tetapkan 3 Fokus Pembangunan Manusia di Sektor Pendidikan

  JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan peta jalan…

Jumat, 29 Maret 2019 01:54

Kepsek dan Pengawas Sekolah Diminta Lebih Visioner

JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa saat…

Bank Mandiri Utamakan Kepedulian Sosial

Kisruh Diklat Kepsek, Inilah 5 Kesepakatan Kemendikbud dengan Forum Rektor PTNU

Wajib Ada Pembuktian Perkara Pokok

WhatsApp dan Medsos Sementara Dinonaktifkan, Ini Penjelasan Pemerintah..

Unjuk Rasa di Kantor Bawaslu Balikpapan Berjalan Damai, Pendemo Bubar dengan Tertib

Polri: Petugas Keamanan Dipastikan Tak Dibekali Peluru Tajam

Safari Ramadhan, Direksi PLN Serahkan Zakat PLN Senilai Rp 100 Juta

Perlu Bantuan saat di Pelabuhan Semayang, Pemudik Bisa Datang ke Posko Ini..

H- 13 Lebaran, Pelabuhan Semayang Masih Sepi Pemudik

Tebarkan Kebaikan, Salonpas Dorong Sinergi Kolaboratif Anak Muda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*